• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Koster saat menerima audiensi Forum Komunikasi Fakultas Pertanian Wilayah Indonesia Timur di Ruang Tamu Kantor Gubernur Bali. -IST

Koster: Pertanian Tak Boleh Hanya Jadi Pajangan Pariwisata, Petani Harus Ikut Menikmati Hasilnya

2 bulan ago
Gubernur Bali, Wayan Koster saat mengikuti penanaman bawang putih serentak di Banjar Kelodan, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Rabu (19/8/2026). -IST

Koster Dukung Polri Bikin Gerekan Tanam Bawang Putih untuk Perkuat Swasembada Pangan Bali

3 jam ago
Aliansi Bali Peduli Bencana Flores saat menggelar aksi penggalangan dana di sejumlah titik lampu merah di Kota Denpasar, Rabu (19/8/2026). -BALITOPIK.COM

Mahasiswa dan Pemuda Bali Turun ke Jalan, Galang Dana untuk Korban Gempa Flores

4 jam ago
TIM SAR Gabungan saat melakukan pencarian terhadap sisa korban KMP Putri Yasmin. -IST

Hari Kedelapan, Tim SAR Perluas Pencarian Empat Korban KMP Putri Yasmin

10 jam ago
Gubernur Bali Wayan Koster. -IST

Koster Apresiasi Tiga Maestro Tari Buleleng

10 jam ago
K.A.H (33), warga negara Jerman, dan N.F (25), warga negara Norwegia saat diamankan petugas imigrasi. -IST

Dua WNA Perempuan Overstay di Bali Ditahan Rudenim, Satu Sempat Viral karena Enggan Bayar Salon

11 jam ago
Gubernur Bali Wayan Koster saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi dan Optimalisasi Pendapatan Daerah Tahun 2026 di Gedung Kertha Sabha, Denpasar, Selasa (18/8/2026). -IST

Koster Minta OPD Gaspol Kejar PAD Bali, Realisasi Baru 58,95 Persen

23 jam ago
Sekretaris Bidang Organisasi DPC GMNI Denpasar, Agripa Tri Fosa Sianipar. -IST

DPC GMNI Denpasar Serukan Persatuan, Jangan Benturkan Rakyat dengan Isu SARA

1 hari ago
Kepala Kesbangpol Badung Ida Bagus Putu Mas Arimbawa. -BALITOPIK.COM

129 Ormas Terdata di Badung, Kesbangpol Perkuat Verifikasi dan Pembinaan

1 hari ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Koster: Pertanian Tak Boleh Hanya Jadi Pajangan Pariwisata, Petani Harus Ikut Menikmati Hasilnya

Reporter balitopik.com
3 Juli 2026 - 3:53 am
Koster saat menerima audiensi Forum Komunikasi Fakultas Pertanian Wilayah Indonesia Timur di Ruang Tamu Kantor Gubernur Bali. -IST

Koster saat menerima audiensi Forum Komunikasi Fakultas Pertanian Wilayah Indonesia Timur di Ruang Tamu Kantor Gubernur Bali. -IST

BALITOPIK.COM, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan pembangunan sektor pertanian tidak boleh hanya menjadi pelengkap industri pariwisata. Menurutnya, petani harus menjadi pihak yang ikut menikmati manfaat ekonomi dari berkembangnya pariwisata berbasis budaya, bukan sekadar menjaga keindahan bentang alam Bali.

Penegasan tersebut disampaikan Koster saat menerima audiensi Forum Komunikasi Fakultas Pertanian Wilayah Indonesia Timur di Ruang Tamu Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar, Kamis (2/7/2026).

Dalam pertemuan itu, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Udayana, I Putu Sudiarta, mengundang Gubernur Koster menjadi keynote speaker pada Lokakarya dan Seminar Nasional Pertanian yang akan digelar pada 23 Juli 2026.

