• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Wayan Koster (kanan) dan Cok Ace.

Meretas Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali – Mungkinkah Tinggal Kenangan?

2 tahun ago
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali, Felucia Sengky Ratna didampingi Kakanim Imigrasi Ngurah Rai Bugie Kurniawan saat memantau situasi Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. -IST/BALITOPIK.COM

40 Penerbangan Timur Tengah Batal, Imigrasi Bali Beri Solusi bagi WNA Terdampak

15 jam ago
Suasan kegiatan “Mebanjaraan” yang dilaksanakan oleh Jimbaran Bersatu. -IST/BALITOPIK.COM

“Mebanjaraan” di Jimbaran Perkuat Kebersamaan Warga, Diharapkan Jadi Agenda Tahunan

15 jam ago
Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Badung I Gusti Made Dwipayana. -IST/Balitopik.com

Porsenijar Badung 2026 Resmi Ditutup, Ini Daftar Juara SMA, SMP, dan SD

16 jam ago
Gubernur Bali Wayan Koster. -Balitopik.com

CATAT! Batas Waktu Pengiriman Sampah ke TPA Suwung 31 Maret

19 jam ago
Gubernur Bali Wayan Koster saat memberikan arahan. -Balitopik.com

Koster Ancam Tahan BKK bagi Daerah yang Abai Kelola Sampah

19 jam ago
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali Felucia Sengky Ratna. -IST/BALITOPIK.COM

270 WNA di Bali Ajukan Izin Tinggal Darurat Akibat Konflik Timur Tengah

19 jam ago
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat memberikan arahan kepada tim. -IST/Balitopik.com

Badung Canangkan Gerakan Serentak Olah Sampah Berbasis Sumber

19 jam ago
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa beserta Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta menyerahkan Bantuan Sosial Berupa Uang sebesar Rp. 2 Juta Per KK Menjelang Hari Raya Keagamaan Idul Fitri Secara Simbolis Kepada Masyarakat Di Kabupaten Badung yang beragama Islam, bertempat di Musholla Nurul Hikmah, Banjar Kwanji, Desa Dalung, Kuta Utara, Senin (09/03/2026).

Bansos Idul Fitri Cair di Badung, 6.518 KK Muslim Terima Rp2 Juta

20 jam ago
BALI TOPIK
Selasa, Maret 10, 2026
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
No Result
View All Result
BALI TOPIK
No Result
View All Result

Meretas Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali – Mungkinkah Tinggal Kenangan?

Reporter balitopik.com
19 Mei 2024 - 1:41 pm
0 0
Wayan Koster (kanan) dan Cok Ace.

Wayan Koster (kanan) dan Cok Ace.

Berbagi artikel balitopikredaksi@gmail.com

Oleh: Dr. Agus Dei – Akademisi UPMI Bali, Mantan Wartawan.

Balitopik.com – Pada 5 September 2023 lalu, Gubernur Bali periode 2018-2023 Dr. Ir. I Wayan Koster, MM bersama Wakil Gubernur Prof. Dr. Ir Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, M.Si (Cok Ace) mengakhiri tugas sebagai Gubernur -Wakil Gubernur Bali.

Tak terasa Koster – Cok Ace sudah delapan bulan kembali ke habitatnya masing-masing. Koster melanjutkan tugas sebagai Ketua DPD PDIP Bali dan Cok Ace kembali ke kampus sebagai akademisi.

Berbagai capaian pembangunan monumental dan fundamental selama 1825 hari dengan mengusung sebuah visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru telah diraih untuk masyarakat Bali yang kawista, Kang Tata-titi Tentram Kerta Raharja dan  Bali yang Gemah Ripah Lohjinawi menuju Bali Era Baru.

Berbagai inovasi pembangunan infrastruktur yaitu pembangunan perlindungan kawasan Suci Pura Agung Besakih, kawasan Pusat Kebudayaan Bali, Shortcut Singaraja-Mengwitani, Pelabuhan Segi Tiga Sanur – Sampalan- Bias Munjul, Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali, Tol Jagat Kerthi Bali, Bendungan, dan berbagai pembangunan lainnya.

Tak kalah pentingnya dalam peningkatan jaminan sosial untuk prajuru desa adat, rohaniwan, serta bidang pendidikan dengan membangun SMA/SMK di Bali.

