• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster. -BALITOPIK.COM

Gawat, 83 Persen Endek di Pasaran Sudah Bukan Buatan Bali

5 bulan ago
Gubernur Bali Wayan Koster saat memantau operasional di salah satu SPBU. -BALITOPIK.COM

Cek Depo Pertamina, Koster Minta Distribusi Dipacu

1 jam ago
Ketua DPC GMNI Denpasar, Wayan Hendra. -IST

BBM Langka di Bali, GMNI Denpasar Desak Pemerintah Buka Data dan Benahi Tata Kelola

3 jam ago
Pengurus PMKRI Cabang Denpasar. -BALITOPIK.COM

Masuk Hari Keempat Warga Ngantri Bensin Sampai Pingsan, PMKRI Denpasar Minta Pertamina Segera Lakukan 4 Hal

21 jam ago
Piagam penghargaan untuk BPD Bali kategori kinerja pembayaran pensiunan. -IST

Bank BPD Bali Raih Penghargaan Terbaik II Kinerja Pembayaran Pensiun dari TASPEN

23 jam ago
Antrean di salah satu pertamina di Singaraja. -BALITOPIK.COM

Bali WFH 3 Hari Akibat BBM Langka, Sekolah dan Kampus Belajar Daring

23 jam ago
Direktur YLPK Bali I Putu Armaya

Antrean BBM di Bali Berlarut, YLPK Usulkan Sistem Ganjil-Genap Jika Kondisi Darurat Berlanjut

1 hari ago
Antrean di salah satu pertamina di Singaraja. -BALITOPIK.COM

KMHDI Buleleng Desak Pemerintah Bertindak Tegas Atasi Gangguan Pasokan BBM di Bali

1 hari ago
Dr. Efatha Filomeno Borromeu Duarte, Dosen Ilmu Politik Universitas Udayana

Kisah Jangkar dan Antrean SPBU yang Mengular

2 hari ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Gawat, 83 Persen Endek di Pasaran Sudah Bukan Buatan Bali

Reporter balitopik.com
30 Mei 2026 - 4:25 am
Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster. -BALITOPIK.COM

Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster. -BALITOPIK.COM

BALITOPIK.COM, DENPASAR – Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, mengingatkan ancaman serius terhadap keberlangsungan tenun endek Bali akibat semakin menurunnya minat generasi muda untuk menjadi penenun.

Jika kondisi ini terus berlanjut, Bali dikhawatirkan hanya menjadi pengguna endek tanpa lagi memiliki sumber daya yang mampu memproduksinya.

Peringatan tersebut disampaikan saat membuka Dekranasda Bali Fashion Day 2026 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Denpasar, Jumat (29/5/2026).

Menurut Putri Koster, kondisi yang terjadi saat ini menunjukkan ironi. Di satu sisi, penggunaan kain endek Bali terus meningkat dan semakin populer di berbagai kalangan. Namun di sisi lain, jumlah penenun justru terus berkurang karena minimnya regenerasi dari generasi muda.

“Fenomena yang ada saat ini, semakin banyak kita memakai kain tenun endek Bali, tetapi minat anak-anak muda kita untuk menenun sangat kecil. Ini sangat berbanding terbalik,” ujar Putri Koster.

Ia mengungkapkan banyak penenun yang sebelumnya aktif berkarya kini memilih meninggalkan profesi tersebut. Situasi ini menjadi ancaman nyata bagi kelestarian salah satu warisan budaya Bali yang selama ini menjadi identitas masyarakat Pulau Dewata.

“Tenun endek kita sedang tidak baik-baik saja,” tegasnya.

Putri Koster juga memaparkan hasil survei yang dilakukan bersama Universitas Hindu Indonesia (UNHI) yang menunjukkan fakta mencengangkan. Dari seluruh kain endek yang beredar di pasaran, sekitar 83 persen berasal dari luar Bali, sementara yang diproduksi oleh perajin Bali hanya sekitar 17 persen.

“Ketika Universitas Hindu Indonesia membantu kami melakukan survei, hasilnya sangat mencengangkan. Sebanyak 83 persen kain endek yang beredar di pasaran berasal dari luar Bali, sedangkan yang diproduksi di Bali hanya sekitar 17 persen,” ungkapnya.

Data tersebut menunjukkan bahwa pasar endek Bali saat ini lebih banyak dikuasai produk dari luar daerah. Jika tidak segera diantisipasi, kondisi ini berpotensi mempercepat hilangnya profesi penenun sekaligus melemahkan industri tenun tradisional Bali.

Karena itu, ia mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, perajin, hingga masyarakat sebagai konsumen untuk bersama-sama menjaga keberlanjutan industri tenun lokal. Ia juga meminta para pedagang tidak menjual kain bermotif endek yang diproduksi di luar Bali dengan mengatasnamakan produk endek Bali.

Putri Koster menegaskan bahwa regenerasi penenun harus menjadi perhatian serius. Menurutnya, generasi muda Bali perlu didorong untuk mempelajari keterampilan menenun agar warisan budaya ini tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

“Suatu saat jika anak-anak Bali tidak bisa menenun lagi, tenun dan endek Bali akan diambil alih oleh daerah lain. Namanya mungkin bukan lagi Endek Bali, melainkan Endek Troso atau Endek Jepara. Orang Bali hanya akan menjadi pemakai tanpa lagi mampu menenunnya,” katanya.

Selain mendorong lahirnya penenun muda, Putri Koster juga mengajak masyarakat menjadi konsumen yang lebih bijak dengan memilih produk tenun yang benar-benar dibuat oleh perajin Bali. Dukungan masyarakat dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga keberlangsungan ekonomi para penenun lokal.

Ia juga memastikan motif endek Bali telah mendapatkan perlindungan hukum melalui hak kekayaan intelektual. Pemerintah bersama instansi terkait akan memperkuat pengawasan terhadap pelanggaran penggunaan motif endek Bali.

“Saya sudah berbicara dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Bali. Motif endek Bali dilindungi oleh aturan hak cipta. Ke depannya, kita akan mulai menegakkan aturan tersebut terhadap para pelanggar,” tegasnya.

Dekranasda Bali Fashion Day 2026 turut menampilkan peragawan dan peragawati dari sejumlah perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali, di antaranya Dinas PMD Dukcapil, Dinas Kebudayaan, Badan Kesbangpol, dan Biro Umum Setda Provinsi Bali.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kecintaan masyarakat terhadap wastra lokal sekaligus mendorong penggunaan produk tenun asli Bali. (*)

Tags: dekranasda baliEndek Asli BaliEndek BaliIndustri Tenun BaliKrisis Penenun MudaPelestarian Budaya BaliPenenun BaliPutri KosterTenun Endek BaliWastra Bali
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Chat WhatsApp

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • Cek Depo Pertamina, Koster Minta Distribusi Dipacu
  • BBM Langka di Bali, GMNI Denpasar Desak Pemerintah Buka Data dan Benahi Tata Kelola
  • Masuk Hari Keempat Warga Ngantri Bensin Sampai Pingsan, PMKRI Denpasar Minta Pertamina Segera Lakukan 4 Hal
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist