• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Komunitas Soenda Kecil Desak Negara Ungkap Dalang Pembubaran PWF.

Komunitas Sunda Kecil Desak Negara Ungkap Dalang Pembubaran PWF

2 tahun ago
Ilustrasi sengkata lahan antara Wakil Ketua DPRD Belu Januaria Awalde Berek dan seorang janda lansia Anastasia Lotu.

Klaim Wakil Ketua DPRD Belu atas Tanah Janda Lansia “Dibantah” BPN

58 menit ago
Pengamat komunikasi Publik, Emanuel Dewata Oja.

Klarifikasi Hasan Nasbi Justru Lebih Biadab dari Stigma ‘Londo Ireng”

8 jam ago
Sekda Dewa Indra saat menghadiri penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang pemberian dokumen kependudukan kepada anak telantar di Auditorium ST. Burhanuddin, Kejaksaan Tinggi Bali, Kamis (30/7). -IST

Pemprov Bali dan Kejati Bersinergi Penuhi Hak Administrasi Anak Telantar

23 jam ago
Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menghadiri peringatan Hari Anak Nasional dengan tajuk Ambawarna Raya, yang digelar di Wantilan Kantor Desa Ayunan, Kecamatan Abiansemal, Jumat (31/07/2026). -IST

Rasniathi Adi Arnawa Dorong Anak Berani Berkarya Sejak Dini

1 hari ago
Bupati Badung Adi Arnawa saat menyerahkan santunan kedukaan kepada ahli waris. -IST

Bupati Badung Serahkan Penghargaan dan Reward Rp10 Juta kepada Ahli Waris yang Tertib Urus Akta Kematian

1 hari ago
Rapat koordinasi Dishub Badung dan instansi terkait terkait rencana penertiban parkir liar di terminal Mengwi. -IST

Dishub Badung Gandeng Polisi dan TNI Berantas Parkir Liar di Terminal Mengwi

2 hari ago
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali yang dikelola PT BTID -IST/BALITOPIK.COM

For Hati Bali Kritik Soft Opening Sira Village di KEK Kura-Kura Bali

2 hari ago
Konferensi pers Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) 2026. -BALITOPIK.COM

SUVJF 2026 Dongkrak Okupansi Hotel Ubud, Sthala Sold Out 100 Persen

2 hari ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Komunitas Sunda Kecil Desak Negara Ungkap Dalang Pembubaran PWF

Reporter balitopik.com
26 Mei 2024 - 2:24 pm
Komunitas Soenda Kecil Desak Negara Ungkap Dalang Pembubaran PWF.

Komunitas Soenda Kecil Desak Negara Ungkap Dalang Pembubaran PWF.

Balitopik.com – Pembubaran paksa yang dilakukan oleh ormas Patriot Garuda Nusantara (PGN) kepada diskusi People’s Water Forum (PWF) tanggal 20-21 Mei 2024 di Hotel Oranjje Denpasar meninggalkan tanda tanya.

Bagaimana tidak, Pemerintah Provinsi Bali dan pihak keamanan mencuci tangan pasca ormas PGN pada Senin (20/5) berhasil memporak-porandakan pembukaan diskusi People’s Water Forum dengan sangat arogan. 

Dan pada Selasa (21/5) segerombolan preman mengatasnamakan diri dari Aliansi Masyarakat Bali memboikot Hotel Oranjje sehingga akses peserta, undangan dan jurnalis masuk ke dalam dihalangi oleh para preman itu. Alhasil diskusi akademik tentang air oleh masyarakat sipil itu pun kembali dibubarkan.

Dua kelompok ini membubarkan diskusi People’s Water Forum dengan dalil mengikuti imbauan Pj Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan mengaku tidak menerima laporan atas kejadian tersebut. Padahal pada saat kejadian banyak anggota Polisi ada di lokasi. Anehnya aparat kepolisian yang ada di lokasi membiarkan para preman itu mengambil alih Hotel Oranjje sebagai lokus diskusi PWF.