Di sisi lain, berbagai regulasi produk hukum, berupa Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Gubernur (Pergub) telah dilahirkan. Dan yang paling membanggakan masyarakat Bali adalah Undang-Undang Provinsi Bali Nomor 15 Tahun 2023, yang akan memberikan kebijakan lebih kepada Bali berinovasi untuk mencapai tujuan peningkatan kesejahteraan masyarakat Bali. Kegigihan dan kerja keras Koster – Cok Ace dirasakan nyata dan berpihak kepada masyarakat.

Ketua DPRD Bali, I Nyoman Adi Wiryatama mengakui dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka  Bali, berbagai capaian indikator pembangunan telah mampu diwujudkan Koster – Cok Ace, bahkan politisi PDIP ini memandang kepemimpinan Koster – Cok Ace telah berhasil melampaui  janji-janji politik ketika masa kampanye 2018 lalu.

“Meskipun ada beberapa program yang belum sempurna diselesaikan, namun hal tersebut harus disempurnakan bersama sama untuk Bali yang lebih baik ke depan,” ujar Bupati Tabanan 2000-2010 itu.

Wayan Koster dalam diskusi bersama penulis menjelaskan, Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang telah dijalankan melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana itu mengandung makna, menjaga kesucian dan keharmonisan  alam Bali beserta isinya untuk mewujudkan kehidupan Krama Bali yang sejahtera dan Bahagia secara Sekala-Niskala menuju kehidupan Krama dan Gumi Bali sesuai dengan prinsip Trisakti Bung Karno.

Yakni berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan melalui pembangunan secara terpola, menyeluruh, terencana, terarah, dan terintegrasi  dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan nilai-nilai Pancasila 1 Juni 1945.

Keseluruhan pencapaian pembangunan dalam berbagai sektor atau bidang sebagai pelaksanaan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali menuju Bali Era Baru diwujudkan dengan menata secara fundamental dan
komprehensif pembangunan Bali yang mencakup tiga aspek utama: Alam, Manusia dan Kebudayaan Bali.

Yang bersumber dari nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi yaitu enam
sumber utama kesejahteraan dan kebahagiaan kehidupan manusia, meliputi:


1. Atma Kerthi, Penyucian dan Pemuliaan Atman atau Jiwa;
2. Segara Kerthi, Penyucian dan Pemuliaan Pantai dan Laut;
3. Danu Kerthi, Penyucian dan Pemuliaan Sumber Air;
4. Wana Kerthi, Penyucian dan Pemuliaan Tumbuh-tumbuhan;
5. Jana Kerthi, Penyucian dan Pemuliaan Manusia; dan
6. Jagat Kerthi, Penyucian dan Pemuliaan Alam Semesta.

Menurut Koster, Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali dilaksanakan dengan pembangunan infrastruktur yang sangat fundamental dan monumental bersifat Niskala-Sakala sebagai penanda peradaban Bali Era Baru.

Astungkara, berkat restu alam semesta, tuntunan Ida Bhatara Sesuhunan, Leluhur, Guru-Guru Suci, dan Penglingsir Bali, meskipun dalam kondisi sulit di masa Pandemi Covid-19, pembangunan infrastruktur dapat dilaksanakan dengan lancar dan sukses sesuai rencana, labda karya mangguh sida sidaning don.

Keseluruhan pencapaian pembangunan dalam berbagai sektor atau bidang sebagai pelaksanaan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era baru yang dijabarkan menjadi 22 Misi, yang selanjutnya dituangkan atau dirangkum dalam 44 tonggak peradaban Bali Era Baru.

Dengan demikian, program-program yang menjadi turunan visi dan misi Nangun Sat Kerthi Loka Bali saling melengkapi dan menciptakan kesinambungan sesuai dengan dimensi waktu yang ditetapkan. Sejauh ini, apa yang tergambar dalam rumusan sistematis visi tersebut telah dan sedang dikerjakan.

Hal ini berarti bahwa pelaksanaan atas visi tersebut dikontrol dan dilakukan dengan penuh tanggung jawab.

Dalam dua minggu terakhir ini, Koster menjadi pembicara pada kuliah umum bertajuk Gen-Z Penerus Masa Depan Bali (Membangun Peradaban Masa Depan Bali) di enam kampus dari 14 kampus yang direncanakan yakni Undhira, Undiknas, Unmas, UNHI, UNR dan Unwi.

