• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Country Director WRI Indonesia T. Nirarta ‘Koni’ Samadhi (dua dari kanan). -IST

Pemerhati Lingkungan Soroti Proyek Terminal LNG Sidakarya

1 tahun ago
Bappeda Badung Gelar Rakor Percepatan Penanganan Stunting Tahun 2026, Perkuat Intervensi dari Hulu

Angka Stunting Badung Naik, Pemkab Perkuat Deteksi dari Hulu

1 jam ago
I Made Ariel Suardana (tengah) dan tim hukum I Made Daging lainnya di Propam Polda Bali. -BALITOPIK.COM

Ariel Suardana Minta Propam Usut Dugaan Penghalangan Laporan Made Daging

6 jam ago
Herman Umbu Billy. -BALITOPIK.COM

Umbu Billy Putera Sumba Dipercaya Jadi Dewan Pakar Gekrafs Bali

6 jam ago
Gubernur Bali dan jajajaran saat menerima dialog perwakilan mahasiswa dan buruh terkait kenaikan upah 2027. -BALITOPIK.COM

Koster Ungkap Proyeksi Upah 2027: Badung Tembus Rp4 Jutaan

11 jam ago
Gubernur Bali Wayan Koster saat menemui massa aksi di Lapangan Renon, Denpasar. -BALITOPIK.COM

Temui Buruh Tuntut UMP Bali Rp5,2 Juta, Koster Janji Akan Lakukan yang Terbaik

1 hari ago
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Badung, Drs. Anak Agung Ngurah Rai Yuda Darma. -IST

Pengangguran di Badung Turun Jadi 1,57 Persen, 601 Tenaga Kerja Terserap ke Luar Negeri

1 hari ago
Kelian Subak Puluai,Desa Peninjoan, Kecamatan Tembuku, Bangli Ketut Sirka dan pegiat antikorupsi Gede Angastia saat meninjau lokasi subak. -IST

Petani Ungkap Kejanggalan Proyek Irigasi Rp137 Miliar di Bangli

1 hari ago
Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat KMHDI, I Nengah Candra Irawana

KMHDI ingatkan lahan bekas karhutla jangan jadi perkebunan sawit oligarki

2 hari ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Pemerhati Lingkungan Soroti Proyek Terminal LNG Sidakarya

Reporter balitopik.com
12 Juli 2025 - 7:12 am
Country Director WRI Indonesia T. Nirarta ‘Koni’ Samadhi (dua dari kanan). -IST

Country Director WRI Indonesia T. Nirarta ‘Koni’ Samadhi (dua dari kanan). -IST

Balitopik.com, DENPASAR – Pemerhati lingkungan yang juga Country Director WRI Indonesia T. Nirarta ‘Koni’ Samadhi menyoroti Rencana pembangunan terminal LNG (Liquefied Natural Gas) di Sidakarya. Menurutnya, transisi energi ke arah yang bersih dan terbarukan memang merupakan tujuan utama, dan LNG meski lebih bersih dibanding batu bara, tetap bukan energi terbarukan.

“LNG itu lebih bersih, tapi tidak terbarukan. Kalau bisa langsung ke energi yang bersih dan terbarukan, kenapa tidak? Tapi segala sesuatu tentu butuh proses, transisi dan kesiapan, termasuk investasi dan teknologi,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa secara formal, pemerintah pusat memang memasukkan terminal LNG sebagai bagian dari Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), bersamaan dengan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) skala besar di Bali.

“Kalau boleh memilih, tentu kita pilih PLTS dulu karena langsung menuju energi bersih. Bahkan saya dengar ada investor dari Korea yang tertarik membangun pembangkit tenaga listrik hidrogen di Bali. Itu teknologi tinggi, langsung bersih dan terbarukan,” katanya.

Terkait dampak pembangunan terminal LNG yang rencananya akan dibangun di Sidakarya, Koni menekankan pentingnya pendekatan sistem secara menyeluruh.