Sementara, Pj Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya saat ditemui di Gedung DPRD Bali, Selasa (21/5), sore membantah mengeluarkan imbauan pembubaran diskusi PWF. Mahendra Jaya bahkan dengan tegas mengatakan ia justru mendukung adanya diskusi masyarakat tentang air ditengah perhelatan World Water Forum (WWF) di Nusa Dua.

Atas ketidakjelasan itu, Koordinator Komunitas Sunda Kecil Bali, Yosef Yulius Diaz (Yusdi Diaz) mengatakan keadaan itu tentu sangat disayangkan.

Ketua Kelompok Sadar Ketertiban dan  Keamanan (Pokdarkamtibmas) Bhayangkara Provinsi Bali, itu mempertanyakan otoritas pihak keamanan. Yang mana pada kejadian itu kewenangan kepolisian seolah diambil alih oleh ormas.

Menurut Yusdi Diaz, hal tersebut sangat sensitif memicu konflik horizontal.

“Jangan ada kelompok yang dibiarkan mengambil alih otoritas dari pihak yang berwenang apalagi jika itu berpotensi konflik dan membuat gangguan kamtibmas disaat ada perhelatan kenegaraan.”

“Jika patut dibubarkan, ya aparat lah yang seharusnya melakukannya,” kata Yusdi Diaz dalam diskusi Komunitas Sunda Kecil di Warung Sang Dewi, Jalan Tukad Musi I Nomor 5, Renon Denpasar, Sabtu (25/5/2024), sore.

“Sebetulnya kalau tidak terjadi pembubaran People’s Water Forum mungkin semua akan aman. Kalaupun harus dibubarkan ya mestinya pihak yang berwajib kepolisian yang membubarkan. Bukan malah diambil alih ormas,” tegasnya kembali.

Senada dengan itu, Ketua Bidang Kerja Komunitas Soenda Kecil Bali, Yoga Cahyadi mengatakan intimidasi terhadap ruang-ruang kritis seperti pembubaran PWF mestinya tidak terjadi. Apalagi diskusi yang dilakukan oleh PWF itu diruang tertutup dan private.

Karena itu, kata Yoga, dengan fakta yang terjadi, jelas pembubaran PWF itu merupakan murni aksi premanisme dan pembungkaman ruang demokrasi. Dan yang paling fatal pembungkaman itu dilakukan oleh ormas.

Pihaknya mendesak agar negara melalui kepolisian mengungkap siapa dalang dibalik pembubaran paksa PWF oleh para preman itu.

“Bagi kami tindakan itu adalah pelanggaran hukum yang harus ditindak secara hukum oleh kepolisian. Kami ingin semua pihak yang bertanggung jawab harus bertanggung jawab secara hukum.

“Tentunya dengan adanya pelaporan polisi yang dilakukan oleh para korban itu menjadi titik terang dalam proses pembuktian, proses penyelidikan, penyidikan nantinya diproses pembuktian itu harus terang siapa-siapa yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut,” kata Yoga.

Sekretaris KNPI Provinsi Bali itu berharap Polda Bali serius menangani laporan yang sudah dibuat oleh para korban PWF. Yoga percaya Polda Bali mampu mengungkap otak dibalik pembungkaman di PWF.

“Jadi harus melalui kepolisian, kita mendukung kepolisian untuk menegakan hukum, kita percaya kepada polisi bahwa polisi akan mampu mengungkap dalangnya karena ini tanggung jawab kepolisian,” tandasnya. (*)



Tags: Komunitas Sunda KecilPemprov BaliPolda BaliPWFWWF ke-10Yoga CahyadiYusdi Diaz
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Chat WhatsApp

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • Klaim Wakil Ketua DPRD Belu atas Tanah Janda Lansia “Dibantah” BPN
  • Klarifikasi Hasan Nasbi Justru Lebih Biadab dari Stigma ‘Londo Ireng”
  • Pemprov Bali dan Kejati Bersinergi Penuhi Hak Administrasi Anak Telantar
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?