BALITOPIK.COM, DENPASAR – Menjelang Kongres dan Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) yang akan digelar di Ruteng, Nusa Tenggara Timur, sejumlah nama mulai diperbincangkan sebagai figur potensial untuk memimpin Pengurus Pusat (PP) PMKRI periode 2026–2028.
Salah satu nama yang mencuat adalah Alexandro Rolandi, kader PMKRI Cabang Denpasar yang memiliki rekam jejak organisasi, pendidikan, dan pengabdian masyarakat yang cukup lengkap.
Sosok yang akrab disapa Rolan ini dikenal sebagai kader yang tumbuh melalui proses kaderisasi PMKRI secara berjenjang. Sebelum terlibat aktif di PMKRI, ia telah mengasah kemampuan kepemimpinan melalui organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan.
Saat menempuh pendidikan di Universitas Mahasaraswati Denpasar, Rolan pernah dipercaya memimpin Perhimpunan Mahasiswa Kristen (PMK) yang beranggotakan mahasiswa Katolik dan Protestan di lingkungan kampus tersebut.
Di PMKRI Denpasar, perjalanan organisasinya dimulai sebagai Biro Diskusi dan Penalaran periode 2020–2021. Selanjutnya ia dipercaya menjadi Presidium Gerakan Kemasyarakatan periode 2021–2022 sebelum akhirnya terpilih sebagai Ketua Presidium PMKRI Cabang Denpasar periode 2022–2023.
Selama memimpin PMKRI Denpasar, Rolan dikenal aktif mengadvokasi berbagai isu sosial kemasyarakatan, pendidikan, dan kepemudaan. Ia juga mendorong penguatan jejaring organisasi dengan berbagai elemen masyarakat serta berhasil menyelenggarakan Konferensi Studi Nasional (KSN) di Denpasar.
Tidak hanya berpengalaman di tingkat struktural organisasi, Rolan juga menuntaskan seluruh jenjang kaderisasi formal PMKRI mulai dari Masa Penerimaan Anggota Baru (MPAB), Masa Bimbingan (MABIM), Latihan Kepemimpinan Kader (LKK), Kader Siap Rancang (KSR) tingkat regional hingga Konferensi Studi Nasional (KSN) tingkat nasional.
Namun yang membuat namanya semakin diperhitungkan bukan hanya karena pengalaman organisasinya. Setelah menyelesaikan masa kepemimpinan di PMKRI Denpasar, Rolan memilih kembali ke tanah kelahirannya di Kabupaten Sorong Selatan, Provinsi Papua Barat Daya.
Di daerah tersebut, ia mengabdikan diri sebagai guru Bahasa Inggris di SD YPPK Santo Paulus Teminabuan. Selain mengajar di sekolah formal, ia juga membentuk komunitas belajar Lentera School, membuka kelas privat Bahasa Inggris, serta aktif dalam pelayanan gereja melalui Orang Muda Katolik (OMK) Santo Dominikus Savio sebagai pendamping anak-anak misdinar.
Langkah kembali ke kampung halaman untuk mengajar dan membangun komunitas pendidikan dinilai banyak kader sebagai bukti nyata bahwa nilai pengabdian yang selama ini diperjuangkan PMKRI tidak berhenti pada ruang diskusi dan forum organisasi semata.
Bagi Rolan, pendidikan merupakan salah satu jalan penting untuk membangun masa depan generasi muda. Prinsip itu tercermin dalam mottonya yang berbunyi, “Sebagai seorang terpelajar harus adil sejak dalam pikiran, apalagi dalam perbuatan.”
Dengan kombinasi pengalaman organisasi, kepemimpinan, kaderisasi, pendidikan, dan pengabdian masyarakat, nama Alexandro Rolandi kini mulai disebut-sebut sebagai salah satu kandidat kuat Ketua Pengurus Pusat PMKRI periode 2026–2028.
Di tengah kebutuhan PMKRI untuk memperkuat kaderisasi dan memperluas dampak pengabdian di masyarakat, sosok yang lahir dan bertumbuh di Papua Barat Daya ini dinilai memiliki pengalaman yang relevan untuk menjawab tantangan organisasi ke depan.
“Sebagai kader baret merah bol kuning, tidak ada alasan, saya selalu siap mengabdikan diri pada perhimpunan kapan saja. PMKRI telah membentuk cara berpikir, karakter, dan semangat pengabdian yang saya miliki hari ini,” kata Rolan dikonfirmasi Bali Topik mengenai riak-riak dukungan terhadapnya, Senin, (1/6/2026).
“Karena itu, bentuk tanggung jawab seorang kader bukan hanya menjaga keberlangsungan organisasi, tetapi juga memastikan nilai-nilai perjuangan PMKRI tetap hidup dan relevan dalam menjawab kebutuhan Gereja, bangsa, dan masyarakat di masa kini. Di mana pun saya berada, saya akan selalu siap memberikan yang terbaik untuk perhimpunan,” kata dia pula.
Saat ini, dukungan terhadap Rolan mulai mengalir dari sejumlah pihak yang melihat rekam jejaknya sebagai representasi kader PMKRI yang tidak hanya matang dalam organisasi, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat melalui dunia pendidikan dan pelayanan sosial.
Dalam Kongres dan MPA PMKRI 2026 nanti, Alexandro Rolandi diproyeksikan akan menjadi salah satu figur yang diperhitungkan pada kontestasi menuju kursi Ketua Pengurus Pusat PMKRI periode 2026–2028. (*)









