BALITOPIK.COM, TASIKMALAYA – Wakil Sekretaris Jenderal DPP ABPEDNAS, Muhamad Shalahuddin Jamil, S.H., yang akrab dikenal Bro Shalah memberikan apresiasi kepada Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin atas respons cepat terhadap aduan masyarakat terkait persoalan saluran air di Desa Tarunajaya, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.
Ia mengatakan, masalah saluran perairan yang tidak mengalir hingga ke wilayah Kampung Galumpit selama bertahun-tahun telah berdampak serius terhadap sektor pertanian warga. Kondisi tersebut bahkan menyebabkan gagal panen berkepanjangan yang merugikan masyarakat setempat.
“Saya sebagai putra daerah Tasikmalaya, tepatnya dari Kampung Galumpit, Desa Tarunajaya, sangat mengapresiasi respon cepat Bupati Tasikmalaya yang langsung menindaklanjuti laporan masyarakat terkait saluran perairan yang tidak sampai ke kampung kami,” ujar Bro Shalah kepada Bali Topik, Sabtu (25/4/2026).
Bro Shalah yang juga adalah orang kepercayaan Menko Kumham Imipas, Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra ini menilai langkah cepat yang diambil Bupati, termasuk memfasilitasi pertemuan melalui dinas terkait serta menerjunkan tim ke lapangan, menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah dalam menjawab persoalan masyarakat.
“Respon positif ini memberikan harapan besar bagi masyarakat yang selama ini terdampak, khususnya para petani yang mengalami gagal panen bertahun-tahun,” tambahnya.
Selain sebagai putra daerah, Shalahuddin juga diketahui berkarier di Provinsi Bali sebagai tenaga ahli sekaligus juru bicara gubernur. Dalam kapasitasnya sebagai Wasekjen DPP ABPEDNAS, ia menegaskan memiliki tanggung jawab moral untuk turut mengawal pembangunan desa sebagai bagian dari pembangunan nasional.
Ia juga menegaskan komitmen organisasi yang diusungnya melalui motto “Jaga Desa, Jaga Indonesia” sejalan dengan visi pembangunan nasional yang dicanangkan oleh Presiden RI Prabowo Subianto.
“Pembangunan desa merupakan fondasi utama pembangunan nasional. Karena itu, setiap persoalan di desa harus mendapat perhatian serius dan penanganan yang cepat,” tegasnya.
Dalam urusan ini, Cecep Nurul Yakin menjelaskan, persoalan saluran air di Desa Tarunajaya telah diprioritaskan dengan diusulkan dalam program inpres irigasi tahun ini.
Sebagaimna diketahui, Program Inpres Irigasi (khususnya Inpres No. 2 Tahun 2025) adalah inisiatif pemerintah untuk mempercepat pembangunan, rehabilitasi, dan peningkatan jaringan irigasi terutama tersier guna mendukung swasembada pangan nasional.
Program ini berfokus pada perbaikan saluran air, perpompaan, dan perpipaan agar distribusi air ke sawah lebih merata dan mencegah kegagalan panen. (*)









