• Box Redaksi
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Undang-Undang Pers
Bali Topik
  • Home
  • Bali
  • Politik
  • Opini
  • Lifestyle
    Promotion CS Manager Sun Star Motor Bali Group, M. Shalahuddin Jamil. -Balitopik.com

    Sun Star Motor Gelar Special Test Drive Jagoan Anyar Mitsubishi Destinator Premium Family SUV di Denpasar

    Kristiana Aurel Alua

    Luka Diam Perempuan Timur

    Country Manager Ford RMA Indonesia Toto Suharto saat melepas tim ekspedisi Wonderland Indonesia. -IST

    Ford RMA Dukung Ekspedisi Wonderland, Bakal Tempuh Jarak Ribuan KM di Indonesia Timur

    Sapardi Djoko Damono

    Sebelum Berakhir, Kenanglah Sapardi dan Bulan Juni

    Wamen Ekraf Kagum Lihat Langsung Ratusan Animator Indonesia di Studio BBF Bali

    Wamen Ekraf Dorong BBF Bali Ciptakan Animasi Budaya Indonesia untuk Dunia, Belajar Dari Jumbo

    Trending Tags

    • Pandemic
  • Nasional
  • Hukum
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Bali
  • Politik
  • Opini
  • Lifestyle
    Promotion CS Manager Sun Star Motor Bali Group, M. Shalahuddin Jamil. -Balitopik.com

    Sun Star Motor Gelar Special Test Drive Jagoan Anyar Mitsubishi Destinator Premium Family SUV di Denpasar

    Kristiana Aurel Alua

    Luka Diam Perempuan Timur

    Country Manager Ford RMA Indonesia Toto Suharto saat melepas tim ekspedisi Wonderland Indonesia. -IST

    Ford RMA Dukung Ekspedisi Wonderland, Bakal Tempuh Jarak Ribuan KM di Indonesia Timur

    Sapardi Djoko Damono

    Sebelum Berakhir, Kenanglah Sapardi dan Bulan Juni

    Wamen Ekraf Kagum Lihat Langsung Ratusan Animator Indonesia di Studio BBF Bali

    Wamen Ekraf Dorong BBF Bali Ciptakan Animasi Budaya Indonesia untuk Dunia, Belajar Dari Jumbo

    Trending Tags

    • Pandemic
  • Nasional
  • Hukum
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Bali Topik
No Result
View All Result

Memuliakan Warisan Adiluhung Desa Adat

Reporter balitopik.com
3 July 2024 - 4:43 am
in Bali
0

Kolase: Gubernur Bali 2018-2023, Wayan Koster dan penulis, Agus Dei. -Balitopik.com

Share on FacebookShare on WhatsappShare on Twitter

Meretas Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Oleh: Dr. Agus Dei (Akademisi, Penulis, Mantan Wartawan).

Balitopik.com – Selama 100 tahun terakhir, perubahan budaya itu memang sangat cepat dan orang menyebut sebagai satu kemajuan. Saking majunya, kita sampai pada satu titik, kita linglung, bingung mau ke mana. Kita seperti tercerabut dari akar, sedangkan yang di depan terlalu jauh untuk diraih.

Begitupun Desa-desa adat di Indonesia yang makin tertantang zaman. Deras dan cepatnya perubahan zaman menggeser nilai-nilai tradisi dan adat masyarakat.

Arus budaya modern membuat masyarakat kehilangan orientasi budaya, sehingga pada tahun 2016, ada program pemerintah yakni Revitalisasi Desa Adat. Masyarakat dalam komunitas budaya itu perlu hidup, berkembang, serta menghidupi nilai budaya dan tradisinya masing-masing.

Nilai-nilai khas tersebut merupakan pegangan hidup dan prinsip aktivitas sehari-hari bagi anggotanya. Nilai itu diyakini dengan teguh kebenaran dan kesakralannya serta diwariskan secara turun-temurun sehingga menjadi kekayaan bangsa yang wajib dilestarikan dan dilindungi.

Bali memiliki khazanah budaya yang melimpah, baik berupa tangible cultural heritage (warisan budaya benda) maupun intangible cultural heritage (warisan budaya tak benda). Khazanah budaya ini bersumber dari desa adat, nilai, tradisi, adat istiadat, dan kearifan lokal yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat.

