BALITOPIK.COM, DENPASAR — Kepedulian terhadap masyarakat Flores yang terdampak bencana gempa mendorong sejumlah organisasi mahasiswa dan kepemudaan di Bali turun ke jalan. Mereka tergabung dalam Aliansi Bali Peduli Bencana Flores dan menggelar aksi penggalangan dana di sejumlah titik lampu merah di Kota Denpasar, Rabu (19/8/2026).
Aksi kemanusiaan tersebut digelar di tiga lokasi, yakni Lampu Merah Sudirman, Lampu Merah Nangka, dan Lampu Merah Tonja. Penggalangan dana dijadwalkan berlangsung selama tiga hari.
Dalam pelaksanaannya, aksi penggalangan dana tersebut turut mendapat bantuan dari pihak kepolisian. Sejumlah personel diterjunkan untuk membantu mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi aksi, sehingga kegiatan kemanusiaan dapat berlangsung dengan tertib tanpa mengganggu kelancaran pengguna jalan.
Koordinator Lapangan Aliansi Bali Peduli Bencana Flores, Fransisco Dehadi atau Sisco, mengatakan aksi tersebut melibatkan berbagai organisasi mahasiswa, baik intra kampus maupun ekstra kampus.
“Aliansi ini tergabung dari berbagai organisasi, baik intra kampus maupun ekstra kampus. Penggalangan dana ini kami lakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Flores,” ujar Sisco, yang juga merupakan Presidium Pengembangan Organisasi (PPO) PMKRI Cabang Denpasar.
Sejumlah organisasi yang tergabung dalam aksi kemanusiaan tersebut di antaranya PMKRI Cabang Denpasar, Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK) Universitas Warmadewa, Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Himpunan Mahasiswa Kodi, Perhimpunan Mahasiswa Nusa Tenggara Timur Universitas Warmadewa, Ikatan Mahasiswa Sumba Tengah, Himpunan Muda Mudi Lembata, Keluarga Besar Mahasiswa Kristiani Universitas PGRI Mahadewa Indonesia, Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK) Universitas Mahasaraswati Denpasar, Ikatan Mahasiswa Flores Timur, serta Ikatan Muda Mudi Lelak.
Selain turun langsung ke jalan, Aliansi Bali Peduli Bencana Flores juga membuka posko bantuan di Margasiswa PMKRI Cabang Denpasar, Jalan Thamrin Nomor 1/8, Puri Pemecutan, Denpasar.
Sisco mengatakan bantuan dari masyarakat mulai terkumpul. Hingga Rabu (19/8), dana yang diterima melalui transfer mencapai sekitar Rp3 juta. Penggalangan bantuan masih terus dibuka bagi masyarakat yang ingin membantu warga terdampak bencana di Flores.
“Kami juga sudah membuka posko bantuan di Margasiswa PMKRI Cabang Denpasar. Untuk sementara yang terkumpul melalui transfer sekitar Rp3 juta dan penggalangan masih terus berjalan,” katanya.
Tak hanya menggalang bantuan, Aliansi Bali Peduli Bencana Flores juga melakukan pendataan terhadap mahasiswa di Bali yang keluarganya terdampak bencana di Flores.
Berdasarkan pendataan sementara, terdapat sekitar 80 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Bali yang keluarganya terdampak bencana.
“Dari hasil pendataan sementara, ada sekitar 80 mahasiswa yang keluarganya terdampak bencana di Flores. Mereka berasal dari berbagai kampus di Bali,” ungkap Sisco.
Menurut Sisco, pendataan tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi mahasiswa di Bali yang memiliki keluarga terdampak sekaligus memetakan kebutuhan yang diperlukan.
Ia berharap kepedulian masyarakat Bali terhadap warga Flores terus mengalir. Menurutnya, bantuan tidak harus dalam jumlah besar karena setiap kontribusi dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang sedang menghadapi dampak bencana.
“Kami berharap masyarakat ikut membantu, sekecil apa pun bantuan yang diberikan tentu sangat berarti bagi saudara-saudara kita yang sedang terdampak bencana di Flores,” pungkasnya.









