• Box Redaksi
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Undang-Undang Pers
Bali Topik
  • Home
  • Bali
  • Politik
  • Opini
  • Lifestyle
    Gubernur Bali Wayan Koster dan Ibu saat diajak selfie peserta Dekranasda Bali. -Balitopik.com

    Dekranasda Bali Perkuat IKM Lewat Gelaran DBFD 2026

    Ny. Selvi Gibran Rakabuming dan Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ibu Putri Koster. -Balitopik.com

    Ny. Selvi Gibran Dorong UMKM dan Desainer Bali Berinovasi Tanpa Tinggalkan Jati Diri Budaya

    Gubernur Bali Wayan Koster dan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Putri Koster (tengah). -Balitopik.com

    Bali Fashion Week 2025

    Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ibu Putri Koster. -Balitopik.com

    Ibu Putri Koster Dorong UMKM dan IKM Bali Naik Kelas Lewat BAMFES 2025

    Timezone Hadirkan Dua Venue Terbaru di Indonesia di Bulan September. -Balitopik.com

    Timezone Hadirkan Dua Venue Terbaru di Indonesia di Bulan September

    Adi Arnawa-Kerjasama Bisnis to Bisnis, Percepat Pemenuhan Air Bersih Badung Selatan

    Penandatanganan MoU Perumda Tirta Mangutama Dengan PT Pipa Ticini Bali

    Trending Tags

    • Pandemic
  • Nasional
  • Hukum
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Bali
  • Politik
  • Opini
  • Lifestyle
    Gubernur Bali Wayan Koster dan Ibu saat diajak selfie peserta Dekranasda Bali. -Balitopik.com

    Dekranasda Bali Perkuat IKM Lewat Gelaran DBFD 2026

    Ny. Selvi Gibran Rakabuming dan Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ibu Putri Koster. -Balitopik.com

    Ny. Selvi Gibran Dorong UMKM dan Desainer Bali Berinovasi Tanpa Tinggalkan Jati Diri Budaya

    Gubernur Bali Wayan Koster dan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Putri Koster (tengah). -Balitopik.com

    Bali Fashion Week 2025

    Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ibu Putri Koster. -Balitopik.com

    Ibu Putri Koster Dorong UMKM dan IKM Bali Naik Kelas Lewat BAMFES 2025

    Timezone Hadirkan Dua Venue Terbaru di Indonesia di Bulan September. -Balitopik.com

    Timezone Hadirkan Dua Venue Terbaru di Indonesia di Bulan September

    Adi Arnawa-Kerjasama Bisnis to Bisnis, Percepat Pemenuhan Air Bersih Badung Selatan

    Penandatanganan MoU Perumda Tirta Mangutama Dengan PT Pipa Ticini Bali

    Trending Tags

    • Pandemic
  • Nasional
  • Hukum
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Bali Topik
No Result
View All Result

Retak Halus di Puncak Rekor Pariwisata Bali

Reporter balitopik.com
2 January 2026 - 10:02 am
in Bali
0
Dr. Efatha Filomeno Borromeu Duarte (Dosen Ilmu Politik Universitas Udayana). -Balitopik.com

Dr. Efatha Filomeno Borromeu Duarte (Dosen Ilmu Politik Universitas Udayana). -Balitopik.com

Share on FacebookShare on WhatsappShare on Twitter

Oleh: Dr. Efatha Filomeno Borromeu Duarte, (Dosen Ilmu Politik Universitas Udayana)

Saya membayangkan Ibu Menteri Pariwisata tempo hari. Saat di Ubud. Saya yakin beliau sempat duduk sejenak. Atau setidaknya, menarik napas panjang.

Melihat macetnya jalanan di depan Puri yang ampun-ampunan.

Tapi saya bertaruh satu hal: beliau pasti tersenyum.

Logikanya sederhana: macet berarti ramai. Ramai berarti laku. Itu narasi yang paling enak dibawa pulang ke Jakarta. Laporan ke Presiden jadi indah.

Data Angkasa Pura memang bikin silau. Tujuh koma satu juta wisman! Rekor. Belum pernah sejarahnya Bali setinggi ini.

Tapi saya punya kebiasaan buruk. Setiap mendengar angka besar, saya selalu memeriksanya dua kali. Kadang tiga kali. Saya curiga. Karena angka yang terlalu besar biasanya menyembunyikan cerita kecil yang lebih penting.

Cerita kecil itu ada di sini: wisatawan domestik (wisnus) turun 700 ribu orang.

Bagi orang awam, mungkin itu sepele. “Ah, kan wisman naik!” begitu pikir mereka. Tapi bagi yang paham anatomi ekonomi, turunnya wisnus adalah lampu kuning. Bahkan hampir jingga.

Wisnus itu buffer. Dia penyeimbang. Stabilisator. Merekalah yang membuat napas Bali tetap panjang saat dunia sedang “flu” atau dilanda krisis global. Kalau penurunannya sedalam ini, artinya satu: kantong kelas menengah kita sedang bolong. Dan Bali adalah sensor pertama yang merasakannya.