Forum tersebut akan diikuti sekitar 90 dekan fakultas pertanian dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia Timur, dengan total peserta diperkirakan mencapai 200 orang. Kegiatan meliputi seminar nasional, lokakarya, hingga berbagai kompetisi mahasiswa yang mengangkat tema integrasi pertanian dan pariwisata berbasis budaya.

“Konsep budaya yang diintegrasikan dengan pertanian dan pariwisata seperti di Bali menjadi sangat penting. Karena itu kami berharap Bapak Gubernur berkenan menjadi keynote speaker,” ujar Sudiarta.

Menanggapi undangan tersebut, Koster menilai selama ini kawasan pertanian di Bali telah menjadi salah satu daya tarik utama pariwisata. Namun, manfaat ekonomi yang diterima petani dinilai belum sebanding dengan kontribusi mereka dalam menjaga lanskap dan budaya pertanian Bali.

“Pertanian harus berjalan sejalan dengan pariwisata. Banyak fasilitas pariwisata yang mengeksploitasi keindahan kawasan pertanian. Selain sebagai penyangga ketahanan pangan, kawasan pertanian juga menjadi objek wisata alam. Karena itu harus dikemas dengan baik agar petani memperoleh manfaat. Kalau hanya dilindungi tanpa peningkatan pendapatan petani, itu tidak adil, apalagi kebutuhan hidup terus meningkat,” tegas Koster.

Menurutnya, konsep pembangunan ke depan harus mampu menjadikan petani sebagai pelaku utama sekaligus penerima manfaat dari pengembangan pariwisata berbasis pertanian.

Koster menilai Bali memiliki keunggulan yang sulit ditiru daerah lain karena sistem pertaniannya menyatu dengan budaya, tradisi, dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.

Ia menjelaskan, aktivitas bertani di Bali tidak hanya berorientasi pada produksi pangan, tetapi juga sarat nilai spiritual melalui berbagai ritual yang mengiringi setiap tahapan, mulai dari pembibitan, pengairan, hingga panen.

“Di Bali, bertani bukan sekadar menanam. Ada upacara dan upakara yang mengiringi mulai dari pembibitan, pengairan hingga panen. Semua itu menjadi satu kesatuan budaya yang hanya dimiliki Bali,” katanya.

Menurut Koster, kekuatan tersebut telah menjadi perhatian dunia. Bahkan konsep pembangunan pertanian berbasis budaya serta Peraturan Daerah tentang Pertanian Organik telah dipresentasikannya dalam forum internasional di London sebagai contoh pembangunan berkelanjutan yang mengintegrasikan budaya, lingkungan, dan ekonomi masyarakat.

Ia menambahkan, di tengah perubahan global, banyak negara mulai mencari kembali identitas budaya mereka. Sementara Bali dinilai telah memiliki fondasi yang kuat sehingga tinggal memperkuat dan mengembangkannya sebagai model pembangunan masa depan.

“Kita di Bali tidak perlu lagi mencari jati diri karena sudah memilikinya sejak dahulu. Tinggal digali dan diperkuat kembali. Saya yakin Bali akan menjadi laboratorium studi dunia untuk kearifan lokal karena ilmu seperti ini hanya ada di Bali,” ujar Koster.

Melalui konsep tersebut, Gubernur Koster berharap pembangunan pertanian dan pariwisata tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling menguatkan sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga kelestarian budaya dan lingkungan Bali. (*)

Tags: BaliBerita Baliekonomi BaliKearifan Lokal BaliKetahanan panganNangun Sat Kerthi Loka BaliPariwisata Balipariwisata berkelanjutanpertanian baliPertanian Berbasis BudayaPertanian OrganikPetani BaliSeminar PertanianUniversitas UdayanaWayan Koster
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Chat WhatsApp

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • Koster Dukung Polri Bikin Gerekan Tanam Bawang Putih untuk Perkuat Swasembada Pangan Bali
  • Mahasiswa dan Pemuda Bali Turun ke Jalan, Galang Dana untuk Korban Gempa Flores
  • Hari Kedelapan, Tim SAR Perluas Pencarian Empat Korban KMP Putri Yasmin
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?