• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Seorang model saat tampil di Dekranasda Bali Fashion Road Show “Wastra Hita Kara” di Gedung Kesenian Ir. Soekarno, Jembrana, Kamis (27/8/2026). -IST

Putri Koster Ungkap 3 Kunci Bawa Wastra Bali ke Dunia

2 bulan ago
Gubernur Bali Wayan Koster saat memantau operasional di salah satu SPBU. -BALITOPIK.COM

Cek Depo Pertamina, Koster Minta Distribusi Dipacu

1 jam ago
Ketua DPC GMNI Denpasar, Wayan Hendra. -IST

BBM Langka di Bali, GMNI Denpasar Desak Pemerintah Buka Data dan Benahi Tata Kelola

3 jam ago
Pengurus PMKRI Cabang Denpasar. -BALITOPIK.COM

Masuk Hari Keempat Warga Ngantri Bensin Sampai Pingsan, PMKRI Denpasar Minta Pertamina Segera Lakukan 4 Hal

21 jam ago
Piagam penghargaan untuk BPD Bali kategori kinerja pembayaran pensiunan. -IST

Bank BPD Bali Raih Penghargaan Terbaik II Kinerja Pembayaran Pensiun dari TASPEN

23 jam ago
Antrean di salah satu pertamina di Singaraja. -BALITOPIK.COM

Bali WFH 3 Hari Akibat BBM Langka, Sekolah dan Kampus Belajar Daring

23 jam ago
Direktur YLPK Bali I Putu Armaya

Antrean BBM di Bali Berlarut, YLPK Usulkan Sistem Ganjil-Genap Jika Kondisi Darurat Berlanjut

1 hari ago
Antrean di salah satu pertamina di Singaraja. -BALITOPIK.COM

KMHDI Buleleng Desak Pemerintah Bertindak Tegas Atasi Gangguan Pasokan BBM di Bali

1 hari ago
Dr. Efatha Filomeno Borromeu Duarte, Dosen Ilmu Politik Universitas Udayana

Kisah Jangkar dan Antrean SPBU yang Mengular

2 hari ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Putri Koster Ungkap 3 Kunci Bawa Wastra Bali ke Dunia

Reporter balitopik.com
29 Agustus 2026 - 10:20 am
Seorang model saat tampil di Dekranasda Bali Fashion Road Show “Wastra Hita Kara” di Gedung Kesenian Ir. Soekarno, Jembrana, Kamis (27/8/2026). -IST

Seorang model saat tampil di Dekranasda Bali Fashion Road Show “Wastra Hita Kara” di Gedung Kesenian Ir. Soekarno, Jembrana, Kamis (27/8/2026). -IST

BALITOPIK.COM, JEMBRANA — Wastra Bali menghadapi tantangan yang lebih besar daripada sekadar mempertahankan tradisi. Agar mampu bertahan di tengah persaingan industri mode, kain tradisional Bali dinilai harus memiliki nilai budaya yang kuat, memberikan manfaat ekonomi bagi perajin, sekaligus mendapat perlindungan kebijakan.

Gagasan itu dirumuskan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, melalui konsep “Satu Jiwa, Tiga Rupa”.

Konsep tersebut menempatkan seni, bisnis, dan politik kebudayaan sebagai tiga kekuatan yang harus berjalan bersama agar wastra Bali tidak hanya lestari sebagai warisan budaya, tetapi juga mampu berkembang menjadi bagian dari industri mode dan menembus pasar global.

Putri Koster menyampaikan gagasan tersebut dalam Dekranasda Bali Fashion Road Show “Wastra Hita Kara” di Gedung Kesenian Ir. Soekarno, Jembrana, Kamis (27/8/2026).

Menurutnya, “satu jiwa” dalam konsep tersebut berasal dari rasa seni dan estetika masyarakat Bali yang diwariskan dari generasi ke generasi. Jiwa itu kemudian diwujudkan dalam wastra tradisional yang memiliki motif, teknik, filosofi, dan identitas budaya.

Sementara itu, tiga “rupa” menjadi cara untuk mengangkat nilai wastra tersebut agar tidak berhenti sebagai produk budaya.

