BALITOPIK.COM, DENPASAR – Bank BPD Bali mencatat sejumlah indikator kinerja positif hingga Agustus 2026. Di tengah dinamika industri perbankan, laba perseroan mencapai Rp945 miliar atau tumbuh 8,14 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Pertumbuhan laba tersebut berjalan beriringan dengan penguatan sejumlah indikator fundamental. Aset Bank BPD Bali hingga Agustus 2026 mencapai Rp44,16 triliun, tumbuh 6,05 persen yoy dan melampaui target yang ditetapkan.
Direktur Utama Bank BPD Bali I Nyoman Sudharma mengatakan penguatan fundamental menjadi bagian penting untuk menghadapi perubahan kondisi ekonomi dan industri perbankan.
“Diskusi dan masukan dalam rapat hari ini menjadi pedoman penting bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, serta memperkuat fondasi bisnis Bank BPD Bali agar lebih adaptif dalam menghadapi dinamika ekonomi ke depan,” ujar Sudharma dalam rapat bersama pemegang saham, Jumat (11/9/2026).
Dari sisi permodalan, modal inti meningkat 21,08 persen yoy menjadi Rp6,25 triliun. Rasio kecukupan modal atau CAR tercatat 30,59 persen.
Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun mencapai Rp36,32 triliun, tumbuh 4 persen yoy. Komposisi dana murah juga menunjukkan peningkatan. Giro tumbuh 13,65 persen, dengan rasio CASA mencapai 66,47 persen.
Efisiensi operasional turut tercermin dari rasio BOPO yang berada di level 59,29 persen.
Kredit UMKM Tumbuh 14,52 Persen
Di sisi intermediasi, penyaluran kredit Bank BPD Bali hingga Agustus 2026 mencapai Rp26,20 triliun atau tumbuh 7,03 persen yoy.
Yang cukup menonjol adalah pertumbuhan kredit UMKM. Penyalurannya mencapai Rp14,15 triliun, meningkat 14,52 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Komposisi kredit produktif juga mencapai 62,39 persen dari total portofolio kredit. Pertumbuhan tersebut ditopang antara lain oleh penyaluran kredit modal kerja dan kredit investasi.
Pertumbuhan kredit tetap dibarengi dengan upaya menjaga kualitas aset. Rasio Non-Performing Loan (NPL) gross tercatat 1,03 persen, sedangkan Loan at Risk (LaR) berada pada level 3,30 persen.
Berdasarkan laporan publikasi keuangan perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Juli 2026 yang disebut dalam laporan perseroan, Bank BPD Bali mencatat laba terbesar kedua di antara 10 Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Indonesia, dengan posisi aset masuk enam besar.
Kinerja tersebut menjadi modal bagi Bank BPD Bali untuk menghadapi tantangan eksternal sekaligus memperkuat perannya dalam mendukung aktivitas ekonomi daerah.
Manajemen menegaskan penguatan fundamental, efisiensi dan penyaluran kredit kepada sektor produktif akan menjadi bagian dari upaya menjaga pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan. (*)









