• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Seniman kontemporer asal Gianyar Bali, Made Bayak. -Dokumen pribadi

Bali “SOLD” Kritik Sosial Sang Seniman Made Bayak

1 tahun ago
Adi Arnawa menerima Puteri Indonesia Lingkungan 2026 di Badung

Puteri Indonesia Lingkungan 2026 Victoria Kosasie Kunjungi Badung, Adi Arnawa Titip Suarakan Jaga Alam Bali

13 jam ago
Seniasih Giri Prasta mengunjungi balita berisiko stunting di Karangasem

Seniasih Giri Prasta Pantau Balita Risiko Stunting di Karangasem

14 jam ago
Wayan Koster membuka acara DOPEN 2026 di Jimbaran Badung

Ratusan Peserta DOPEN Doakan Bali, Koster: Energi Positif untuk Masa Depan

14 jam ago
Wayan Koster membuka Bali Digital Innovation Festival 2026 di Denpasar

Bali Digital Innovation Festival 2026 Dibuka, Koster Dorong Ekonomi Baru

14 jam ago
Peserta pelatihan wirausaha muda Badung 2026 di Gedung Kwarcab

Badung Siapkan Generasi Muda Jadi Pengusaha, 50 Peserta Ikuti Pelatihan Wirausaha

17 jam ago
Putri Koster sambutan HUT BULDOG Denpasar

HUT ke-13 BULDOG, Putri Koster Ajak Jaga Solidaritas Demi Masa Depan Bali

2 hari ago
Koster dan Adi Arnawa tanda tangan MoU dengan Menteri Imipas di Tangerang

Perketat Pengawasan Orang Asing, Pemprov Bali dan Pemkab Badung Teken MoU Strategis dengan Menteri Imipas

2 hari ago
Wabup Badung memimpin upacara Hari Otonomi Daerah di Puspem Badung

30 Tahun Otonomi Daerah Badung dan Mimpi Wujudkan Asta Cita

2 hari ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Bali “SOLD” Kritik Sosial Sang Seniman Made Bayak

Reporter balitopik.com
14 Januari 2025 - 8:46 am
Seniman kontemporer asal Gianyar Bali, Made Bayak. -Dokumen pribadi

Seniman kontemporer asal Gianyar Bali, Made Bayak. -Dokumen pribadi

Balitopik.com – Baru-baru ini viral sebuah kalimat “Bali Sold Out” meramaikan tayangan media sosial masyarakat dunia maya. Hal itu merujuk pada kondisi Bali saat ini yang hampir habis dikeruk investor.

Katakan saja, seperti reklamasi Teluk Benoa, penguasaan Pulau Serangan oleh PT BTID, tebing-tebing suci di Nusa Dua yang kini masif dikeruk investor, Galian C di Karangasem dan masih banyak lagi.

Terhadap situasi Bali kini, sang seniman Made Bayak pernah melukis. Seniman kontemporer kelahiran Gianyar 27 Juni 1980 itu melukis Pulau Bali dengan dipenuhi kata SOLD atau terjual.

Lukisan lama itu seolah hidup kembali, memiliki roh dan berbicara mewakili leluhur dan tulang-tulang yang terkubur di bawah beton.

Bali Sold – Lukisan Made Bayak tahun 2013

Kepada Bali Topik, Selasa (14/1/2025), Made Bayak menjelaskan perjalanan karya itu. Bahwa lukisan itu dibuat pada tahun 2013 dalam sebuah pertunjukan seni di Ubud. Namun ia sengaja memostingnya kembali di instagram di awal tahun tepat 1 Januari 2025.

“Karya ini dibuat tahun 2013 lalu, saya repost ulang saat tahun baru kemarin di IG saya, ternyata responnya banyak sekali, banyak DM masuk ke saya mereka merasa terwakili dengan karya ini, bagaimana situasi Bali hari ini yang semakin krodit dan masifnya pembangunan yang merampas ruang hijau dan tidak peduli dengan alam dan lingkungan,” ujar Made Bayak.

Pada lukisan yang diposting di instagram @madebayak tepat 1 Januari 2025 itu, dia memberi keterangan sarkastik. Pesan yang menampar para pemangku kebijakan yang dalam kebijakannya lebih pro terhadap kapitalis, tanpa memperhatikan keberlanjutan alam Bali.

“Happy fckin new year folks, enjoy, obey the rules and regulations (Selamat tahun baru kawan, nikmati, patuhi peraturan dan ketentuan, Red),” begitu tulisnya.

Sekilas tentang Made Bayak

Made Bayak adalah seorang seniman kontemporer dari Bali yang lahir pada tanggal 27 Juni 1980 di Gianyar. Dia dikenal karena karyanya yang mengkritik konsumerisme dan pariwisata di Bali yang menyebabkan kerusakan lingkungan.

Made Bayak menggunakan sampah plastik sebagai bahan untuk membuat lukisannya, yang kemudian ia sebut sebagai “Plasticology”.

Karyanya yang paling terkenal adalah seri “Monster Plastik” yang menggambarkan betapa rusaknya lingkungan Bali akibat sampah plastik. Melalui karyanya, Made Bayak ingin menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan dan mengurangi penggunaan plastik. (*)

Tags: Bali SoldBali Sold OutMade Bayak
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Twitter

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • Puteri Indonesia Lingkungan 2026 Victoria Kosasie Kunjungi Badung, Adi Arnawa Titip Suarakan Jaga Alam Bali
  • Seniasih Giri Prasta Pantau Balita Risiko Stunting di Karangasem
  • Ratusan Peserta DOPEN Doakan Bali, Koster: Energi Positif untuk Masa Depan
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?