“Satu jiwa itu muncul dari rasa seni dan estetika masyarakat Bali, baik dari leluhur kita maupun generasi muda yang ada saat ini, yang diwujudkan dalam bentuk wastra tradisional. Kemudian ada tiga rupa yang bisa memunculkan, mengagungkan, dan memuliakan wastra kita, yaitu seni, bisnis, dan politik kebudayaan,” jelas Putri Koster.

Seni memberi wastra identitas

Rupa pertama adalah seni. Bagi Putri Koster, unsur seni menjadi pembeda utama antara wastra tradisional dengan produk tekstil pabrikan.

Kain tradisional tidak hanya dinilai berdasarkan tampilan visual. Motif, proses pembuatan, ikatan, filosofi, serta nilai budaya yang melekat di dalamnya menjadi bagian dari identitas kain tersebut.

“Seni yang memberi roh dan jiwa dari kain-kain dalam ikatan itu. Di dalamnya mengandung filosofi kuat sebagai anak Bali yang mewakili tanah Bali, yang konon adalah Pulau Dewata, pulau kesenian,” ujarnya.

Menurutnya, kekuatan seni tersebut yang membuat sebuah wastra memiliki taksu atau daya tarik khas yang tidak mudah digantikan produk tekstil massal.

Namun, kekuatan budaya saja tidak cukup untuk membuat tradisi menenun bertahan.

Wastra harus menghidupi perajin

Rupa kedua adalah bisnis. Putri Koster menilai pelestarian wastra akan sulit berkelanjutan jika para perajin tidak memperoleh manfaat ekonomi yang layak.

Karena itu, pengembangan wastra harus mampu meningkatkan nilai produk sekaligus membuka pasar yang lebih luas bagi perajin, terutama penenun yang berada di desa-desa.

Ketika nilai ekonomi kain meningkat, manfaatnya diharapkan kembali kepada perajin. Kondisi tersebut juga penting untuk mendorong regenerasi karena tradisi menenun membutuhkan generasi baru yang melihat keterampilan tersebut bukan hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai sumber penghidupan.

Dengan pendekatan tersebut, industri mode berbasis wastra tidak hanya berbicara tentang desainer dan panggung peragaan. Rantai ekonominya juga mencakup penenun, pelaku industri kecil dan menengah, usaha mikro, hingga pelaku pemasaran.

Perlindungan hukum jadi benteng

Rupa ketiga adalah politik kebudayaan. Aspek ini menjadi bagian penting karena wastra tradisional berhadapan langsung dengan dinamika pasar.

Putri Koster mengingatkan bahwa kreativitas dan kekuatan bisnis perlu disertai regulasi agar kain tradisional tidak kehilangan identitas maupun nilai budayanya.

“Politik kebudayaan ini menjadi pemungkas dari semuanya karena di dalamnya ada aturan-aturan hukum. Bila kain tenun ini tidak kita lindungi dengan aturan hukum, maka akan hilang,” tegasnya.

Ia menilai pasar tidak selalu berjalan dengan prinsip perlindungan terhadap produk budaya. Tanpa kebijakan yang memberikan perlindungan, wastra tradisional berisiko kalah bersaing atau diproduksi ulang tanpa mempertahankan nilai filosofis yang menjadi identitas asalnya.

“Perekonomian tidak akan terjaga jika tidak ada aturan. Karena dalam dunia bisnis seperti hutan rimba. Kain-kain kita akan menjadi terpuruk dan turun kastanya, tidak punya roh dan taksu-nya,” katanya.

Karena itu, pelestarian wastra menurutnya harus dilakukan secara konsisten, mulai dari menjaga nilai budaya, meningkatkan kreativitas, memperluas pasar, hingga membangun perlindungan melalui kebijakan.

“Dekranasda Provinsi Bali ingin mendapatkan legacy terkait dengan fashion di Pulau Bali. Astungkara, ke depannya Bali bisa menjadi pusat mode dunia. Ini harus kita lakukan secara kontinu dan konsisten,” ujarnya.

Jembrana didorong melahirkan desainer berkelas global

Di Jembrana, Putri Koster melihat peluang untuk memperkuat ekosistem tersebut melalui pertumbuhan desainer lokal.

