BALITOPIK.COM, DENPASAR — Solidaritas Jurnalis Bali (SJB) kembali turun ke ruang publik untuk menggalang kepedulian bagi korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kali ini, aksi kemanusiaan tersebut menggandeng musisi reggae Bali, Joni Agung, dalam pengumpulan donasi di kawasan Car Free Day (CFD) Lapangan Renon, Denpasar, Minggu (23/8/2026).
Aksi tersebut menjadi lanjutan gerakan solidaritas yang sebelumnya dilakukan para jurnalis Bali dengan menggalang dana di persimpangan Jalan Dewi Sri–Nakula, Kuta, Badung. Dalam aksi sebelumnya, Solidaritas Jurnalis Bali berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp5.787.000 untuk membantu masyarakat Flores yang terdampak gempa.
Di kawasan Renon, para jurnalis kembali berkeliling membawa kotak donasi bertuliskan “Pray For Flores”. Warga yang tengah berolahraga di CFD ikut menyisihkan sebagian uang mereka untuk membantu korban bencana.
Kepedulian juga datang dari berbagai kalangan. Mulai warga yang sedang berolahraga, masyarakat yang memiliki hajatan, hingga penyandang disabilitas turut memberikan donasi.
Aksi penggalangan dana berlangsung semakin meriah ketika Joni Agung ikut tampil menghibur masyarakat. Musisi reggae asal Sanur tersebut membawakan sejumlah lagu yang sudah dikenal publik, di antaranya Ngalih Liang, Iri Ci, dan Berdanska.
Joni tidak hanya tampil sendiri. Ia mengajak masyarakat yang berada di kawasan CFD untuk ikut bernyanyi dan berkaraoke. Musik pun menjadi jembatan untuk mengumpulkan kepedulian masyarakat terhadap warga NTT yang sedang menghadapi dampak bencana.
Usai kegiatan, Joni mengatakan kehadirannya merupakan bentuk dukungan terhadap gerakan kemanusiaan yang dilakukan masyarakat Bali untuk membantu korban gempa NTT.
Menurutnya, solidaritas terhadap korban bencana tidak boleh berhenti pada rasa prihatin. Masyarakat perlu bergerak bersama sesuai kemampuan masing-masing.
“Semua teman-teman di Bali juga sudah bergerak bersama-sama. Kita datang dan ikut membantu. Semoga teman-teman kita di sana bisa berangsur-angsur melepas trauma setelah bencana ini,” ujar Joni.
Joni juga mengajak masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan. Menurutnya, berbagai bencana yang terjadi menjadi pengingat agar manusia tidak melakukan tindakan yang dapat merusak alam, termasuk pembakaran secara sengaja.
Ia menilai manusia tidak perlu saling menyalahkan ketika bencana terjadi. Hal yang jauh lebih penting adalah membangun kesadaran untuk menjaga lingkungan dan saling membantu ketika masyarakat menghadapi musibah.
“Kita tidak perlu menduga-duga soal bencana alam. Yang penting kita semua menyadari bahwa kita harus bekerja sama dan saling membantu. Itu yang paling penting,” katanya.
Pesan solidaritas tersebut juga ia kaitkan dengan keberagaman Indonesia. Bagi Joni, perbedaan latar belakang tidak boleh menjadi penghalang untuk membantu masyarakat yang sedang tertimpa musibah.
“Di Indonesia ini kita sudah ada semuanya, dari timur, utara, semua sama. Kalau saudara kita ada musibah, kita harus saling bahu-membahu membantu semua,” tegasnya.
Joni dikenal cukup aktif terlibat dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan. Ia juga kerap tampil dalam kegiatan sosial tanpa meminta bayaran sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan masyarakat.
Selain aktivitas bermusik, Joni turut menjalankan Yayasan Temanmu Peduli Bangsa yang bergerak dalam berbagai kegiatan sosial dan lingkungan.
Menurutnya, kegiatan kemanusiaan membutuhkan kolaborasi banyak pihak. Tidak hanya melalui penggalangan dana, tetapi juga melalui kegiatan lingkungan dan aksi sosial lainnya.
“Teman-teman sekarang juga tergabung dalam kegiatan monitoring mangrove untuk alam. Kami juga sudah membuka donasi untuk bencana-bencana. Jadi semuanya harus bekerja dan berkolaborasi,” ujarnya.
Aksi Solidaritas Jurnalis Bali bersama Joni Agung di Renon pun menjadi gambaran bahwa kepedulian terhadap korban bencana dapat disampaikan dengan berbagai cara.
Jurnalis membawa kotak donasi, sementara musisi membawa musik. Keduanya bertemu dalam satu tujuan, membantu masyarakat Flores yang sedang menghadapi masa sulit. (*)









