• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Para musisi yang tampil di IKLIM Fest di Monkey Forest, Ubud. Ist

Pertama di Indonesia 13 Musisi Rilis Album Tentang krisis Iklim

3 tahun ago
Pertunjukan Wimbakara (Lomba) Taman Penasar yang dibawakan Sanggar Seni Semar Pegulingan Sekar Tunjung Biru di PKB 2026. -IST

Duta Badung Sajikan Humor, Kritik Sosial dan Pesan Dharma Melalui Wimbakara Taman Penasar

1 jam ago
Duta badung saat tampilkan Calonarang bertajuk “Geseng Waringin” di PKB 2026. -IST

Duta Badung Hipnotis Penonton PKB 2026 Lewat Calonarang “Geseng Waringin”

20 jam ago
Ketua Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Pimpinan Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PP KMHDI), I Dewa Gede Darma Permana, S.Pd., M.Pd. -BALITOPIK.COM

Galungan sebagai Otonan Gumi, PP KMHDI Ajak Umat Hindu Lawan Krisis Lingkungan dan Budaya Impor

2 hari ago
Gubernur Bali Wayan Koster saat memimpin rapat koordinasi. -BALITOPIK.COM

Penambahan Trip Kapal Atasi Ketimpangan Harga Barang di Nusa Penida  

2 hari ago
Gubernur Bali Wayan Koster. -BALITOPIK.COM

Aksesibilitas Transportasi Bandara Ngurah Rai Perlu Dibenahi

2 hari ago
Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Bali mengucapakan Hari Raya Galungan dan Kuningan. -BALITOPIK.COM

Fraksi PDIP DPRD Bali: Rahajeng Rahina Galungan lan Kuningan

3 hari ago
Duta Kabupaten Badung saat menerima penghargaan. -IST

Duta Badung Memukau di Wimbakara Gender Wayang PKB 2026, Tampil Perdana Langsung Bidik Juara

3 hari ago
Ketua Sanggar Krisnarupa, Ngurah Alit Kapakisan. IST

Dua Digembleng Sanggar, 9 Peserta Badung Unjuk Kebolehan di Wimbakara Seni Lukis Wayang Klasik PKB 2026

3 hari ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Pertama di Indonesia 13 Musisi Rilis Album Tentang krisis Iklim

Reporter balitopik.com
5 November 2023 - 4:10 pm
Para musisi yang tampil di IKLIM Fest di Monkey Forest, Ubud. Ist

Para musisi yang tampil di IKLIM Fest di Monkey Forest, Ubud. Ist

BALITOPIK.COM – Sebanyak 13 musisi ternama di Indonesia resmi merilis album kompilasi bertajuk ‘sonic/panic’ dalam gelaran IKLIM Fest, pada Sabtu (4/11/2023) di Monkey Forest, Ubud. Album kompilasi ini menyuarakan tentang krisis iklim yang diproduksi oleh Alarm Records, sebuah label rekaman sadar iklim pertama di Indonesia.

Musisi yang terlibat dalam album ‘sonic/panic’ ini yaitu Endah N Rhesa, Navicula, Tony Q Rastafara, Tuantigabelas, Iksan Skuter, FSTVLST, Made Mawut, Nova Filastine, Guritan Kabudul, Kai Mata, Rhythm Rebels, Iga Massardi dan Prabumi. Musisi-musisi ini memukau penonton dengan penampilan perdana lagu-lagu dari album kompilasi ini. Kolaborasi ini juga menggandeng komunitas Yowana Padangtegal, Dietplastik Indonesia, dan mitra lainnya untuk mendukung kesadaran lingkungan.

Robi, vokalis band Navicula, dan salah satu inisiator acara ini menjelaskan, bahwa perjalanan album ini dimulai dengan lokakarya yang bertujuan memberikan pemahaman lebih dalam tentang isu krisis iklim kepada para musisi yang terlibat. Lokakarya ini diharapkan memberikan bekal kepada musisi-musisi ini untuk menulis lagu yang akan menjadi sarana kuat dalam menyuarakan isu lingkungan ini kepada masyarakat luas.

