Balitopik.com, BALI – Ribuan massa aksi dari “Aliansi Bali Tidak Diam” menumpuk di depan gerbang utama Polda Bali, Sabtu (30/8/2025) dari pagi pukul 10.00 WITA hingga saat ini.
Aliansi Bali Tidak Diam ini terdiri dari elemen, masyarakat sipil, mahasiswa, ojol dan buruh lepas. Setidaknya ada 33 tuntutan termasuk pencopotan Kapolri, reformasi institusi kepolisian, hingga bubarkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Aksi ini menjadi panggung rakyat, siapapun diberikan kesempatan untuk berorasi menyampaikan aspirasi. Ojol, mahasiswa hingga ibu-ibu ikut berorasi.
Ditengah ribuan massa aksi itu, petugas atau tim pembersih sampah dari Aliansi Bali Tidak Diam terus berkeliling memungut sampah sisa minuman hingga puntung rokok.
Ardi, Humas Aksi Aliansi Bali Tidak Diam mengatakan pihaknya taat aturan dan peduli terhadap lingkungan. Tim pembersih sampah terus berkeliling agar area sekitar aksi tidak tercemari sampah yang dihasilkan massa aksi.
“Kita adalah cerminan dari masyarakat yang taat aturan dan peduli terhadap lingkungan. Kita aksi hari ini menyampaikan aspirasi dengan kondusif tanpa merugikan siapapun, jangan sampai kita meyumbang sampah,” katanya.
Ia menambahkan, tim sampah dibentuk khusus agar aksi hari ini tetap bersih dari sampah. Tim sampah ini membawa kantong besar dan berkeliling memungut sampah.
“Kita bentuk tim khusus untuk kebersihan karena kita sadar masyarakat Bali adalah masyarakat yang beretika termasuk tertib terkait persoalan sampah. Karena itu kami tidak ingin pihak lain yang membersihkan sampah kami, sampah kami tanggungjawab kami,” tandasnya.
Hingga berita ini diturunkan aksi masih berlangsung dan kondusif. Massa terus berdatangan memenuhi ruas jalan depan Polda Bali. (*)
LENGKAP! 33 Tuntutan Massa Aksi: Makzulkan Prabowo-Gibran, Bubarkan DPR RI
Balitopik.com, BALI - Ribuan massa aksi yang terdiri dari ojol, buruh lepas, masyarakat sipil, mahasiswa hingga ibu-ibu turun ke jalan...
Read moreDetails