BALITOPIK.COM, BADUNG — Produk kerajinan unggulan Kabupaten Badung mencatat penjualan Rp32 juta dalam tiga hari keikutsertaan pada Kriyanusa 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.
Penjualan tersebut tercatat Rp11 juta pada hari pertama, Rp9 juta pada hari kedua, kemudian kembali meningkat menjadi Rp12 juta pada hari ketiga.
Ketua Dekranasda Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, mengatakan capaian tersebut menunjukkan produk kerajinan Badung masih mendapat respons positif dari pengunjung pameran.
“Astungkara, tingkat penjualan produk kerajinan kita dari hari pertama hingga sekarang menunjukkan peningkatan yang baik. Hal ini membuktikan bahwa minat belanja masyarakat terhadap produk-produk khas Kabupaten Badung sangat luar biasa, meskipun di tengah situasi ekonomi saat ini,” ujar Rasniathi.
Kriyanusa 2026 digelar dengan tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia”. Pameran ini diikuti 257 peserta dengan 410 stan yang menampilkan produk kerajinan dari berbagai daerah di Indonesia.
Dekranasda Badung membawa sejumlah produk kerajinan yang mengangkat kreativitas perajin sekaligus karakter budaya Bali. Produk tenun dan kerajinan khas daerah menjadi bagian yang ditampilkan kepada pengunjung.
Menurut Rasniathi, pameran seperti Kriyanusa bukan hanya menjadi tempat menjual produk, tetapi juga kesempatan bagi perajin daerah untuk melihat langsung respons pasar dan memperkenalkan produknya kepada konsumen dari berbagai daerah.
“Melalui pameran dan fashion show ini, kita dapat memperkenalkan produk-produk unggulan daerah yang sarat akan ciri khas dan nilai budaya. Produk-produk kerajinan serta tenunan dari Bali, khususnya Badung, sangat digemari oleh pengunjung,” katanya.
Selain pameran produk, Kriyanusa 2026 juga diisi peragaan busana yang diikuti para Ketua Dekranasda dari berbagai daerah. Rasniathi turut tampil menggunakan busana kasual berbahan kain tenun tradisional khas daerah.
Di sisi lain, Dekranasda Badung menilai peningkatan penjualan perlu diikuti dengan pembinaan terhadap perajin. Kualitas produk, desain, inovasi dan kemampuan bersaing menjadi sejumlah hal yang perlu terus diperkuat agar produk lokal tidak hanya diminati saat pameran.
Rasniathi mengatakan pihaknya akan terus mendorong pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) untuk mengembangkan produk tanpa meninggalkan identitas budaya lokal.
“Kami berharap seluruh kabupaten/kota di Bali dapat terus aktif berpartisipasi dalam ajang Kriyanusa maupun pameran besar lainnya seperti Inacraft. Kami juga bangga beberapa produk kerajinan kita terpilih untuk diikutsertakan dalam perlombaan, dan berharap produk karya perajin Badung bisa meraih hasil terbaik,” ujarnya.
Keikutsertaan di Kriyanusa 2026 diharapkan membuka akses pasar yang lebih luas bagi perajin Badung, sekaligus mendorong produk kerajinan daerah agar semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional. (*)