Apabila kekayaan budaya ini dikelola dengan baik, dapat menjadi kekuatan penggerak dan modal dasar pembangunan berkelanjutan di Bali.

Dalam perbincangan dengan penulis tentang keberadaan Desa Adat di Bali, Gubernur Bali 2018-2023, Dr. Ir. I Wayan Koster, MM  menegaskan, sesungguhnya desa adat merupakan warisan adiluhung Ida Bhatara, Leluhur, dan Lelangit Bali, yang sejak ribuan tahun telah menjadi benteng pertahanan peradaban Bali.

Adat istiadat Bali menyatukan Krama dalam tata-titi hukum adat yang mengatur hubungan pemerintahan, kemasyarakatan, dan kebudayaan yang terlembagakan dalam desa adat, meliputi Parahyangan, Pawongan, dan Palemahan.

Pak Koster menyadari dan meyakini sepenuhnya keluhuran dan kemuliaan Desa Adat di Bali, sehingga cita-cita memuliakan warisan adiluhung menjadi hulu dari kebijakan pembangunan Bali secara fundamental dan komprehensif.

Kata pak Koster, sejak lama desa adat tidak mendapat pengakuan, perlindungan, perhatian, dan keberpihakan yang memadai dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Keberpihakan yang tidak memadai itu, tercermin dari: lemahnya regulasi, tidak ada perangkat daerah yang khusus menangani urusan desa adat, tidak ada Kantor Majelis Desa Adat yang representatif, dan minimnya dukungan anggaran dibandingkan dengan kemuliaan serta posisi sangat vital dan strategis Desa Adat di Bali.

Karena itu, setelah dilantik pada tanggal 5 September 2018, Pak Koster langsung mengambil langkah-langkah cepat untuk memperkuat kedudukan, kewenangan, dan fungsi desa adat dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman, guncangan, dan intervensi serta persaingan global.

Langkah awalnya dia langsung membentuk Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali untuk memperkuat kedudukan, kewenangan, dan fungsi desa adat diikuti dengan membentuk Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali yang khusus menangani urusan Desa Adat. Selanjutnya, membangun Gedung Kantor Majelis Desa Adat Provinsi Bali dan Kota/Kabupaten se-Bali mulai tahun 2019 hingga tahun 2022 dengan dana Bantuan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan.

Menyediakan pegawai dan sarana-prasarana untuk mendukung kegiatan pembinaan desa adat, dan yang paling terpenting adalah meningkatkan alokasi anggaran untuk 1.493 desa adat sebesar Rp 447,9 miliar, yang ditransfer langsung ke rekening masing-masing desa adat sebesar Rp 300 Juta per tahun sejak 2020.

Keberanian yang dilakukan pak Koster ini, adalah untuk pertama dalam sejarah Pemerintahan Daerah di Bali dan  satu-satunya di Indonesia.

Menurut Pak Koster, kebijakan pemuliaan Desa Adat di Bali merupakan Tonggak Peradaban BALI ERA BARU. Desa adat dalam BALI ERA BARU niscaya semakin maju dengan tetap mempertahankan jati diri, menjaga eksistensi secara berkelanjutan, dari generasi ke generasi sepanjang zaman, dalam menghadapi dinamika modernisasi global.

Kebijakan pemuliaan desa adat memastikannya semakin berdaya dalam meningkatkan etik dan etos, serta swagina Krama Bali dalam membentuk kebudayaan yang khas, lentur, dan berdaya guna untuk membangun kesejahteraan bersama dengan guyub, semangat gotong royong, gilik-saguluk paras paros, salulung sabayantaka, sarpanaya, sesuai linggih, sesana, swadharma, dan swadikara.

Jika kita mengingatkan kembali bagaimana dulu orang bisa membangun peradaban. Hal itu bukan berarti kita ingin kembali ke kehidupan masa lalu. Tentunya kita ingin modern, tapi dengan cara kita sendiri, dari tradisi sejarah kita sendiri, tidak meniru gaya Eropa, Tiongkok, ataupun gaya Arab.

Untuk memanggil kembali ingatan masa lalu, kita butuh revitalisasi desa adat. Revitalisasi itu berfokus pada kesadaran, bukan semata menghidupkan secara fisik, seperti membangun rumah adat yang bisa rusak lima tahun kemudian.