Lalu, muncul kalimat menarik dari ibu Menteri: “Isu pariwisata Bali sedang dikaji Bank Dunia.”

Saya termenung. Bank Dunia? Untuk apa?

Bank Dunia itu institusi serius. Mereka tidak peduli pada curhatan influencer soal Bali yang sepi. Mereka juga tidak mau mengurusi tarif parkir yang naik seribu perak. Mereka bekerja pada wilayah yang tidak masuk dalam feed Instagram: struktur, tata kelola, dan risiko jangka panjang.

Kalau Bank Dunia sudah turun tangan, artinya ada sesuatu yang tidak beres. Sesuatu yang belum meledak, tapi sumbunya sudah pendek. Mereka sedang melihat pola. Sebelum pola itu berubah menjadi bencana.

Bali memang ramai. Tapi ramai bukan berarti sehat. Ramai bisa berarti konsumsi yang berlebihan atas kapasitas yang cekak.

Phuket pernah begitu. Barcelona setali tiga uang. Santorini apalagi. Semuanya gegap gempita, sebelum akhirnya tercekik oleh keramaiannya sendiri.

Saya maklum kalau Gubernur Bali bangga dengan rekor itu. Harus bangga. Memang tugasnya begitu. Yang saya khawatirkan adalah kalau kita semua ikut mabuk euforia.

Dalam ilmu kebijakan, rekor itu seperti puncak gunung. Indah, tapi licin sekali. Salah injak sedikit, gulingnya bisa jauh ke bawah.

Dan Bali hari ini sedang berdiri tepat di puncak yang licin itu.

Jika tidak hati-hati, Bali bisa mati karena keberhasilannya sendiri. Air yang makin sulit dicari. Tanah yang makin sempit diserobot beton. Sampah yang tak tahu mau dibuang ke mana. Hingga budaya yang pelan-pelan hanya jadi dekorasi pajangan. Bukan lagi ruh.

Dulu, Bali menyelamatkan Indonesia lewat devisa. Sekarang, gantian: Indonesia yang harus menyelamatkan Bali. Caranya? Tata kelola yang tegas. Bukan sekadar imbauan.

Ada tokoh Puri yang berharap Bali bisa bertahan 100 tahun lagi sebagai destinasi budaya. Harapan yang mulia. Tapi kita tahu: 100 tahun ke depan tidak bisa dikelola dengan cara 10 tahun ke belakang.

Harus berani membatasi. Batasi investasi yang rakus lahan. Batasi destinasi yang tumbuh seperti jamur tanpa rambu. Batasi pesta ekonomi yang menggerus budaya lebih cepat daripada yang kita bayangkan.

Itulah yang dipelototi Bank Dunia. Mereka tidak bicara soal tahun depan. Mereka bicara Bali tahun 2040. Tahun 2070.

Mungkin, tanpa suara, mereka ingin berbisik: “Bali ini terlalu berharga untuk dibiarkan tumbuh liar.”

Saya mengibaratkan Bali seperti rumah tua yang sangat cantik. Tamu datang silih berganti. Semua memuji. Tapi tiang-tiangnya mulai keropos. Lantainya mulai berderit. Atapnya bocor di sana-sini.

Tamu tidak akan sadar itu. Mereka sibuk selfie. Yang mendengar suara derit lantai itu hanya pemilik rumah. Dan para analis yang tidak silau oleh kamera.

Bali sekarang berada di antara dua hal: pujian dan peringatan.

Pujian datang dari rekor kunjungan.

Peringatan datang dari kajian Bank Dunia.

Mana yang mau kita dengar?

Untuk jangka pendek, pujian memang enak di telinga. Tapi untuk jangka panjang, peringatanlah yang menyelamatkan nyawa.

Bali tidak sedang sekarat. Tapi Bali sedang diuji.

Rekor 7,1 juta itu bukan hadiah. Itu adalah pengumuman bahwa ujian berikutnya akan jauh lebih berat. Jika lulus, Bali abadi 100 tahun lagi. Jika gagal, angka itu hanya akan dikenang sebagai titik tertinggi sebelum terjun bebas.

Masa depan Bali tidak ditentukan oleh seberapa ramai Bandara Ngurah Rai hari ini. Tapi oleh keberanian kita untuk menjaga kecantikannya saat dunia berubah terlalu cepat. Itu saja.

Tags: BalibuleDr. Efatha Filomeno Borromeu DuartePariwisata BaliturisWisatawan AsingWisatawan Mancanegara
Previous Post

Berikut Isi Chat, Korban Kirim Pesan dan Lokasi Sebelum Bunuh Diri di Jembatan Tukad Bangkung

Next Post

Wisatawan Nusantara Turun, Bukti Ekonomi Rakyat Lesu, Bali Lampu Jingga

Related Posts

Kolase: Ketua BEM FH UNUD, I Gusti Agung Roman Kertajaya (kanan) dan Kepala Bidang Kajian Aksi Strategis BEM FH UNUD, Ida Bagus Gede Permana Putra. -Balitopik.com
Bali

5 Tuntutan BEM FH UNUD Atas Matinya Ratusan Mangrove di Benoa

Reporter balitopik.com
26 February 2026 - 9:31 am
0

Balitopik.com, DENPASAR – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Udayana (BEM FH UNUD) meminta pemerintah daerah serta pihak korporasi terkait...