Antusiasme civitas akademika mengikuti studium generale itu ketika Pak Koster menyampaikan Haluan Pembangunan Bali 100 tahun yang merupakan gerbang masa depan Bali yang gemilang 2024 -2125 (100 tahun) yang tersusun dengan rapi  dalam pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Bali.

Civitas akademika banyak yang bertanya dan memberikan masukan. Sejumlah pesan moral dari civitas akademika mengatakan sesungguhnya Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang telah berlangsung 2018-2023 lalu tidaklah sekadar menjadi sebuah wacana yang selalu hangat dibicarakan dan didiskusikan masyarakat menengah ke atas saja, tetapi perlu dituntaskan jika Pak Koster diberikan kembali amanah oleh 4,2 juta rakyat Bali dalam Pemilihan Gubernur 27 November  2024 mendatang.

“Sebagai mahasiswa, kami baru tahu, bahwa begitu besar pemikiran Pak Koster untuk Bali. Ide besar nan hebat ini, sekiranya terus disosialisasikan kepada Gen-Z, sehingga generasi masa kini sejak dini dapat tahu dan paham bahwa masa depan Bali berada di pundak generasi saat ini,” puji Nauri, mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Ngurah Rai.

“Ikhtiar Pak Koster untuk mengimplementasikan isi dari visi tersebut ke alam nyata dan dirasakan krama Bali harus terwujud. Ide dan gagasan yang besar ini menjadi pemicu semangat generasi saat ini untuk menyongsong masa depan Bali yang lebih sejahtera bagi kita semua,” ujar Nyoman Sri Mastini, mahasiswa PGSD Universitas Dwijendra. 

Rektor Universitas Dhyana Pura, Prof. Dr. I Gusti Bagus Rai Utama dalam sesi wawancara, menegaskan jabatan Wayan Koster dalam satu periode itu belum cukup untuk menuntaskan semua program yang dirancang. Sehingga perlu dukungan untuk melanjutkan ke periode kedua.

“Satu periode itu tidak cukup. Saya sebagai Rektor satu periode juga tidak cukup. Maka dari itu juga berharap Bapak Wayan Koster itu pelayanannya kepada masyarakat dua periode agar bisa tuntas,” kata Rektor Undhira, Prof. Dr. I Gusti Bagus Rai Utama.

Menurutnya, banyak hal yang harus dibenahi oleh Koster yang pada periode pertama telah membuat regulasi untuk menjadi jalan keluar dari permasalah yang ada. Seperti masalah kemacetan, alih fungsi lahan hingga masalah sosial lainnya.

“Ini perlu pemikiran yang bijaksana, khususnya kepemimpinan Bali. Saya secara pribadi, saya sarankan mahasiswa dukung Pak Koster. Karena visinya, tidak ada provinsi yang memiliki pengembangan dalam seratus tahun, coba cek, mungkin di dunia tidak ada,” sambung Prof Bagus Rai.

Senada dengan Prof Bagus Rai, Rektor  Universitas Mahasaraswati, Dr. Drs. I Made Sukamerta. M.Pd., mengatakan, Perguruan Tinggi menyambut baik dan memberikan apresiasi tinggi atas kebijakan Wayan Koster di dalam menyiapkan akses pendidikan kepada generasi muda Bali.

Baik pada tingkat pendidikan menengah maupun tinggi seperti memberikan bantuan biaya pendidikan dan perlengkapan kepada 10.000 siswa miskin dan atau sangat miskin dan bantuan biaya pendidikan kepada 500 mahasiswa miskin di seluruh Bali dengan anggaran mencapai Rp 21,2 miliar.

“Bali untuk bisa maju, harus mempunyai SDM yang mampu berkontribusi dalam berbagai perspektif keilmuan. Kebijakan ini merupakan awal yang sangat bagus,” ujar Dr. Sukamerta yang menginginkan agar Koster melanjutkan periode kedua 2024-2029.

Sementara, mantan Kepala LLDIKTI Wilayah VIII, Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si., menyatakan Koster adalah salah satu Gubernur yang hebat di bidang pembangunan pendidikan. Koster dinilai memiliki program monumental dan menjadi pionir di bidang pendidikan.

Hal tersebut dilakukannya tidak saja saat pandemi Covid-19 dengan menyerahkan Bantuan Sosial Tunai (BST) Perguruan Tinggi, namun dalam pembangunan pendidikan juga dilakukan dengan 3 dasar fundamental untuk memajukan pendidikan di era kekinian.

