BALITOPIK.COM, DENPASAR – Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta menegaskan bahwa arah pembangunan Bali ke depan tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan investasi yang masuk mampu menjaga budaya, lingkungan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikannya dalam Rapat Konsultasi bersama Wakil Ketua DPD RI Bidang Otonomi Daerah, Politik, dan Hukum, anggota DPD RI, serta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian di The Meru Sanur, Kamis (3/7/2026).
Dalam forum tersebut, Giri Prasta memaparkan bahwa Pemerintah Provinsi Bali terus memperkuat transformasi ekonomi melalui konsep Ekonomi Kerthi Bali, yang menempatkan pembangunan berkelanjutan sebagai fondasi utama dalam menarik investasi.
Menurutnya, strategi tersebut diwujudkan melalui pengembangan ekosistem investasi satu pintu, percepatan transformasi digital, kolaborasi lintas institusi, hingga pemetaan sektor-sektor investasi prioritas yang sesuai dengan karakteristik Bali.
“Investasi di Bali tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus mampu menjaga keseimbangan antara pembangunan, pelestarian budaya, dan kelestarian lingkungan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sejumlah sektor menjadi prioritas investasi, di antaranya pertanian organik, energi bersih, industri berbasis budaya, ekonomi kreatif dan digital, serta pariwisata budaya dan wellness tourism.
Menurut Giri Prasta, seluruh sektor tersebut harus saling mendukung agar mampu menciptakan perekonomian Bali yang lebih tangguh, kompetitif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Seluruh sektor ini harus saling bersinergi untuk mewujudkan perekonomian daerah yang tangguh, unggul, dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Di sektor pariwisata, Pemprov Bali terus memperkuat konsep pariwisata berbasis budaya melalui peningkatan kualitas destinasi, promosi di pasar nasional maupun internasional, serta menjaga citra Bali sebagai destinasi wisata kelas dunia.
Sementara itu, pada sektor ekonomi kreatif dan digital, pemerintah mendorong lahirnya inovasi baru dengan membangun ekosistem yang mampu meningkatkan kualitas produk lokal sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku usaha.
Komitmen terhadap pembangunan hijau juga diperkuat melalui program Bali Mandiri Energi berbasis energi bersih. Giri Prasta mengatakan pemerintah terus mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil melalui pemanfaatan energi baru terbarukan, termasuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap.
Langkah tersebut menjadi bagian dari target Bali dalam mempercepat pencapaian Net Zero Emission (NZE) sekaligus menekan emisi karbon.
Selain itu, Pemprov Bali juga mempercepat pembangunan infrastruktur yang mendukung konektivitas antarkawasan. Program tersebut meliputi pembangunan jalan baru, underpass, pengembangan pelabuhan di Bali Timur, Bali Utara, Bali Barat, dan Bali Selatan, hingga integrasi transportasi darat, laut, udara, dan transportasi publik modern.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPD RI Gusti Kanjeng Ratu Hemas menekankan bahwa keberhasilan pembangunan nasional sangat ditentukan oleh kekuatan daerah.
Menurutnya, pemerintah daerah harus ditempatkan sebagai subjek utama pembangunan sehingga kebijakan nasional benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di daerah.
“Kekuatan ekonomi Indonesia sesungguhnya bertumpu pada kekuatan daerah. Keberhasilan pembangunan nasional sangat ditentukan oleh kemampuan membangun sinergi antara kebijakan pemerintah pusat dengan kebutuhan nyata yang dihadapi daerah,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa investasi tidak boleh hanya diukur dari besarnya nilai proyek atau realisasi investasi.
Menurut Hemas, investasi yang berkualitas harus mampu membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan nilai tambah sumber daya daerah, memperkuat pelaku usaha lokal, serta menghadirkan pemerataan kesejahteraan bagi masyarakat. (*)









