BALITOPIK.COM, BADUNG — Upaya mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja mulai diarahkan lebih dekat ke lingkungan sekolah. Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Badung menggandeng komunitas anak muda untuk menjadikan pelajar sebagai bagian dari gerakan pencegahan, bukan hanya sebagai sasaran edukasi.
Pendekatan tersebut diwujudkan melalui program Duta Bersinar (Bersih Narkoba) Kecamatan Kuta Utara yang dikukuhkan dalam kegiatan “Merdeka Tanpa Narkoba” di Mie Kober Dalung, Kuta Utara, Kamis (27/8/2026).
Program ini melibatkan ratusan siswa dari SMP Negeri 1, SMP Negeri 2, SMP Negeri 3 dan SMP Negeri 4 Kuta Utara. BNNK Badung bersama Komunitas Nak Muda Berkarya mendorong pelajar menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Langkah tersebut dinilai penting karena pencegahan penyalahgunaan narkoba tidak cukup hanya mengandalkan penindakan aparat. Lingkungan keluarga, sekolah dan pergaulan sebaya memiliki posisi penting dalam membentuk keputusan remaja.
Kepala BNNK Badung AKBP Dewa Ketut Darma Aryawan mengatakan generasi muda memiliki posisi strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Karena itu, edukasi mengenai bahaya narkoba perlu diberikan sejak dini agar remaja memiliki pengetahuan sekaligus keberanian untuk menolak penyalahgunaan narkotika.
Melalui Duta Bersinar, pelajar tidak hanya ditempatkan sebagai penerima informasi. Mereka diharapkan mampu menjadi penggerak kampanye hidup sehat dan menyebarkan pesan pencegahan kepada teman-teman sebaya.
Pendekatan teman sebaya menjadi salah satu bagian penting dalam strategi tersebut. Pesan mengenai bahaya narkoba diharapkan lebih mudah diterima ketika disampaikan melalui lingkungan pergaulan yang dekat dengan kehidupan pelajar.
Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, psikotropika dan bahan adiktif lainnya masih menjadi tantangan yang membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
Pemerintah dan aparat penegak hukum memiliki peran penting dalam penindakan. Namun, pencegahan membutuhkan lapisan perlindungan yang lebih luas.
Keluarga perlu membangun komunikasi dengan anak. Sekolah harus menciptakan lingkungan yang aman. Sementara masyarakat dan organisasi kepemudaan dapat membuka ruang aktivitas positif bagi remaja.
Dalam konteks itulah keterlibatan pelajar sebagai Duta Bersinar menjadi penting.
Bunda Anti Narkoba Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, mengatakan generasi muda merupakan aset penting yang harus dilindungi dari ancaman narkoba.
“Kita wajib melindungi mereka dari ancaman narkoba agar kelak tumbuh sehat, cerdas, dan bermanfaat. Mari bangun lingkungan yang peduli dan penuh kasih sayang agar anak-anak siap melangkah menuju masa depan gemilang,” ujarnya.
Menurut Rasniathi, pendekatan kreatif yang melibatkan teman sebaya dapat menjadi cara untuk memperkuat kampanye pencegahan narkoba di kalangan remaja.
Ia berharap para Duta Bersinar tidak berhenti pada status atau pengukuhan, tetapi benar-benar menjadi agen perubahan di sekolah dan lingkungan tempat tinggalnya.
Program “Merdeka Tanpa Narkoba” juga tidak hanya berbicara mengenai bahaya narkoba.
Para pelajar mendapatkan materi mengenai keselamatan berkendara atau safety riding. Pendekatan tersebut memperluas isu perlindungan remaja dari sekadar pencegahan narkoba menjadi keselamatan dalam aktivitas sehari-hari.
BNNK Badung dan Komunitas Nak Muda Berkarya menjadikan program tersebut sebagai ruang kampanye positif bagi pelajar.
Sebagai tahap awal, gerakan Duta Bersinar menyasar seluruh SMP Negeri di Kecamatan Kuta Utara.
Pilihan menyasar sekolah menjadi strategis karena lingkungan pendidikan merupakan salah satu ruang utama interaksi remaja. Pesan pencegahan dapat dibangun secara berkelanjutan melalui guru, teman sebaya, kegiatan sekolah dan keterlibatan keluarga.
Tantangan berikutnya justru berada setelah kegiatan pengukuhan selesai.
Duta Bersinar perlu memiliki ruang untuk menjalankan perannya secara nyata. Kampanye di sekolah, edukasi antarteman, pelaporan terhadap lingkungan yang berisiko serta kegiatan positif bagi pelajar dapat menjadi bagian dari gerakan tersebut.
Sebab, pencegahan narkoba tidak cukup dilakukan melalui satu kegiatan atau satu kampanye.
Yang dibutuhkan adalah lingkungan yang membuat remaja memiliki pengetahuan, keberanian menolak narkoba dan tempat untuk mendapatkan bantuan ketika menghadapi tekanan atau persoalan dalam pergaulan.
Duta Bersinar diharapkan tidak sekadar menjadi simbol kampanye, tetapi berkembang menjadi jejaring pelajar yang ikut membangun lingkungan sekolah dan masyarakat yang lebih aman dari narkoba. (*)








