BALITOPIK.COM, BADUNG — Layanan kesehatan jemput bola menjadi salah satu fokus Pemerintah Kabupaten Badung melalui Gerakan Terpadu Nak Badung Sehat (GENTA). Hingga Agustus 2026, layanan home care tercatat telah mencapai 1.885 layanan.
Selain home care, layanan Sigap tercatat 1.796 layanan dan layanan gawat darurat mencapai 1.606 layanan. Pelayanan tersebut mencakup warga lanjut usia, termasuk penerima layanan yang telah berusia hingga 103 tahun.
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengatakan layanan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, termasuk warga yang kesulitan datang langsung ke fasilitas kesehatan.
“Program ini tentu sangat berguna dan bermanfaat sekali buat masyarakat kita. Oleh karena itulah maka melalui gerakan terpadu ini, saya berharap ini akan tetap secara konsisten akan terus berlanjut,” ujar Adi Arnawa saat membuka Gebyar GENTA 2026 di Wantilan Pura Dalem Kahyangan, Banjar Tegal Jaya, Desa Dalung, Selasa (22/9/2026).
Menurut Adi, pelayanan kesehatan tidak hanya dilakukan dengan menunggu masyarakat datang ke fasilitas kesehatan. Pemerintah juga perlu melakukan pendekatan langsung sekaligus memberikan edukasi mengenai program kesehatan yang tersedia.
Dalam Gebyar GENTA, Pemkab Badung menghadirkan pemeriksaan dan konsultasi kesehatan secara gratis. Layanannya mencakup dokter umum dan gigi, kesehatan jiwa, skrining penyakit dalam, pemeriksaan mata, EKG jantung, pemeriksaan kulit, hingga konseling gizi.
Program pencegahan juga mencakup vaksinasi HPV bagi siswi sekolah dasar melalui program BIAS serta vaksinasi pneumonia bagi lansia sesuai indikasi.
Kepala Dinas Kesehatan Badung Bagus Padma Puspita mengatakan GENTA merupakan bagian dari misi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, khususnya pada sektor kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan sosial.
Menurut dia, kegiatan tersebut melibatkan 25 kegiatan lintas organisasi perangkat daerah (OPD) serta BPJS.
Selain pemeriksaan kesehatan, masyarakat juga mendapat layanan ibu dan anak, Posyandu siklus hidup, imunisasi, layanan kesehatan tradisional komplementer, hingga edukasi gizi.
Pemkab Badung juga menggabungkan sejumlah layanan administrasi dalam kegiatan tersebut, seperti aktivasi JKN dan Identitas Kependudukan Digital (IKD), pelayanan perlindungan sosial, serta pemberdayaan UMKM pangan lokal.
Bagus berharap pola pelayanan terpadu tersebut tidak berhenti di satu lokasi. Pemerintah menargetkan model serupa dapat bergerak secara bersamaan di enam kecamatan dan desa-desa di Badung.
“Harapannya ke depan di seluruh enam kecamatan dan di masing-masing desa kita bisa bergerak seperti ini simultan bersama, berkolaborasi,” katanya.