Hal ini menjadi jelas, keberpihakan terhadap Desa Adat di Bali sebagai warisan adiluhung terus dilestarikan dan dijaga keberlangsungannya secara nyata, dan telah ditunjukan oleh anak Desa Sembiran, Buleleng itu, ketika menjabat gubernur lima tahun lalu dengan berbagai kerja nyata, terukur serta terprogram dalam Visi Nangun  Sat Kerthi Loka Bali.

Bali dengan jumlah penduduk sekitar 4,3 juta jiwa di atas luas 5.636,66 Km persegi. Hingga saat ini memiliki 1500 desa adat di sembilan kabupaten/kota, 57 kecamatan, 636 desa dan 80 kelurahan. Menurut Kepala Dinas Pemajuan Masyarakat Adat (DPMAD) Provinsi Bali, IGAK Kartika Jaya Seputra, sebelumnya memang hanya sejumlah 1.493 desa adat.

Namun sekarang bertambah lagi tujuh, sehingga totalnya menjadi 1.500 desa adat di Bali. Ketujuh desa adat yang baru ini bukan dari pemekaran. Namun desa adat yang tercecer. Dari tujuh desa adat itu, terletak di Kecamatan Nusa Penida Klungkung sebanyak tiga desa adat, kemudian dua di Bangli, dan dua di Badung.

“Jadi saat pembahasan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2019 Tentang Desa Adat di Bali, tujuh desa adat itu sedang berproses, sehingga tidak dimasukkan. Namun, ketujuh desa adat tersebut, sudah ditetapkan dengan Surat Keputusan Gubernur pada Agustus 2023 lalu,” cerita Kadis PMAD belum lama ini.

Prof. Dr. Wayan P Windia, Guru Besar Hukum adat Universitas Udayana menegaskan desa adat merupakan kesatuan masyarakat hukum adat di Bali yang memiliki wilayah, kedudukan, susunan asli, hak-hak tradisional, harta kekayaan sendiri, tradisi, tata krama pergaulan hidup masyarakat secara turun temurun dalam ikatan tempat suci yakni kahyangan tiga atau kahyangan desa.

Selain itu terdapat juga misi yang ingin diwujudkan, yakni memperkuat kedudukan tugas dan fungsi desa adat dalam menyelenggarakan kehidupan krama Bali yang meliputi parahyangan, pawongan dan palemahan.

“Penguatan desa adat juga dilakukan pada penguatan pemerintahan/ kelembagaan desa adat, pengembangan perekonomian desa adat, pemberdayaan krama desa adat, pemajuan hukum adat, memantapkan sistem pengamanan wewidangan desa adat serta mampu membangun kerjasama desa adat, sehingga mampu mewujudkan penguatan desa adat untuk mewujudkan kasukertan desa adat yang meliputi ketentraman, kesejahteraan, kebahagiaan dan kedamaian sekala-niskala,” tambah Prof Windia.

Bali sudah ada 1500 desa adat yang berdiri kokoh dan menjaga tradisi serta warisan budaya sebagai roh kehidupan masyarakatnya. Perda Nomor 4 tahun 2019 telah menetapkan urusan desa adat menjadi wajib. Artinya, ke depan, Pemda Bali harus tetap hadir dalam upaya-upaya pembangunan di bidang kebudayaan secara makro.

Melalui fasilitasi ini, diharapkan komunitas budaya dan desa adat selalu terjaga keberadaannya. Keberadaan masyarakat adat dan komunitas budaya menjadi media strategis bagi upaya interaksi masyarakat pendukungnya, sosialisasi dan pendidikan nilai-nilai desa adat dan budaya kepada masyarakat luas.

Warisan adiluhung harus dijaga sehingga proses pewarisannya berlangsung mulus dari satu generasi ke generasi berikutnya. Anak-anak Bali masa kini, menjadi garda terdepan dalam menyerap warisan adiluhung sekaligus belajar mempraktikkannya. Kalau bukan kalian, siapa lagi! Semoga! (*)

Tags: Agus DeiGubernur BaliNangun Sat Kerthi Loka BaliPilgub BaliWarisan Desa AdatWayan Koster
Previous Post

Parta Akan All Out, Ajak KIM Menangkan Paslon Pilgub Bali Dari PDIP

Next Post

“Benang Merah” Laudato Si, SDGs dan Nangun Sat Kerthi Loka Bali

Related Posts

Bali

Spanduk “Polri Biadab” Muncul di Denpasar Usai Insiden Demonstran Dilindas Polisi di Jakarta

Reporter balitopik.com
29 August 2025 - 2:46 am
0

Balitopik.com, BALI - Sejumlah spanduk bernada sarkas bertebaran di berbagai titik strategis Kota Denpasar, Bali, sejak pagi ini, Jumat (29/8/2025)....

