• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
I Wayan Sadu (tengah) saat menjelaskan salah satu karyanya kepada pengunjung, didampingi kurator, Wayan Seriyoga Parta (kiri)

I Wayan Sadu Si Pelukis yang Terinspirasi dari Suasana Desa

2 tahun ago
Ketua Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Pimpinan Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PP KMHDI), I Dewa Gede Darma Permana, S.Pd., M.Pd. -BALITOPIK.COM

Galungan sebagai Otonan Gumi, PP KMHDI Ajak Umat Hindu Lawan Krisis Lingkungan dan Budaya Impor

1 hari ago
Gubernur Bali Wayan Koster saat memimpin rapat koordinasi. -BALITOPIK.COM

Penambahan Trip Kapal Atasi Ketimpangan Harga Barang di Nusa Penida  

1 hari ago
Gubernur Bali Wayan Koster. -BALITOPIK.COM

Aksesibilitas Transportasi Bandara Ngurah Rai Perlu Dibenahi

1 hari ago
Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Bali mengucapakan Hari Raya Galungan dan Kuningan. -BALITOPIK.COM

Fraksi PDIP DPRD Bali: Rahajeng Rahina Galungan lan Kuningan

2 hari ago
Duta Kabupaten Badung saat menerima penghargaan. -IST

Duta Badung Memukau di Wimbakara Gender Wayang PKB 2026, Tampil Perdana Langsung Bidik Juara

2 hari ago
Ketua Sanggar Krisnarupa, Ngurah Alit Kapakisan. IST

Dua Digembleng Sanggar, 9 Peserta Badung Unjuk Kebolehan di Wimbakara Seni Lukis Wayang Klasik PKB 2026

2 hari ago
Suasana perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Perkumpulan Keluarga Klon Bring Bali. -BALITOPIK.COM

HUT ke-23 Klon Bring Bali jadi Momentum Perkuat Persaudaraan Lintas Iman dan Generasi

2 hari ago
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Mahasaraswati Denpasar di MTs Generasi Emas

Literasi yang Tidak Boleh Berhenti di Ruang Kelas

2 hari ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

I Wayan Sadu Si Pelukis yang Terinspirasi dari Suasana Desa

Reporter balitopik.com
23 Maret 2024 - 9:13 am
I Wayan Sadu (tengah) saat menjelaskan salah satu karyanya kepada pengunjung, didampingi kurator, Wayan Seriyoga Parta (kiri)

I Wayan Sadu (tengah) saat menjelaskan salah satu karyanya kepada pengunjung, didampingi kurator, Wayan Seriyoga Parta (kiri)

Balitopik.com – I Wayan Sadu kembali mengadakan pameran tunggal bertema “Perjalanan” di Santrian Gallery Sanur pada Jumat, (22/3/2024). Sebelumnya pada tahun 2007 Wayan Sadu telah melakukan pameran tunggal di tempat yang sama untuk menampilkan karya-karyanya yang istimewa.

Sadu menggelar 18 karya seni lukis dengan berbagai ukuran yang dibuat dari tahun 2018 sampai dengan tahun 2024 dengan media cat minyak dan cat akrilik. Pameran kali ini dikuratori oleh Wayan Seriyoga Parta, yang selalu aktif mengkurasi pameran seni rupa di berbagai daerah di Indonesia.

Pameran tunggal yang kedua tersebut diresmikan oleh Profesor I Wayan Dibia, tokoh besar seni pertunjukan di Bali yang juga memberikan perhatian besar terhadap seni rupa.

Tumbuh dalam lingkungan pedesaan dengan kehidupan agraris, serta bersentuhan langsung dengan gelombang seni lukis seniman muda membawakan Wayan Sadu pada pilihan berkesenian yang khas. Ia terinspirasi dari kehidupan desa yang kemudian dituangkan dalam karya yang antara abstrak dan formalistik.

“Kalau lukisan itu dilihat langsung mengerti artinya tidak hidup. Saya ingin orang melihat karya itu perlu ada imajinasi, perlu berpikir, biar bisa hidup karya itu,” ujarnya kepada awak media.

Sekitar tahun 1988 – 1994 masa SMP hingga menjelang memasuki SMSR ia juga melukis flora dan fauna di banjar Kutuh kelod Petulu, pada pamannya. Ia dikenal sebagai sosok yang sederhana nan disiplin, relatif tidak banyak bicara dan selalu tersenyum, namun begitu khusyuk dalam mengeksplorasi karakteristik lukisannya.

Mengenyam pendidikan formal mulai dari SMSR (sekarang SMKN 1) Sukawati mengenalkannya pada kaidah-kaidah formal seni rupa, kemudian berlanjut ke STSI (sekarang ISI) Denpasar.

