Balitopik.com, DENPASAR – Peringatan Jubileum Perak, 25 tahun Tri Hita Karana (THK) Awards, tahun ini dirayakan dengan mengusung pesan kuat tentang keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Yayasan Tri Hita Karana menggandeng pengrajin lokal yang mengolah sampah menjadi bahan baku kerajinan bernilai ekonomi.
Pengrajin asal Desa Punggul, Kabupaten Badung, memanfaatkan hasil olahan sampah yang diubah menjadi butiran atau bubur sampah untuk kemudian dicetak menjadi berbagai produk kerajinan, seperti patung Garuda Wisnu, panel ukiran, dan aneka handicraft lainnya.
Ketua Yayasan Tri Hita Karana, I Gusti Ngurah Wisnu Wardana, menilai kreativitas pengrajin Bali sangat luar biasa, namun belum sepenuhnya mendapatkan perhatian dan dukungan optimal, khususnya dari sektor industri pariwisata.
“Seperti yang dilakukan pengrajin di Desa Punggul, mereka mampu menciptakan alat pengolah sampah mini yang mengubah sampah menjadi bubur, lalu dibentuk menjadi beragam karya seni. Tantangannya, mereka masih kesulitan memasarkan mesin pengolah sampah mikro ini sekaligus hasil produksinya,” ujar Wisnu, Senin (5/1/2026).
Sebagai bentuk dukungan nyata, pada Malam Penganugerahan THK Awards, yang akan digelar Jumat (9/1/2026) di Ballroom Discovery Kartika Plaza Hotel, Yayasan THK akan menampilkan pameran karya pengrajin tersebut. Diharapkan, inovasi ini dapat menarik minat hotel dan daya tarik wisata (DTW) peserta THK Awards untuk mengadopsi teknologi pengolahan sampah skala mikro.
Pada tahun 2025, tercatat 70 hotel dan DTW mengikuti proses asesmen yang dilakukan oleh 60 asesor, menjangkau wilayah Bali Barat hingga Bali Timur. Sejak pertama kali digelar pada tahun 2000, sebanyak lebih dari 500 hotel dan DTW telah terakreditasi dalam program THK Awards.
Dalam rangka 25 tahun penyelenggaraan, Yayasan THK akan memberikan penghargaan Lifetime Achievement THK Awards kepada hotel, kawasan pariwisata, dan DTW yang secara konsisten mengikuti dan menerapkan nilai-nilai Tri Hita Karana selama bertahun-tahun. Pada tahun ini, tercatat 13 penerima Lifetime Achievement THK Awards.
Wisnu menambahkan, capaian tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas industri perhotelan dan pariwisata Bali, sehingga wisatawan merasa aman dan nyaman, khususnya terkait keselamatan, keamanan, dan kesehatan selama berada di Bali.
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Yayasan THK juga akan menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Bali untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) kesehatan di sektor pariwisata.
Pada Malam Anugerah THK Awards 2026, akan diserahkan empat kategori penghargaan, yaitu:
- THK Awards (Lifetime Achievement)
- THK-PR Awards
- THK Innovation Awards
- THK-CSR Awards
THK-CSR Awards diberikan kepada BUMN maupun perusahaan swasta yang menunjukkan komitmen kuat dalam penyaluran dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Bahkan, terdapat perusahaan perhotelan yang menyalurkan dana CSR hingga lebih dari setengah miliar rupiah dalam satu tahun, dan akan menerima penghargaan pada ajang ini. (*)

















