• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Ketua DPRD Bali (tengah) saat memberikan rekomendasi Pansus TRAP kepada Gubernur Bali Wayan Koster. -IST/BALITOPIK.COM

DPRD Bali Keluarkan Rekomendasi Tegas untuk Handara

3 bulan ago
I Ketut Sumarta

Gawang Kosong, Bola Kekosongan: Sepak Bola sebagai Jalan Sunyi Menuju Kesadaran

17 jam ago
Filosofi Salib: Mengapa Bagian Bawahnya Lebih Panjang? Foto: Rovin Bou

Filosofi Salib: Mengapa Bagian Bawahnya Lebih Panjang?

18 jam ago
Komunitas Seni Nyenit-Nyenir Banjar Sulangai tampil sebagai Duta Kabupaten Badung dalam Pergelaran Semara Pagulingan pada PKB XLVIII 2026 dengan mengangkat filosofi Wong Samar. -IST

PKB 2026 Tembus 1,8 Juta Pengunjung, Omzet IKM dan Kuliner Bali Lampaui Rp16 Miliar

18 jam ago
Gubernur Wayan Koster saat memberikan penghargaan kepada salah satu penerima Adi Sewaka Nugraha. -IST

Koster Anugerahi 12 Seniman Bali Penghargaan Adi Sewaka Nugraha, Masing-masing Terima Rp50 Juta

19 jam ago
Maria Devianita Nanggor dan Maria Devianeta Nanggor. -BALITOPIK.COM

Mahasiswi Kembar Asal NTT Sumbang 6 Medali untuk Bali di Kejurnas Kempo, 3 Emas, 2 Perak 1 Perunggu

1 hari ago
Gubernur Bali, Wayan Koster. -BALITOPIK.COM

Koster Wajibkan Hasil Sensus Ekonomi 2026 Jadi Dasar Perencanaan Pembangunan Bali

1 hari ago
Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta. -BALITOPIK.COM

Giri Prasta: Masukan Fraksi DPRD Jadi Bahan Penyempurnaan APBD Demi Kesejahteraan Krama Bali

2 hari ago
Pertemuan antara Gubernur Bali Wayan Koster dengan Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi di Ruang Rapat Kertha Sabha, Jayasabha, Denpasar, Kamis (9/7/2026). -IST

Progres Bandara Letkol Wisnu dan Pelabuhan Celukan Bawang Buleleng serta Water Taxi Badung

2 hari ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

DPRD Bali Keluarkan Rekomendasi Tegas untuk Handara

Reporter balitopik.com
6 April 2026 - 1:22 pm
Ketua DPRD Bali (tengah) saat memberikan rekomendasi Pansus TRAP kepada Gubernur Bali Wayan Koster. -IST/BALITOPIK.COM

Ketua DPRD Bali (tengah) saat memberikan rekomendasi Pansus TRAP kepada Gubernur Bali Wayan Koster. -IST/BALITOPIK.COM

BALITOPIK.COM, DENPASAR – DPRD Bali melalui Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali mengeluarkan sejumlah rekomendasi strategis terkait pemanfaatan ruang, status penguasaan lahan, serta perizinan di kawasan Handara Golf & Resort Bali.

Rekomendasi itu diserahkan langsung oleh Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya kepada Gubernur Bali Wayan Koster dalam rapat paripurna ke-31 DPRD Bali di Ruang Sidang Utama, Senin (6/4/2026).

Langkah ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD guna memastikan tata kelola ruang di Bali berjalan sesuai regulasi, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan, sosial, dan budaya Bali.

Sorotan pada Tata Ruang dan Risiko Lingkungan

Dalam hasil evaluasi dan inspeksi lapangan, Pansus TRAP menemukan adanya indikasi ketidaksesuaian pemanfaatan ruang dengan ketentuan yang berlaku.

Salah satu perhatian utama adalah meningkatnya risiko banjir di kawasan Desa Pancasari, yang diduga berkaitan dengan dinamika perubahan tata ruang di dataran tinggi Bedugul.

Pansus menilai bahwa interaksi antara kawasan terbangun, kawasan hutan, dan sistem hidrologi belum sepenuhnya selaras dengan prinsip daya dukung lingkungan.

“Ketidakseimbangan antara pembangunan dan fungsi ekologis berpotensi meningkatkan risiko bencana, terutama banjir di musim hujan,” begitu ucap Ketua Pansus TRAP, Dr (C) I Made Supartha S.H., M.H dalam poin analisis Pansus.