Read moreDetails

Forum Investasi Pekan Iklim Bali 2025, Skema Pembiayaan Menuju Emisi Nol Bersih

28 August 2025 - 8:24 am

Enam Perda Baru Rampung Tahun Ini, Termasuk Nominee

28 August 2025 - 6:45 am

Ping Ping, Alumni ISI Bali Telah Kembali

28 August 2025 - 2:36 am

Konsisten Jaga Budaya, Pemprov Bali Hibah Tanah untuk ISI Bali

27 August 2025 - 9:59 am
Next Post

"Benang Merah" Laudato Si, SDGs dan Nangun Sat Kerthi Loka Bali

Hanura Rekomendasikan Suardana Jadi Calon Wakil Bupati Buleleng

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ADVERTISEMENT

Premium Content

De Gadjah saat disambut massa di Banjar Gaduh, Desa Kaba Kaba, Kediri, Tabanan. -Balitopik.com

De Gadjah: Prabowo Menang di Bali Wajar Kita Minta Kesejahteraan untuk Rakyat Bali

15 October 2024 - 12:37 pm

Polda Bali Tanggapi Wayan Setiawan, Sosok yang Mengaku Tau Markas Oplos Gas Melon

6 June 2024 - 5:00 pm
Sapardi Djoko Damono

Sebelum Berakhir, Kenanglah Sapardi dan Bulan Juni

18 June 2025 - 4:48 am

Browse by Category

  • Bali
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Teknologi
  • Travel
  • Uncategorized
  • World

Browse by Tags

Adi Arnawa (16) Agus Dei (14) Badung (13) Bali (69) Bali Topik (60) Bro Shalah (14) Buleleng (20) Bupati Badung (15) De Gadjah (149) De Gadjah For Bali (20) DPRD Bali (23) DPR RI (14) Flobamora Bali (19) Gerindra (47) Gerindra Bali (50) Giri Prasta (61) Google (105) Gubernur Bali (79) Gubernur Koster (17) Imigrasi Ngurah Rai (14) I Wayan Adi Arnawa (16) Kanwil Kemenkumham Bali (14) Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali (22) Koster-Giri (48) KPU Bali (14) Kriminal (14) Kura-Kura Bali (20) Mulia-PAS (72) Nangun Sat Kerthi Loka Bali (20) Pantai Serangan (17) PDIP Bali (17) PDI Perjuangan (33) Pemkab Badung (15) Pilgub Bali (137) Pilkada 2024 (15) Pilkada Bali (76) PMKRI Denpasar (18) Polda Bali (29) Prabowo-Gibran (19) Prabowo Subianto (33) PT Bali Turtle Island Development (BTID) (20) PT BTID (32) Pulau Serangan (34) Wayan Koster (231) WNA (25)
Bali Topik

Website ini berhubungan dengan berita, diskusi, atau informasi berbagai topik di Bali. Ini dapat berfungsi sebagai platform bagi orang-orang untuk mengeksplorasi dan terlibat dalam diskusi tentang budaya Bali, pariwisata, politik gaya hidup, dan peristiwa terkini.

Learn more

Categories

TOPIK MEDIA GROUP

  • Box Redaksi
  • Pedoman Media Siber

Recent Posts

  • Spanduk “Polri Biadab” Muncul di Denpasar Usai Insiden Demonstran Dilindas Polisi di Jakarta
  • Publik Murka Aksi Massa Makan Korban, KMHDI Desak Polri Evaluasi Menyeluruh
  • Forum Investasi Pekan Iklim Bali 2025, Skema Pembiayaan Menuju Emisi Nol Bersih

© 2023-2024 - Balitopik

No Result
View All Result
  • Home
  • Bali Topik
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Entertainment
  • Hukum

© 2023-2024 - Balitopik

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?