Pengalaman mengenyam pendidikan formal seni rupa menjadi dasar dalam mengembangkan karakter ekspresi personalnya, sejak awal ia memiliki ketertarikan dengan langgam seni lukis abstrak berkarakter kubistik.

Sejak awal karya-karya Sadu telah menunjukkan kecenderungan yang kuat dalam membuat komposisi. Perkembangan karya-karyanya selanjutnya semakin menunjukkan keberaniannya dalam memainkan komposisi yang asimetris serta pilihan warna yang monokromatik.

Sadu begitu piawai memainkan kontras antara komposisi goresan-goresan warna yang berada dalam bentuk atau figur dengan warna latar belakang putih merata (flat), tanpa mempertegas bentuk dengan kontur garis (outline). Hal itu menandakan pendekatan artistiknya memang berada dalam radius tradisi seni lukis (lukisan).

Pengalamannya yang melawat ke Eropa dan Jepang kemungkinan besar memberikan inspirasi visual yang memberikan pengayaan penguatan pada pencapaian estetika dalam karya-karyanya.

Dalam karya-karyanya selalu tersisip konten muatan tematik, ia tidak membiarkan eksplorasinya hanya berhenti pada pencapaian artistik.

“Sampai saat ini karya saya tidak pernah menjadi total abstrak dan formalis,” demikian terangnya.

Tema-tema karyanya, dijelaskan tidak jauh dari kehidupan dunia kesehariannya, berasal dari kebiasaan sehari-hari, kehidupan berkeluarga, binatang, hubungan masyarakat. Lahir di desa Sayan sebelah barat Ubud bertetangga dengan Penestanan, ia menyaksikan perubahan yang terjadi di sekitarnya.

Perubahan dari kehidupan masyarakat yang agraris homogen, perlahan menjadi semakin heterogen, awalnya mereka hanya berinteraksi antar desa masyarakat dan desa tetangga, namun kemudian mulai berinteraksi dengan orang luar negeri.

Ia menyaksikan desanya yang dulunya sangat bersahaja dengan kehidupan agraris, kemudian menjelma menjadi desa global dalam balutan pariwisata budaya.

Bagi Sadu karya-karyanya adalah wahana bagi penjelajahan pikiran dan perasaannya, menciptakan dengan komposisi warna-warna yang kontras seperti hijau bertemu jingga dan ditimpa dengan hitam.

Emosi tercurah dalam goresan rol-rol warna cat minyak yang menyisakan jejak riak-riak tekstur, serasa terdengar gemericik suara rol ketika digerakkan dengan spontan dan kuat. Ketika menggoreskan beberapa warna dalam imajinasinya telah muncul diorama bentuk, namun tidak buru-buru langsung diwujudkan dengan goresan bentuk.

Ia membiarkan imajinya kembali bergelayut dalam gerakan-gerakan kinestetik, menimpa lapisan demi lapisan warna cat minyak mulai bercampur membentuk komposisi dari yang berwarna gelap atau lebih muda.

Hingga tiba di titik dimana lapisan-lapisan warna telah dirasa cukup kuat mewakili keseluruhan komposisi, baru kemudian ia akan menegaskan sosok bentuk-bentuk yang telah terbayang sesuai tema yang ingin dihadirkan.

Karya-karya periode ini ditandai dengan pola-pola komposisi warna-warna kontras seperti warna dengan hijau merah, jingga, kuning dan putih. Kontras yang hadir masih menampilkan komposisi yang selaras dalam intensitas rona, kontras yang masih dapat dirasakan harmoni.

Aspek yang cukup dominan pada setiap karya adalah kehadiran warna hitam, hadir sebagai blok-blok warna menjadi noktah yang memainkan peran komposisi, atau sebagai kontur garis-garis dinamis yang penuh spontanitas.

Posisi garis menjadi vital dalam menghadirkan objek dan figur, terlihat intensitas yang berbeda dibandingkan dengan karya-karyanya sebelumnya yang tidak memanfaatkan kontur garis hitam.

Sadu menempatkan overlapping (tumpang overlap) antara komposisi warna dan tekstur dengan karakteristik bentuk keduanya sama-sama memainkan peran sentral sebagai medium untuk mengungkapkan narasi. ***

Tags: AbstrakSenimanWayan Sadu
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Chat WhatsApp

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • Galungan sebagai Otonan Gumi, PP KMHDI Ajak Umat Hindu Lawan Krisis Lingkungan dan Budaya Impor
  • Penambahan Trip Kapal Atasi Ketimpangan Harga Barang di Nusa Penida  
  • Aksesibilitas Transportasi Bandara Ngurah Rai Perlu Dibenahi
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?