BALITOPIK.COM, BADUNG – Persoalan air bersih di Badung Selatan masih menjadi pekerjaan rumah. Wilayah yang menjadi salah satu pusat pariwisata Bali ini membutuhkan tambahan pasokan air. Selama ini, kebutuhan air di kawasan tersebut masih banyak bergantung pada Bendungan Estuari.
Karena itu, Ketua DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti, mendorong Perumda Air Minum Tirta Mangutama mencari sumber air alternatif. Salah satu yang diusulkan adalah memanfaatkan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) untuk mengolah air laut menjadi air bersih.
“Dewan mendorong agar direksi melakukan teknologi SWRO, Sea Water Reverse Osmosis. Artinya, bagaimana mengolah air laut untuk bisa menjadi air bersih,” kata Anom usai rapat paripurna DPRD Badung, Kamis (5/11/2026).
Menurutnya, pasokan air untuk kawasan Kuta Selatan tidak bisa terus bergantung pada satu sumber. Perlu ada tambahan pasokan dari wilayah lain maupun melalui teknologi pengolahan air laut.
Anom mengaku sudah melihat upaya direksi Perumda Tirta Mangutama untuk mencari sumber air tambahan. Bahkan, dengan adanya penyertaan modal daerah yang baru, perusahaan daerah tersebut mulai berupaya mengambil air dari wilayah lain.
“Kalau dulu hanya mengandalkan Bendungan Estuari untuk penyediaan air yang disuplai ke Kuta Selatan, sekarang dengan adanya modal yang baru sudah ada keinginan untuk mengambil air dari wilayah lainnya,” ungkapnya.
Dukungan anggaran untuk Perumda Tirta Mangutama juga menjadi bagian dari upaya mengatasi persoalan tersebut. DPRD Badung telah mendorong penyertaan modal daerah sebesar Rp150 miliar hingga tahun anggaran 2029.
Tambahan modal ini diharapkan bisa memperkuat kemampuan perusahaan daerah dalam mengembangkan sumber air dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Anom berharap penambahan sumber air tersebut bisa membuat pasokan ke Badung Selatan semakin baik. Terlebih jika teknologi SWRO nantinya dapat direalisasikan.
“Sehingga nanti bisa menambah suplai air lagi ke Selatan. Apalagi kalau SWRO ini bisa berjalan, saya kira kebutuhan air di Badung Selatan mudah-mudahan secara perlahan bisa teratasi,” tegasnya. (*)









