• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Sejumlah karya Lie Ping Ping yang dipamerkan. -Balitopik.com

“Belajar Kencing” Pameran Tunggal Alumni ISI Bali

5 bulan ago
Salah satu peserta penanaman 1.000 pohon di Nuanu Creative City. IST

Nuanu Tanam 1.000 Pohon Lokal untuk Restorasi Ekologi Bali

11 jam ago
Potret Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) yang digelar di Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Denpasar, Selasa (26/5/2026). -IST

Bawaslu Denpasar Bentuk Kader Pengawasan Partisipatif untuk Sambut Pemilu 2029

14 jam ago
Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Pemkab Badung saat turun langsung meninjau sejumlah sentra pertanian dan peternakan. -IST

Badung Pastikan Stok Pangan Tetap Aman Jelang Idul Adha, Galungan dan Kuningan

15 jam ago
Gubernur Bali Wayan Koster saat zoom. -IST

Bali Jadi Percontohan Nasional Digitalisasi Bansos, Koster Tekankan Akurasi Data Penerima

16 jam ago
Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Kabupaten Badung melakukan kunjungan kerja dan studi tiru ke Rumah berdaya UPTD Pelayanan Sosial Griya Bina Karya Dinas Sosial, Provinsi Jawa Barat, Jumat (22/05/2026). -IST

K3S Badung Pelajari Tata Kelola Rumah Singgah Gratis di Jawa Barat

16 jam ago
Putri Wartini

Pancasila Jadi Benteng Degradasi Karakter Anak di Era Gadget

19 jam ago
Teddy Chrisprimanata Putra, Dosen Ilmu Politik UPN “Veteran” Jakarta

Populisme di Pulaunya Para Dewata

19 jam ago
Simakrama Alumni KMHDI 2026 yang digelar di Rumah Kebangsaan dan Kebhinekaan Satyam Eva Jayate, Denpasar, Minggu (24/5/2026).

Forum Alumni KMHDI Bali Dorong Kader Muda Isi Ruang Strategis Pembangunan

20 jam ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

“Belajar Kencing” Pameran Tunggal Alumni ISI Bali

Reporter balitopik.com
23 Desember 2025 - 6:04 am
Sejumlah karya Lie Ping Ping yang dipamerkan. -Balitopik.com

Sejumlah karya Lie Ping Ping yang dipamerkan. -Balitopik.com

Balitopik.com, DENPASAR – Setelah menggelar pameran Mutualisme pada Agustus 2025 lalu, Lie Ping Ping kembali menggelar pameran terbarunya. Pameran tunggalnya kali ini mengangkat judul Beladjar Kentjing (ejaan lama).

Pameran yang digelar di Warung BK yang terletak di jalan Kenyeri, Denpasar ini berlangsung hingga 14 Januari 2026 mendatang.

Ping Ping menyebut, pemilihan judul Beladjar Kentjing terinspirasi dari kalimat sindiran dimana orang yang kencingnya belum lurus biasanya merujuk pada orang yang tidak tahu apa-apa, masih anak-anak.

“Sebuah sindiran kepada orang yang secara umur biologis telah dewasa tetapi mentalnya masih kanak-kanak,” kata Ping Ping di Denpasar, Senin (22/12/2025).

Lanjut dia, judul ini juga dimaksudkan untuk memantik respon berbeda para audiens atau penikmat karyanya. Pemuda bernama asli Adhe Kurniawan ini menyadari betul bahwa judul pameran itu memiliki diksi yang cukup jorok. Apalagi lokasi pamerannya sendiri digelar di sebuah tempat makan.

Namun tujuannya untuk menimbulkan perspektif yang beragam dari para penikmat seni malah terwujud.

”Ada yang menilai makna judul ini adalah sindiran pedas bahwa jika kencing saja mesti belajar, brarti orag itu sangat bodoh. Ada juga yang menyebut jika judul ini dirasa merujuk ke makna yang lebih dalam yaitu sekalipun buang air kecil bersifat alamiah tapi itu perlu dikendalikan agar tidak belepotan atau mengotori lingkungan, jadi judul ini dianggap ajang introspeksi ke dalam diri,” ungkap pemuda kelahiran 1989 ini.

Pada pameran yang berlangsung hingga 14 Januari 2026 itu, alumni ISI Bali ini memamerkan 13 karya dengan beragam ukuran, mulai dari 40cm x 30cm sampai yang paling besar 1m x 1m.

Ping Ping menyebut bahwa pameran ini berarti sangat dalam bagi perjalanannya sebagai seorang seniman. Menurut dia, lokasi pameran yang digelar di tempat makan merupakan bentuk perlawanan atau sindiran.

”Nah, saya mencoba membuka ruang-ruang kemungkinan bahwa pameran itu bisa kok dimana saja, tidak harus di tempat yang dindingnya putih bersih. Karena bagi saya karya seni membawa nilainya sendiri. Seperti emas yang dilemparkan ke kotoran, tetap saja sejatinya emas itu adalah emas,” pungkasnya.

Tags: ISI BaliLie Ping PingPameranSeniman
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Twitter

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • Nuanu Tanam 1.000 Pohon Lokal untuk Restorasi Ekologi Bali
  • Bawaslu Denpasar Bentuk Kader Pengawasan Partisipatif untuk Sambut Pemilu 2029
  • Badung Pastikan Stok Pangan Tetap Aman Jelang Idul Adha, Galungan dan Kuningan
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?