BALITOPIK.COM, JAKARTA – Nasabah Bank BPD Bali kini punya lebih banyak pilihan untuk melakukan transaksi digital. Selain bisa membayar berbagai tagihan melalui layanan digital bank, nasabah juga dapat menggunakan QRIS Bank BPD Bali saat bertransaksi di Hong Kong.
Dua layanan tersebut dikembangkan Bank BPD Bali melalui kerja sama dengan PT Rintis Sejahtera dan PT Artajasa Pembayaran Elektronis. Pengembangan layanan ini diperkenalkan dalam rangkaian Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) x Indonesia Fintech Summit and Expo (IFSE) 2026 di Jakarta, Kamis (25/9/2026).
Kerja sama dengan Rintis menambah dua penyedia layanan tagihan (biller) berskala nasional ke dalam sistem pembayaran digital Bank BPD Bali.
Artinya, nasabah dapat membayar lebih banyak kebutuhan rutin melalui aplikasi Bank BPD Bali tanpa harus datang atau mengantre secara langsung. Layanan tersebut mencakup pembayaran tagihan yang tersedia dalam jaringan biller yang terhubung dengan sistem bank.
Sementara kerja sama dengan Artajasa memperluas penggunaan QRIS lintas negara atau QRIS Cross Border Bank BPD Bali hingga Hong Kong.
Dengan layanan ini, nasabah yang sedang berada di Hong Kong untuk berwisata, kuliah, maupun keperluan bisnis memiliki pilihan pembayaran non-tunai menggunakan aplikasi mobile banking Bank BPD Bali.
Caranya pun seperti transaksi QRIS pada umumnya. Nasabah cukup memindai kode QR pada merchant yang masuk dalam jaringan layanan tersebut.
Bagi Bank BPD Bali, perluasan ini menjadi bagian dari penyesuaian layanan dengan mobilitas nasabah yang semakin tinggi. Terlebih Bali memiliki hubungan yang erat dengan aktivitas pariwisata dan bisnis internasional.
Direktur Bisnis Bank BPD Bali I Nyoman Sumanaya mengatakan pengembangan tersebut dilakukan agar layanan digital bank semakin dekat dengan kebutuhan sehari-hari nasabah.
“Kami berupaya memperluas jangkauan layanan digital Bank BPD Bali agar lebih mudah diakses masyarakat. Penambahan layanan tagihan nasional dan perluasan QRIS ke Hongkong ini adalah langkah nyata kami untuk memberikan pengalaman transaksi yang lebih praktis,” ujar Sumanaya.
Direktur Teknologi Informasi Bank BPD Bali Ida Bagus Gede Setia Yasa mengatakan pengembangan teknologi juga diarahkan agar berbagai layanan pembayaran dapat terhubung dalam satu sistem.
“Transformasi digital kami arahkan untuk membangun sistem yang terintegrasi dengan baik. Kerja sama dengan Rintis dan Artajasa membantu kami dalam menyediakan fasilitas pembayaran yang aman dan terhubung, baik di dalam negeri maupun di luar negeri,” katanya.
Dengan penambahan layanan biller dan perluasan QRIS Cross Border tersebut, Bank BPD Bali ingin membuat aktivitas transaksi nasabah lebih sederhana, termasuk ketika kebutuhan pembayaran tidak lagi terbatas di dalam negeri. (*)









