BALITOPIK.COM, KARANGASEM – Sebanyak 545 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan pelaksanaan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) 2026 di Pura Agung Besakih. Pengamanan dilakukan selama 24 jam dengan dukungan teknologi modern guna memastikan keamanan dan kenyamanan para pemedek.
Hal tersebut disampaikan dalam rapat persiapan akhir yang dipimpin Gubernur Bali Wayan Koster di Gedung Wyata Graha, Besakih, Selasa (31/3/2026). Personel yang dilibatkan berasal dari unsur kepolisian, TNI, pecalang, panitia, serta instansi terkait lainnya.
Pengamanan dilakukan secara terbuka dan tertutup, termasuk penempatan petugas di titik-titik rawan serta patroli intensif di kawasan utama. Koster menegaskan bahwa pengamanan harus berjalan maksimal tanpa celah gangguan sekecil apa pun.
“Pengamanan harus maksimal. Jangan sampai ada gangguan sekecil apapun,” tegasnya.
Selain itu, berbagai potensi kerawanan turut diantisipasi, seperti tarif ojek yang tidak sesuai, risiko pencurian atau kehilangan barang, gangguan terhadap sarana upacara, hingga kepadatan di sejumlah titik. Untuk mengatasi hal tersebut, tim pengurai kemacetan juga disiagakan agar arus lalu lintas tetap lancar.
Pengamanan IBTK 2026 semakin diperkuat dengan pemanfaatan teknologi, di antaranya pemasangan lebih dari 144 titik CCTV yang terhubung ke command center dan memungkinkan pemantauan kawasan secara real-time. Sistem informasi berbasis audio juga dioperasikan dan terintegrasi dengan jaringan komunikasi seperti ORARI.
“Semua harus terpantau. Dengan teknologi, kita bisa respon cepat,” ujar Koster.
Untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat, posko layanan publik juga disiapkan guna menangani berbagai kebutuhan, mulai dari orang tersesat, laporan barang hilang, hingga penyampaian informasi umum. Sistem ini dinilai efektif dalam membantu pemedek selama pelaksanaan karya.
Penataan pedagang turut menjadi perhatian, di mana pedagang diwajibkan berada di zona yang telah ditentukan, dilarang berjualan di jalur utama, serta diawasi terkait kebersihan dan kelayakan makanan. Koster menegaskan bahwa pelanggaran akan ditindak demi menjaga keamanan dan kenyamanan bersama.
“Kalau melanggar, kita tindak. Ini untuk keamanan dan kenyamanan semua,” tegasnya.
Informasi terkait rangkaian kegiatan, tata tertib, dan tata cara pelaksanaan IBTK 2026 juga disosialisasikan hingga tingkat desa melalui kepala desa, bendesa adat, serta media sosial dan media massa. Langkah ini dilakukan untuk memastikan masyarakat memahami sistem yang diterapkan sehingga tidak terjadi penumpukan di lokasi.
Dengan dukungan personel besar, sistem digital canggih, serta penguatan komunikasi publik, pengamanan IBTK 2026 diharapkan berjalan optimal.
“Ini tanggung jawab bersama. Semua harus bergerak menjaga keamanan dan ketertiban,” pungkas Koster.