Ia berharap semakin banyak desainer Jembrana yang mampu mengolah kekayaan wastra daerah menjadi karya yang memiliki daya saing nasional hingga internasional.

“Di Jembrana saya ingin tumbuh lagi desainer-desainer lokal yang kemampuannya mengglobal. Kalau itu tumbuh, maka akan terbangun ekosistem,” kata Putri Koster.

Ekosistem yang dimaksud tidak berdiri sendiri. Desainer perlu terhubung dengan perajin, pelaku IKM, pelaku usaha, serta pasar. Hubungan tersebut menjadi penting agar kekayaan motif dan teknik tradisional dapat diterjemahkan menjadi produk mode yang sesuai dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan identitasnya.

Ketua Dekranasda Kabupaten Jembrana, Ny. Ani Setiawarini Kembang Hartawan, mengatakan pengembangan tersebut perlu didukung kolaborasi antara desainer, pelaku IKM, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya.

Menurutnya, kolaborasi dapat membuka peluang peningkatan nilai tambah produk sekaligus memperbesar manfaat ekonomi bagi perajin dan pelaku UMKM.

Jembrana sendiri memiliki potensi budaya yang terus dikembangkan, termasuk penggunaan cepaka purih sebagai salah satu ciri khas masyarakat setempat. Dekranasda Jembrana juga telah memilih Duta Tenun Jembrana yang diharapkan berperan dalam mengenalkan tenun daerah sekaligus mengedukasi generasi muda.

Dari panggung mode ke ekosistem ekonomi

Fashion Road Show “Wastra Hita Kara” di Jembrana merupakan pelaksanaan ketiga setelah sebelumnya digelar di Kabupaten Badung dan Kota Denpasar.

Namun, arah yang dibangun Dekranasda Bali tidak berhenti pada peragaan busana. Program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem mode berbasis wastra melalui tiga program, yakni Dekranasda Bali Fashion Day, Dekranasda Bali Fashion Week, dan Dekranasda Bali Fashion Road Show.

Di Jembrana, tujuh desainer menampilkan karya mereka, yakni Busana Adat AAA Turah Mayun, Body N Mine, Urban Etnik, Kacarita, Deluxe, Luh Jaum, dan Taksu. Peragaan busana turut diiringi musik dari Gus Teja.

Selain panggung mode, terdapat 11 IKM yang mengikuti pameran, yaitu Putri Mas Collection, Kembar Sari, Arca Collection, Ani Galery, Caka Kembang, Bali Rajut, Linggasari, Ariati Embroidery & Handlace, Butik Jepun, Surya Putra, dan Dana Jaya.

Pameran juga melibatkan 10 pelaku UKM kuliner

Kehadiran pelaku IKM, UKM, desainer, dan perajin menunjukkan bahwa pengembangan wastra tidak dapat hanya mengandalkan pelestarian motif dan teknik tradisional. Tantangan berikutnya adalah menciptakan ekosistem yang membuat warisan tersebut memiliki nilai ekonomi, memiliki pasar, dan tetap terlindungi secara budaya.

Bagi Putri Koster, tiga unsur tersebut harus berjalan bersamaan. Seni menjaga jiwa wastra, bisnis memastikan tradisi dapat menghidupi perajin, sementara politik kebudayaan memberikan perlindungan agar identitasnya tidak hilang.

“Mari kita tenun sepenuh jiwa dan kita lestarikan. Syaratnya harus kontinu dan konsisten. Mari bergerak bersama,” ajaknya. (*)

Tags: Budaya Balidekranasda baliDesainer Baliekonomi kreatifFashion BaliIndustri ModeJembranaPerajin BaliPutri KosterTenun BaliWastra BaliWastra Hita Kara
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Chat WhatsApp

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • Cek Depo Pertamina, Koster Minta Distribusi Dipacu
  • BBM Langka di Bali, GMNI Denpasar Desak Pemerintah Buka Data dan Benahi Tata Kelola
  • Masuk Hari Keempat Warga Ngantri Bensin Sampai Pingsan, PMKRI Denpasar Minta Pertamina Segera Lakukan 4 Hal
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist