Balitopik.com, BALI – TPA Suwung yang sedianya Kementerian Lingkungan Hidup minta ditutup maksimal 28 Februari 2026 masih dalam tahap evaluasi. Artinya belum bisa ditutup di tanggal tersebut.
Hal ini setelah Gubernur Bali Wayan Koster mengajukan permohonan perpanjangan penutupan TPA Suwung sampai semua fasilitas pengolah sampah yang sedang disiapkan beroperasi maksimal.
“Sudah pengajuan (tunda penutupan TPA Suwung) akan diputuskan oleh Pak Menteri (Hanif Faisol Nurofiq) setelah evaluasi kesiapan lapangan,” kata Gubernur Bali Wayan Koster melalui pesan WhatsApp kepada Bali Topik, Jumat (16/1/2026).
Sebelumnya, Koster mengatakan ia telah mengajukan permohonan ke Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq agar dilakukan peninjauan kembali terhadap keputusan penutupan TPA Suwung pada 28 Februari 2026. Dikatakan saat ini tim dari Kementerian Lingkungan Hidup sedang melakukan evaluasi kesiapan fasilitas pengolahan sampah di Bali.
Koster menjelaskan, rencana awal penutupan TPA Suwung telah disertai skema pengalihan pembuangan sampah ke Kabupaten Bangli. Namun setelah dilakukan kajian lebih mendalam, lokasi yang akan dibangun TPA di Bangli tidak memenuhi syarat.
Sebagai langkah konkret, Pemprov Bali bersama Pemkot Denpasar dan Pemkab Badung menyiapkan penguatan sarana pengolahan sampah di sejumlah titik strategis. Upaya ini diyakini akan mengurangi volume sampah yang akan dikirimkan ke TPA Suwung.
Langkah tersebut meliputi penambahan mesin pengolah sampah di kawasan Tahura, optimalisasi TPST Tahura dan TPST Kertalangu, serta pembangunan sejumlah Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).
Selain itu sedang dalam proses pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Denpasar. Namun proyek ini baru akan selesai pada tahun 2028.
Sebagaimana diketahui, dalam permohonannya Wayan Koster meminta agar Penutupan TPA Suwung diundur hingga bulan November 2026.
“Selagi menunggu proses ini saya sudah mohon kepada Bapak Menteri Lingkungan Hidup agar diberikan kebijakan penutupan TPA Suwung diperpanjangan sampai bulan November 2026 ini,” kata Koster sebelumnya. (*)

