“Jadi dimulai dulu dari workshop pendalaman isu bulan Juni yang lalu, kemudian kita buat album bersama-sama dan akhirnya launching hari ini,” jelas Robi.

Endah, salah satu personil duo Endah N Rhesa, yang juga terlibat dalam produksi album kompilasi ‘sonic/panic’ mengaku hal ini menjadi momen yang baik untuk menyuarakan lebih luas tentang krisis iklim melalui musik. “Isu ini adalah hal yang penting untuk disuarakan. Ini adalah kesempatan untuk melakukannya bersama-sama dan saya yakin ini menjadi momentum yang baik juga untuk menyuarakan suatu keinginan menjadi lebih baik. Sebenarnya bukan isu yang mudah, tapi kami mencoba break down lagi untuk menyampaikan dengan cara kami,” ungkap Endah.

IKLIM Fest juga menerapkan reuse protocol atau protokol guna ulang oleh Dietplastik Indonesia. Mereka menyediakan wadah dan alat makanan yang dapat digunakan ulang selama festival berlangsung sebagai bagian dari komitmen mereka untuk mengurangi sampah plastik yang telah menjadi masalah serius dalam lingkungan. Direktur Eksekutif Dietplastik Indonesia, Tiza Mafira, menjelaskan pentingnya protokol guna ulang ini, yang memiliki emisi jauh lebih rendah dibandingkan dengan sistem pengolahan plastik sekali pakai.

“Kami mendorong reuse protocol atau protokol guna ulang ini, karena guna ulang emisinya paling rendah dari semua sistem pengolahan yang ada. Bayangkan saja kita menggunakan wadah makanan yang kita cuci 100 kali itu emisinya 80% lebih rendah dari pada plastik sekali pakai yang kita daur ulang lagi,” jelas Tiza Mafira, Direktur Eksekutif Dietplastik Indonesia.

Selain itu, beberapa area di IKLIM Fest juga memanfaatkan energi surya sebagai langkah untuk mengurangi emisi karbon. IKLIM Fest juga membagikan bibit tanaman secara cuma-cuma untuk dibawa pulang oleh pengunjung, sebagai upaya untuk mengimbangi emisi karbon yang dihasilkan (carbon offsetting) dari IKLIM Fest.

Yowana Desa Padangtegal Ubud turut mendukung penuh terselenggaranya IKLIM Fest. Mereka aktif melakukan pemilahan sampah, memanfaatkan kompos untuk tanaman organik, dan upaya lain yang mendukung keberlanjutan hidup di desa mereka. Jro Bendesa Desa Adat Padangtegal I Made Parmita, menyatakan bahwa komitmen IKLIM Fest sejalan dengan komitmen desa mereka dalam menjaga alam.

“Kami mendukung penuh acara ini. Hari ini kita libatkan Yowana, sehingga bisa mentransfer ilmu bahwa menjaga iklim itu penting. Melalui komunitas ini harapannya bisa memberikan sosialisasi juga kepada desa lain untuk bersama-sama menjaga alam yang bermanfaat bagi keberlangsungan hidup kita,” jelasnya.

IKLIM Fest juga menghadirkan berbagai kegiatan menarik yang melibatkan masyarakat dan komunitas lokal di Ubud, seperti program film yang dikurasi oleh Silurbarong, pop-up skatepark oleh Bluebear Skatepark, kelas yoga, talkshow, berbagai workshop, penampilan dari Yellow Garden, serta bazar komunitas. Semua ini membantu menciptakan kesadaran dan aksi nyata dalam menjaga lingkungan dan mengatasi krisis iklim.

Tags: IKLIM FestKrisis Iklim
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Chat WhatsApp

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • Duta Badung Sajikan Humor, Kritik Sosial dan Pesan Dharma Melalui Wimbakara Taman Penasar
  • Duta Badung Hipnotis Penonton PKB 2026 Lewat Calonarang “Geseng Waringin”
  • Galungan sebagai Otonan Gumi, PP KMHDI Ajak Umat Hindu Lawan Krisis Lingkungan dan Budaya Impor
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?