Balitopik.com, DENPASAR – Anggota Komisi III DPR RI, I Nyoman Parta menyayangkan kinerja Pertamina Patra Niaga Jatim Bali Nusra, Pelindo dan KSOP Benoa menyusul temuan kembali tumpahan solar dan bau menyengat di kawasan hutan mangrove yang sudah mati di Benoa.
Dalam tinjauan langsungnya saat menuju Bandara Ngurah Rai, Selasa (3/3/2026), Parta mengaku geram melihat kondisi ekosistem mangrove yang kian merana akibat pencemaran yang seolah dibiarkan tanpa penanganan serius dari otoritas perusahaan BUMN di Benoa.
Nyoman Parta menegaskan bahwa Pertamina sebagai perusahaan negara seharusnya menjadi contoh tanggung jawab lingkungan, bukan justru menjadi sumber masalah.
“Pertamina itu wajah negara! Begitu juga Pelindo dan KSOP. Jangan hanya pintar ambil uang dan cari untung di tanah Bali, tapi begitu ada masalah limbah, kalian saling lempar tanggung jawab dan sibuk ‘ngeles’. Ini sangat memuakkan!” tegas politisi asal Gianyar tersebut.
Menurut Parta, lambannya inisiatif dari pihak operator dan regulator di Pelabuhan Benoa menunjukkan rendahnya empati terhadap kelestarian alam Bali. Ia kekhawatiran air pasang akan membawa solar tersebut meluber lebih jauh ke area mangrove yang masih sehat.
“Pertamina itu perusahan milik Negara, itu adalah wajah depan negara. Mangrove sudah banyak yang mati di sana, sekarang ditambah lagi tumpahan solar. Sayang sekali tidak punya empati dan tanggung jawabnnya rendah,” tutup Parta. (*)







