• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Suasana Sidang Praperadilan Perkara nomor 1 yang melibatkan tersangka Made Dharma, di PN Denpasar, Jum'at (14/2/2025). -Balitopik.com

Menuju Final Kasus Dugaan Pemalsuan Silsilah Keluarga oleh Made Dharma Cs

2 tahun ago
Gubernur Bali Wayan Koster saat memaparkan program ketika menerima kunjungan badan anggaran DPR RI di Bali. -BALITOPIK.COM

Koster Minta Dukungan APBN untuk Infrastruktur Bali, dari Jalan hingga Air Bersih

9 jam ago
Gubernur Bali Wayan Koster dan Bupati-Wali Kota se-Bali saat menerima kunjungan badan anggaran DPR RI di Kantor Gubernur Bali. -BALITOPIK.COM

Gaji PPPK Guru dan Nakes Daerah Ditanggung Pusat Mulai 2027, Koster: Lumayan Membantu

15 jam ago
Inosius Pati Wedu,S.IP

Kerja Keras Tetap Hidup Susah, Membongkar Mitos Hustle Culture di Bali

20 jam ago
Nyoman Parta saat bersalaman dengan Suyudi Ario Seto. -BALITOPIK.COM

Nyoman Parta Titip Empat Harapan kepada Kapolri Baru Suyudi Ario Seto

1 hari ago
Kepala Rudenim Denpasar, Teguh Mentalyad. -BALITOPIK.COM

Jumlah Deteni Rudenim Denpasar Naik 76,92 Persen, Deportasi Terus Dipercepat

2 hari ago
Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Komjen Pol. Suyudi Ario Seto. -IST

Kapolri Baru, Profil dan Jejak Karier Suyudi Ario Seto

2 hari ago
Kepala BNN Kota Denpasar, Dr. Leo Dedy Defretes. -BALITOPIK.COM

BNN Denpasar Ungkap 4 Kasus Etomidate di Bali, Modus Liquid Vape Jadi Perhatian

2 hari ago
Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta saat memimpin Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan 2026 di Ruang Kriya Gosana, Puspem Badung. -IST

Kemiskinan Badung 1,9 Persen, Pemkab Bidik Turun hingga 1,05 Persen pada 2030

3 hari ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Menuju Final Kasus Dugaan Pemalsuan Silsilah Keluarga oleh Made Dharma Cs

Reporter balitopik.com
14 Februari 2025 - 2:50 pm
Suasana Sidang Praperadilan Perkara nomor 1 yang melibatkan tersangka Made Dharma, di PN Denpasar, Jum'at (14/2/2025). -Balitopik.com

Suasana Sidang Praperadilan Perkara nomor 1 yang melibatkan tersangka Made Dharma, di PN Denpasar, Jum'at (14/2/2025). -Balitopik.com

Balitopik.com – Kasus dugaan pemalsuan silsilah keluarga oleh Made Dharma dan 17 tersangka lainnya alias Cs hampir menemui titik akhir. Sebab, dalam sidang perkara praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Jumat 14/2/2025 dengan agenda keterangan saksi ahli sepertinya membuat hakim kepala merasa cukup.

Hakim kepala memutuskan sidang akan dilanjutkan pada Senin 17 Februari 2025 mendatang dengan agenda pembacaan putusan perkara. Tiga saksi yang dihadirkan yaitu Ahli Hukum Adat Ketut Sudanta, Ahli Hukum Pidana Dr. Dewi Bunga, dan saksi korban, Kepala Lurah Jimbaran Wayan Kardiasa.

Dalam keterangannya para saksi ahli memberikan keterangan yang mengarah pada silsilah keluarga yang dibuat oleh Made Dharma Cs itu palsu.

Harmaini Idris Hasibuan, pengacara pelapor I Made Tarip Widarta, menjelaskan bahwa perkara ini berawal dari dugaan pemalsuan silsilah yang dilakukan oleh Made Dharma dan 17 orang lainnya.

“Perkara ini berawal dari pemalsuan silsilah, yang diduga dilakukan oleh Made Dharma dan 17 orang lainnya. Mereka memalsukan surat keterangan waris dari kepala lurah Jimbaran,” ujar Harmaini Idris Hasibuan.

Lebih lanjut, Harmaini Idris menerangkan bahwa ketiga saksi yang memberikan keterangan dalam persidangan tersebut semua membuktikan bahwa benar bahwa surat silsilah keterangan waris itu terbukti palsu.

Dia bilang kalau dari hukum adat apa buktinya bahwa surat itu palsu bahwa saksi Ahli mengatakan nyentana itu tidak mungkin terjadi, kalau ada saudara perempuan itu punya saudara laki-laki dan tidak mungkin terjadi kalau laki-laki punya istri tiga dan kejadiannya pun sudah dari 200 tahun yang lalu dan tidak ada bukti.

Selain itu kata dia, dari ahli hukum pidana menjelaskan teori tentang 263 KUHP itu terdiri dari ayat 1 ayat 2. Ayat 1 membuat surat palsu sedangkan ayat 2 memalsukan surat.

“Nah kalau membuat surat palsu itu dari awal tidak ada, terus dia ada-adain contohnya kayak surat keterangan itu, awalnya itu tidak ada, tidak ada itu apa buktinya?di kantor lurah tanggal itu nggak ada mengeluarkan surat itu kosong, tapi kalau sudah kosong berarti kan apalagi kan gitu ya,” ungkapnya

Ahli hukum pidana itu juga mengatakan bahwa surat-surat palsu itu kalau yang di poin pentingnya adalah tentang isi materinya tidak perlu untuk di forensik dan tidak perlu pembanding atau apapun kecuali pembanding nya itu keterangan yang berbeda dengan materi surat tersebut.

“Jadi kalau ini dia bilang benar surat ini tidak benar. Nah itu perlu membandingkan jadi 263 itu terdiri dari dua ayat itu tadi dijelaskan oleh ahli,” tutupnya. (*)

Tags: Harmaini Idris HasibuanMade DharmaPemalsuan silsilah keluargaPN Denpasar
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Chat WhatsApp

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • Koster Minta Dukungan APBN untuk Infrastruktur Bali, dari Jalan hingga Air Bersih
  • Gaji PPPK Guru dan Nakes Daerah Ditanggung Pusat Mulai 2027, Koster: Lumayan Membantu
  • Kerja Keras Tetap Hidup Susah, Membongkar Mitos Hustle Culture di Bali
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist