BALITOPIK.COM, BADUNG – Pemerintah Kabupaten Badung memastikan ketersediaan bahan pangan pokok menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan dalam kondisi aman. Meski terjadi kenaikan harga pada sejumlah komoditas, terutama bunga untuk kebutuhan upacara, pemerintah menilai lonjakan tersebut masih dalam batas wajar dan dipicu tingginya permintaan masyarakat.
Kepastian itu diperoleh setelah jajaran Pemkab Badung melakukan pemantauan harga dan ketersediaan pangan di sejumlah titik, termasuk Pasar Bunga Desa Baha, Kecamatan Mengwi, gudang Bulog Sempidi, hingga sentra peternakan babi di wilayah Badung.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Badung, I Made Agus Aryawan, mengatakan kenaikan harga bunga menjelang Galungan dan Kuningan merupakan fenomena rutin yang terjadi setiap tahun seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk sarana upacara.
“Pasar Baha ini agak spesifik karena merupakan pusat grosir bunga. Jenis bunga yang dijual cukup beragam, mulai dari bunga pacar, gumitir, kembang seribu hingga jenis bunga lainnya,” ujar Agus Aryawan saat melakukan pemantauan pasar, Kamis.
Menurutnya, harga bunga di Pasar Baha masih relatif lebih murah dibandingkan pasar umum. Selisih harga untuk bunga pacar dan gumitir berkisar Rp6.000 hingga Rp7.000 per kilogram.
Pemkab Badung mencatat rata-rata kenaikan harga bunga menjelang hari raya berada pada kisaran Rp5.000 hingga Rp10.000 per kilogram.
“Kebutuhan masyarakat terhadap bunga meningkat menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan. Karena itu memang terjadi kenaikan harga, namun masih dalam batas yang wajar,” katanya.
Meski demikian, masyarakat diminta tidak khawatir karena pasokan bunga dipastikan tetap aman. Ketersediaan komoditas tersebut didukung oleh distribusi dari petani lokal maupun dari luar Kabupaten Badung.
Stok Beras Aman hingga Enam Bulan
Selain memantau harga bunga, Pemkab Badung juga melakukan pengecekan stok beras di Bulog Sempidi. Hasilnya, cadangan beras dipastikan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama lima hingga enam bulan ke depan.
“Untuk bahan pokok beras, setelah kami cek di Bulog Sempidi, stoknya aman hingga lima sampai enam bulan ke depan. Setiap hari tersedia sekitar 2.500 ton stok beras,” jelas Agus.
Ketersediaan beras tersebut turut diperkuat oleh panen raya yang sedang berlangsung di sejumlah kawasan subak di Badung.
Di Subak Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, hasil panen mencapai lebih dari 70 ton gabah dari luas lahan sekitar 130 hektare. Sementara itu, Subak Lepud mencatat luas panen lebih dari 250 hektare dengan tingkat produktivitas yang cukup tinggi.
“Produktivitas lahan di kedua subak tersebut berkisar antara 6,3 ton hingga 7,5 ton gabah kering per hektare,” tambahnya.
Harga Daging Babi Stabil
Pemantauan juga dilakukan pada sektor peternakan babi yang menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat Bali menjelang hari raya.
Dari hasil pengecekan di tingkat peternak, harga babi hidup masih berada pada kisaran Rp38.000 hingga Rp40.000 per kilogram. Sementara harga daging babi bersih di pasar tradisional dijual sekitar Rp90.000 hingga Rp95.000 per kilogram.
“Salah satu peternak di Ayunan yang kami cek menunjukkan harga masih cukup stabil dan tidak mengalami kenaikan yang signifikan,” ujar Agus.
Pemkab Badung memastikan pasokan daging babi untuk kebutuhan pasar tradisional tetap mencukupi. Namun masyarakat maupun pelaku usaha yang membutuhkan dalam jumlah besar disarankan melakukan pemesanan lebih awal guna menghindari keterlambatan pasokan menjelang puncak perayaan Galungan dan Kuningan.
Dengan kondisi stok beras yang melimpah, pasokan daging yang stabil, serta distribusi bunga yang lancar, Pemkab Badung optimistis kebutuhan masyarakat selama rangkaian Hari Raya Galungan dan Kuningan dapat terpenuhi dengan baik. (*)









