BALITOPIK.COM, BALI – Momentum perayaan Hari Raya Nyepi yang berdekatan dengan Idul Fitri pada 2026 dinilai bukan hal baru bagi masyarakat di Bali. Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Bali, Abdul Aziz, mengajak seluruh umat beragama untuk tetap menjaga keharmonisan dan saling menghormati.
Menurut Abdul Aziz, masyarakat tidak perlu memperdebatkan isu yang beredar terkait beririsan waktunya dua hari besar keagamaan tersebut. Selama ini, masyarakat Bali sudah terbiasa menghadapi situasi serupa dengan sikap saling menghargai.
Pernyataan itu disampaikan dalam rapat koordinasi lintas majelis agama yang digelar Pemerintah Provinsi Bali di Gedung Kertha Sabha, kawasan Jaya Sabha, Denpasar, Rabu (11/3/2026). Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Bali, Wayan Koster.
“Masyarakat tidak perlu memperdebatkan isu tentang irisan Nyepi dan Idul Fitri. Hal seperti ini sudah pernah terjadi sebelumnya dan selalu bisa dijalani dengan baik dalam suasana saling menghormati antar umat beragama,” ujar Abdul Aziz.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk mengikuti kesepakatan yang telah disusun oleh Forum Kerukunan Umat Beragama Provinsi Bali (FKUB). Dalam kesepakatan tersebut, pelaksanaan malam takbiran yang bertepatan dengan Nyepi pada 19 Maret disarankan berlangsung secara sederhana.
Abdul Aziz juga mengajak umat Islam untuk menyesuaikan pelaksanaan ibadah dengan kondisi yang ada di Bali. Ibadah seperti tarawih maupun takbiran dapat dilakukan secara sederhana dan terbatas.
“Bahkan bagi masyarakat yang rumahnya jauh dari masjid, pelaksanaan ibadah bisa dilakukan di rumah,” jelasnya.
Ia menambahkan, peran tokoh agama sangat penting untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu yang dapat mengganggu keharmonisan.
Menurutnya, kehidupan beragama di Bali selama ini selalu berjalan dengan koordinasi yang baik antar umat dan lingkungan sekitar. Karena itu, ia optimistis masyarakat Bali memiliki kedewasaan dalam menjaga toleransi.
Dengan semangat saling menghormati, ia yakin perayaan Nyepi maupun Idul Fitri di Bali dapat berlangsung aman, damai, dan penuh kebersamaan. (*)