“Ada pendekatan teknik sistem dinamik, untuk melihat efek dari intervensi terhadap sistem energi secara luas. Misalnya kalau kita dorong kendaraan listrik, maka harus dilihat juga dampaknya ke kebutuhan nikel dan bahan baku lainnya. Hal sama berlaku untuk LNG. Apakah manfaat ekonominya lebih besar dari risikonya? Itu perlu dikaji dengan modeling yang kompleks,” jelasnya, di Denpasar Jumat 11 Juli 2025.

Namun ia mengakui bahwa sampai saat ini belum ada kajian sistematis yang dilakukan oleh lembaga atau koalisi lingkungan hidup terkait dampak spesifik pembangunan terminal LNG di Sidakarya, termasuk terhadap ekosistem laut Serangan.

“Memang belum ada kajian konkret dari kami. Tapi saya kira lembaga riset seperti universitas punya kapasitas untuk membuat modeling dan analisis yang lebih dalam dan akurat,” ujarnya.

Sebelumnya proyek LNG Sidakarya yang menjadi program prioritas energi bersih Pemprov Bali sudah melalui kajian yang komprehensif, baik kajian lingkungan, resiko dan sebagainya. Pemprov Bali sendiri membuat program wilayah terdampak yang disebut Sekartanur (Serangan, Sidakarya, Sesetan dan Sanur).

Dengan melakukan mitigasi kebutuhan  dan kepentingan desa adat. Kehadiran Tersus LNG dijadikan momentum penataan kawasan dan juga memenuhi kebutuhan dan kepentingan desa desa adat yang ada di sekitarnya.

Gubernur Bali I Wayan Koster menegaskan bahwa pembangunan terminal LNG merupakan bagian dari Program Bali Mandiri Energi Bersih yang mendukung target Net Zero Emission 2045 dan menjaga keberlanjutan lingkungan serta pariwisata Bali.

“Bali adalah pulau kecil, destinasi wisata dunia. Tidak boleh tergantung pada energi dari luar. Kita harus mandiri dengan energi bersih,” tegas Koster di Denpasar, 5 Juni 2025.

Ia menjelaskan bahwa proyek ini telah melalui kajian lingkungan secara menyeluruh, termasuk Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Menurut Koster, jalur kapal LNG tidak melewati terumbu karang aktif, kemudian kapal LNG hanya datang setiap 42 hari, dan bongkar muat berlangsung 24 jam. Ketiha pipa gas dipasang di kedalaman 15 meter, di bawah akar mangrove, tanpa mengganggu ekosistem.

“LNG tidak mudah meledak, dan jika bocor akan menguap ke udara dan teknologi pengerukan menggunakan kapal hisap pasir dan kelambu lumpur untuk mencegah kekeruhan laut,” papar Koster.

Koster menambahkan, proyek ini juga akan memberikan manfaat ekonomi bagi desa adat terdampak seperti peluang kerja sama BUMDes dan BUMDA, serta pengembangan kawasan wisata.

“Semua proses harus jelas dan benar. Saya tidak akan membiarkan pembangunan merugikan masyarakat atau dilakukan secara represif,” ucapnya.

Terminal LNG Sidakarya akan terintegrasi dengan PLTG Pesanggaran dan pembangkit baru di perbatasan Denpasar-Gianyar. Targetnya, pada 2029 kapasitas listrik Bali akan mencapai 1.550 MW untuk mengimbangi pertumbuhan kebutuhan listrik.

Gubernur Koster juga menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat akan dijamin selama proses pembangunan, dan komitmen untuk menjaga lingkungan tetap menjadi prinsip utama.

Program Bali Mandiri Energi ini dirancang untuk mengurangi ketergantungan pada batu bara dan solar, memperkuat ketahanan energi lokal, dan mendorong transisi menuju ekonomi hijau yang mendukung pariwisata berkelanjutan. (*)

Tags: Bali Energi BersihEnergi BersihLNG Sidakarya
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Chat WhatsApp

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • Angka Stunting Badung Naik, Pemkab Perkuat Deteksi dari Hulu
  • Ariel Suardana Minta Propam Usut Dugaan Penghalangan Laporan Made Daging
  • Umbu Billy Putera Sumba Dipercaya Jadi Dewan Pakar Gekrafs Bali
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist