BALITOPIK.COM, BADUNG – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta resmi menutup Pesta Kesenian Bali (PKB) Kabupaten Badung XLVIII Tahun 2026 di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Minggu (7/6/2026).
Penutupan agenda budaya tahunan tersebut dirangkaikan dengan pelepasan 26 duta seni yang akan mewakili Kabupaten Badung pada ajang Pesta Kesenian Bali tingkat Provinsi Bali.
Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa menegaskan bahwa seni dan budaya merupakan fondasi penting dalam pembangunan Bali. Menurutnya, pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), dan penguatan ekonomi masyarakat.
“Budaya tidak hanya menjadi identitas masyarakat Bali, tetapi juga merupakan kekuatan yang selama ini menopang sektor pariwisata dan perekonomian daerah. Budaya adalah kekuatan dan identitas utama Bali yang harus terus kita jaga, rawat, dan wariskan kepada generasi muda,” ujar Adi Arnawa.
Ia menambahkan, pembangunan yang berkelanjutan harus mampu menjaga keseimbangan antara pelestarian adat, kemajuan ekonomi, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Menurutnya, ajang seni seperti PKB tidak hanya menjadi ruang pertunjukan budaya, tetapi juga sarana pembinaan dan regenerasi seniman muda agar nilai-nilai tradisi tetap hidup dan relevan dengan perkembangan zaman.
“Pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan ekonomi masyarakat harus berjalan beriringan agar kesejahteraan masyarakat dapat terus meningkat,” katanya.
Adi Arnawa juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Badung dalam mempercepat pembangunan di berbagai sektor. Sejumlah program prioritas yang terus didorong meliputi peningkatan kualitas jalan, pengelolaan sampah, penyediaan air bersih, pembangunan fasilitas publik, hingga penanganan stunting dan peningkatan layanan pendidikan serta kesehatan.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan daerah menjaga identitas budaya dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Kami ingin kemajuan Badung tidak hanya tercermin dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusianya serta kemampuan menjaga dan melestarikan budaya sebagai identitas daerah. Karena itu, kolaborasi seluruh elemen masyarakat menjadi sangat penting dalam mewujudkan tujuan tersebut,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, I Gede Sukadana, menjelaskan bahwa PKB Badung diselenggarakan sebagai upaya pelestarian seni budaya daerah sekaligus mendukung pengembangan pariwisata berkualitas berbasis visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.
Selain menampilkan berbagai pertunjukan seni, PKB Badung 2026 juga diramaikan dengan beragam lomba budaya, mulai dari lomba busana endek, pembuatan gebogan berbahan buah lokal, hingga keterampilan anyaman janur.
Pada kesempatan tersebut, sebanyak 26 duta seni Kabupaten Badung resmi dilepas untuk mengikuti Pesta Kesenian Bali tingkat Provinsi Bali. Mereka akan tampil dalam berbagai kategori, seperti Utsawa (parade), Wimbakara (lomba), dan Reksadana (pagelaran).
Kontingen Badung akan membawakan sejumlah kesenian unggulan Bali, di antaranya Gong Kebyar, Baleganjur, Gender Wayang, hingga Drama Gong.
Acara penutupan turut dihadiri jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Badung, Ketua TP PKK Kabupaten Badung, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Badung, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Badung, serta seluruh peserta PKB Kabupaten Badung 2026.
Melalui ajang ini, Pemerintah Kabupaten Badung berharap semangat pelestarian budaya Bali terus tumbuh di kalangan generasi muda sekaligus memperkuat posisi seni budaya sebagai identitas daerah dan fondasi pembangunan berkelanjutan di Pulau Dewata. (*)