Namun demikian, Pansus juga menegaskan bahwa keberadaan Handara bukan faktor tunggal penyebab banjir. Kawasan tersebut dinilai masih didominasi vegetasi alami, sehingga pengaruhnya terhadap perubahan hidrologi bersifat terbatas.

Tekanan di Kawasan Lindung dan Danau Beratan

Pansus TRAP juga menyoroti fenomena over-komersialisasi di kawasan sempadan Danau Beratan. Aktivitas pembangunan yang mendekati bahkan masuk ke area sempadan dinilai berpotensi merusak fungsi lindung kawasan.

Kondisi ini dikhawatirkan dapat, Menurunkan kualitas ekologis danau, Mengganggu sistem hidrologi dan Meningkatkan risiko kerusakan lingkungan.

Pansus menegaskan pentingnya penguatan pengawasan serta penegakan aturan tata ruang untuk mengembalikan fungsi kawasan lindung.

Ketidaksinkronan Data Aset Lahan

Dari sisi aset, Pansus menemukan adanya ketidaksinkronan data sertifikat hak guna bangunan (SHGB).

Pengelola disebut hanya menyampaikan SHGB Nomor 40, 42, dan 43, sementara data Badan Pertanahan Nasional menunjukkan adanya SHGB lain, yakni Nomor 41 dan 44.

Temuan ini menjadi perhatian serius karena berpotensi menimbulkan, Ketidakjelasan penguasaan lahan, Risiko sengketa dan Ketidaktepatan kewajiban pajak dan retribusi.

Pansus mendorong transparansi penuh terhadap seluruh data sertifikat dan meminta dilakukan verifikasi menyeluruh.

Potensi Fragmentasi Perizinan

Dalam aspek perizinan, Pansus melihat adanya kemungkinan fragmentasi izin akibat banyaknya bidang lahan dalam satu kawasan.

Hal ini berpotensi menyebabkan, Ketidaksesuaian antara izin dan kondisi lapangan, Lemahnya pengawasan terpadu dan Deviasi antara rencana awal dan pengembangan aktual.

Pansus menekankan pentingnya konsolidasi seluruh izin agar berada dalam satu sistem yang utuh, transparan, dan akuntabel.

Rekomendasi Strategis Pansus TRAP

Sebagai tindak lanjut, Pansus TRAP DPRD Bali mengeluarkan sejumlah rekomendasi, di antaranya:

  1. Pengembalian SHGB yang telah berakhir
    SHGB Nomor 44 direkomendasikan untuk dikembalikan kepada negara guna dimanfaatkan untuk kepentingan publik.
  2. Evaluasi tanah terlantar
    Badan Pertanahan Nasional diminta menelusuri indikasi tanah yang tidak dimanfaatkan optimal dan melakukan penertiban jika ditemukan pelanggaran.
  3. Penataan ulang pemanfaatan ruang
    Pemerintah diminta memastikan seluruh aktivitas sesuai dengan RTRW dan prinsip keberlanjutan.
  4. Konsolidasi perizinan
    Seluruh izin di kawasan Handara harus diselaraskan agar sesuai dengan kondisi eksisting.
  5. Penguatan fungsi ekologis kawasan
    Penataan kawasan diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara investasi dan kelestarian lingkungan.

Pendekatan Tidak Konfrontatif

Pansus menegaskan bahwa rekomendasi ini bukan bentuk tindakan represif, melainkan langkah penataan yang proporsional dan berbasis regulasi.

Pendekatan yang diambil mengedepankan keseimbangan antara Kepastian hukum bagi pelaku usaha, Perlindungan lingkungan juga Kepentingan publik.

“Penataan dilakukan sebagai bagian dari mekanisme hukum yang berlaku, bukan sebagai tekanan terhadap pelaku usaha,” tegas Supartha. (*)

 

Tags: Aset LahanBedugulBulelengDanau BeratanDPRD BaliHandaralingkungan BaliPansus TRAPPerizinantata ruang
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Chat WhatsApp

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • Gawang Kosong, Bola Kekosongan: Sepak Bola sebagai Jalan Sunyi Menuju Kesadaran
  • Filosofi Salib: Mengapa Bagian Bawahnya Lebih Panjang?
  • PKB 2026 Tembus 1,8 Juta Pengunjung, Omzet IKM dan Kuliner Bali Lampaui Rp16 Miliar
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?