BALITOPIK.COM, BALI – Buku The Oracle of Usadha karya I Gusti Ngurah Putra Eka Santosa menjadi sorotan dalam forum bedah buku yang digelar di Ruang Praja Sabha, Kantor Gubernur Bali, Kamis (21/5/2026). Buku tersebut mengulas keterkaitan pengobatan tradisional Bali atau Usadha dengan ilmu kedokteran dan biomedik modern.
Dalam forum yang dihadiri akademisi, tenaga kesehatan, hingga praktisi spiritual tersebut, penulis yang akrab disapa Dokter Ngurah menegaskan bahwa praktik spiritual dalam Usadha Bali dapat dijelaskan secara ilmiah melalui pendekatan energi, vibrasi, hingga epigenetik.
“Praktek spiritual dalam Usadha seperti meditasi, melukat, dan pebayuhan sesungguhnya dapat dibuktikan di laboratorium melalui pendekatan energi, vibrasi, dan epigenetik,” ujar Dokter Ngurah.
Ia menjelaskan, leluhur masyarakat Bali sejatinya telah memahami adanya kecerdasan penyembuhan dari dalam diri manusia yang bekerja melampaui ruang dan waktu. Konsep tersebut kini mulai mendapatkan ruang dalam perkembangan ilmu kesehatan modern.
Bedah buku ini menghadirkan tiga pembedah utama, yakni Ida Shri Bhagawan Putra Natha Nawa Wangsa Pemayun, I Made Jawi, serta I Made Agus Gelgel Wirasuta. Ketiganya mengulas isi buku dari berbagai perspektif, mulai dari spiritualitas, kesehatan, hingga pendekatan sains modern.
Salah seorang peserta forum, I Gusti Ngurah Wisnu Wardana, menyebut pengobatan tradisional Bali tidak dapat dipisahkan dari konsep Tri Hita Karana (THK) yang menjadi filosofi hidup masyarakat Bali.
“Lokal wisdom THK yang menjadi landasan berpikir orang Bali akan menghasilkan sistem pengobatan yang holistik, baik secara sekala maupun niskala,” katanya.
Ia juga mengapresiasi konsistensi Dokter Ngurah dalam menghadirkan karya-karya yang mengangkat kearifan lokal Bali. Menurutnya, buku-buku tersebut dapat menjadi referensi penting dalam pengembangan wellness tourism atau wisata kesehatan di Bali.
Sebelumnya, Dokter Ngurah juga menulis buku The Secret Message of Dalem Sidhakarya pada 2017. Sementara The Oracle of Usadha disebut sebagai upaya terbaru untuk menjembatani pengetahuan tradisional Bali dengan pendekatan ilmiah modern.
Forum tersebut turut dihadiri akademisi, Dinas Kesehatan, dekan fakultas kedokteran, hingga direktur rumah sakit se-Bali. Diskusi berkembang pada bagaimana pengobatan tradisional Bali dapat dijelaskan secara ilmiah melalui pendekatan regenerative medicine dan stem cell. (*)