Read moreDetails
Kolase: Ketua BEM FH UNUD, I Gusti Agung Roman Kertajaya (kanan) dan Kepala Bidang Kajian Aksi Strategis BEM FH UNUD, Ida Bagus Gede Permana Putra. -Balitopik.com

BEM FH UNUD Desak Investigasi atas Matinya Ratusan Mangrove di Kawasan Pelindo Benoa

26 February 2026 - 5:39 am
Gubernur Bali, Wayan Koster, saat menerima kunjungan resmi Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Peter Mark Haymond. -IST/Balitopik.com

Dubes Haymond: Warga AS pilih Bali sebagai Destinasi Utama di Indonesia

26 February 2026 - 3:19 am
BRI Branch Office Kuta Bagikan 1306 Rice Cooker

BRI Branch Office Kuta Bagikan 1306 Rice Cooker

26 February 2026 - 2:59 am
Panitia Luruskan Dugaan Pelanggaran Lomba Ogoh-Ogoh di Badung

Panitia Klarifikasi soal Dugaan Pelanggaran Lomba Ogoh-Ogoh di Badung

25 February 2026 - 10:33 am
Next Post
Dr. Efatha Filomeno Borromeu Duarte. -Balitopik.com

Wisatawan Nusantara Turun, Bukti Ekonomi Rakyat Lesu, Bali Lampu Jingga

Gubernur Bali Wayan Koster saat ngobrol santai dengan sejumlah pemuda di Tan-Panama Coffee. -Balitopik.com

Selebrasi Tumpek Krulut, Sekala Ngopi, Niskala Sembahyang

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ADVERTISEMENT

Premium Content

Ketua PAKKI Bali (Perhimpunan Ahli Kesehatan Kerja Indonesia), Ns. Putu Resiki, S.Kep, SH, M.Si (kameja hijau). -Balitopik.com

Penerapan K3 Secara Profesional: Kita akan Aman dan Nyaman Berlibur di Bali

2 February 2026 - 11:01 am

Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis Hadir di Nusa Penida Bali

9 June 2025 - 10:11 am
Pansus Trap DPRD Bali saat memanggil pemilik 13 usaha di Jatiluwih. -Balitopik.com

DPRD Bali Panggil 13 Akomodasi Jatiluwih Pelanggar Tata Ruang

19 December 2025 - 1:23 pm

Browse by Category

  • Bali
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Teknologi
  • Travel
  • Uncategorized
  • World

Browse by Tags

Adi Arnawa (47) Badung (30) Bagus Alit Sucipta (17) Bali (140) Bali Topik (90) Buleleng (22) Bupati Badung (40) De Gadjah (150) De Gadjah For Bali (20) Deportasi (18) Dewa Made Indra (17) DPRD Bali (36) Flobamora Bali (26) Gerindra (47) Gerindra Bali (50) Giri Prasta (81) Google (105) Gubernur Bali (107) Gubernur Koster (17) Imigrasi Ngurah Rai (30) ITB STIKOM Bali (19) I Wayan Adi Arnawa (37) Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali (22) Koster (17) Koster-Giri (49) Kura-Kura Bali (23) Mangrove (19) Mulia-PAS (72) Nangun Sat Kerthi Loka Bali (23) PANSUS TRAP DPRD Bali (18) Pantai Serangan (20) PDIP Bali (18) PDI Perjuangan (35) Pemkab Badung (30) Pilgub Bali (137) Pilkada Bali (76) PMKRI Denpasar (22) Polda Bali (34) Prabowo-Gibran (20) Prabowo Subianto (34) PT Bali Turtle Island Development (BTID) (22) PT BTID (36) Pulau Serangan (38) Wayan Koster (363) WNA (27)
Bali Topik

Website ini berhubungan dengan berita, diskusi, atau informasi berbagai topik di Bali. Ini dapat berfungsi sebagai platform bagi orang-orang untuk mengeksplorasi dan terlibat dalam diskusi tentang budaya Bali, pariwisata, politik gaya hidup, dan peristiwa terkini.

Learn more

Categories

TOPIK MEDIA GROUP

  • Box Redaksi
  • Pedoman Media Siber

Recent Posts

  • Hasil Uji Lab Peneliti UNUD Nyatakan Mangrove di Benoa Mati Karena Cemaran BBM
  • 5 Tuntutan BEM FH UNUD Atas Matinya Ratusan Mangrove di Benoa
  • Dari Pensiun Dini ke Agen BRILink: Perjalanan Nyoman Wisnaya Bangkit di Tengah Pandemi

© 2023-2024 - Balitopik

No Result
View All Result
  • Home
  • Bali Topik
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Entertainment
  • Hukum

© 2023-2024 - Balitopik

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?