“Saya sebut dengan DOA yaitu Dana, Orang dan Alat atau Infrastruktur untuk meningkatkan kualitas SDM Bali baik secara kuantitas maupun kualitas,” ucapnya.

Disebutnya, rancangan tersebut disiapkan secara matang, yang salah satunya dengan membangun 17 sekolah baru di Bali.

Ketika Pemerintah Provinsi Bali sudah membangun sekolah baru, khususnya SMK Negeri, Prof. Dasi Astawa dalam kesempatannya memberikan perhatian serius agar Guru di SMK memiliki kecakapan di bidang profesionalismenya masing-masing atau disebut dengan guru produktif untuk meningkatkan tamatan SMK yang memiliki keahlian dari pada SMA.

Prof. Dasi Astawa juga memberikan apresiasi terhadap program keyboard Aksara Bali yang sudah masuk ke sekolah. “Program digitalisasi Aksara Bali sangat bagus juga dilakukan oleh Gubernur Wayan Koster di dunia pendidikan untuk memuliakan peradaban Bali,” kata Direktur Politeknik Bajo Commodus Periode 2022-2026 itu.

Dia mengingatkan, jangan sampai setelah kepemimpinan Wayan Koster, program Aksara Bali yang bagus ini hilang. Karena itu Prof. Dasi Astawa mensupport Pemerintah Provinsi Bali memiliki blue print yang jelas dari jangka waktu 5 tahun, 20 tahun, 50 tahun bahkan 100 tahun tentang hal-hal pembangunan yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat di Bali.

Bahwa, mimpi besar Koster dengan 44 tonggak peradaban Bali Era Baru secara kasat mata ada dan sudah dirasakan masyarakat Bali. Ada pula yang selama  5 tahun lalu, masih dalam proses penuntasan program. Diantaranya, Tol Jagat Kerthi, Pusat Kesenian Bali, Bali Mandiri Energi Bersih, Shortcut Mengwitani – Singaraja, Pembangunan Bendungan Danu Kerthi -Buleleng, Pembangunan Bendungan Sidan dan Turyadapada tower KBS 6.0 Ketrthi Bali.

“Kita patut bersyukur, pembangunan infrastruktur dan sarana-prasarana strategis yang memerlukan anggaran sangat besar bersumber dari APBD Semesta Berencana Provinsi Bali dan APBN tetap berlangsung dengan lancar meskipun terjadi penurunan pendapatan negara selama masa Pandemi COVID-19,” tutur Koster.

Pembangunan infrastruktur ini memerlukan sinergitas dan berkelanjutan. Peta jalan Pembangunan Bali dengan Bali Era Baru harus dipertahankan sehingga ada legacy yang dihadirkan pada saatnya tiba. Semua Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali ini ingin membangun sebuah tatanan kehidupan masyarakat Bali yang holistik, yakni kehidupan yang terencana, terarah, dan terintegrasi.

Akhirnya, visi besar yang komprehensif ini menjadi warisan sangat berarti bagi masyarakat Bali di masa yang akan datang.

Visi ini akan terjawab jika para generasi muda yang kelak akan menjadi pemimpin Bali, mulai menggunakannya sebagai sumber inspirasi dan sebuah renungan di dalam membangun jati dirinya sebagai generasi Bali yang berkepribadian dalam kebudayaannya yang luhur. Kalau bukan GEN-Z saat ini, siapa lagi.

Pertanyaan akhir, Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, mungkinkah tinggal sebuah kenangan? Jawaban ada pada kita semua masyarakat Bali. Semoga masyarakat mampu menilai secara objektif ide brilian Koster- Ace. (*)

Tags: Cok AceNangun Sat Kherti Loka BaliPilgub BaliPilkada BaliUniversitas DwijendraUniversitas MahasaraswatiUniversitas Ngurah RaiWayan Koster
SendSendScan

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Twitter

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • 40 Penerbangan Timur Tengah Batal, Imigrasi Bali Beri Solusi bagi WNA Terdampak
  • “Mebanjaraan” di Jimbaran Perkuat Kebersamaan Warga, Diharapkan Jadi Agenda Tahunan
  • Porsenijar Badung 2026 Resmi Ditutup, Ini Daftar Juara SMA, SMP, dan SD
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?