• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Peta Geothermal Island Flores

Kami Bukan Objek Transisi, Kami Tolak Geothermal Sekarang Juga

1 tahun ago
Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta saat menghadiri HUT ke-25 Laskar Bali Shanti di Wantilan Pendopo Sri Kesari Warmadewa, kawasan Pura Agung Besakih, Karangasem, Jumat (23/10/2026). -IST

Giri Prasta Ajak Laskar Bali Shanti Terus Tebar Kedamaian dan Mengabdi untuk Bali

10 jam ago
Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta (tengah) didampingi Ketua IWO Bali Tri Widiyanti (kiri) dan Kadis KLH BaliI Made Dwi Arbani . -BALITOPIK.COM

Tanam saja tak cukup, Giri Prasta ajak IWO Bali rawat dan awasi Mangrove

11 jam ago
Gubernur Bali Wayan Koster saat meluncurkan 11 unit bus listrik Trans Sarbagita dan enam infrastruktur pengisian daya di Lapangan Timur Niti Mandala Renon, Kamis (22/10/2026). -IST

Koster Luncurkan 11 Bus Listrik Trans Sarbagita, Bali Percepat Transisi Energi Bersih

21 jam ago
Bappeda Badung Gelar Rakor Percepatan Penanganan Stunting Tahun 2026, Perkuat Intervensi dari Hulu

Angka Stunting Badung Naik, Pemkab Perkuat Deteksi dari Hulu

2 hari ago
I Made Ariel Suardana (tengah) dan tim hukum I Made Daging lainnya di Propam Polda Bali. -BALITOPIK.COM

Ariel Suardana Minta Propam Usut Dugaan Penghalangan Laporan Made Daging

2 hari ago
Herman Umbu Billy. -BALITOPIK.COM

Umbu Billy Putera Sumba Dipercaya Jadi Dewan Pakar Gekrafs Bali

2 hari ago
Gubernur Bali dan jajajaran saat menerima dialog perwakilan mahasiswa dan buruh terkait kenaikan upah 2027. -BALITOPIK.COM

Koster Ungkap Proyeksi Upah 2027: Badung Tembus Rp4 Jutaan

2 hari ago
Gubernur Bali Wayan Koster saat menemui massa aksi di Lapangan Renon, Denpasar. -BALITOPIK.COM

Temui Buruh Tuntut UMP Bali Rp5,2 Juta, Koster Janji Akan Lakukan yang Terbaik

3 hari ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Kami Bukan Objek Transisi, Kami Tolak Geothermal Sekarang Juga

Reporter balitopik.com
3 Mei 2025 - 11:33 am
Peta Geothermal Island Flores

Peta Geothermal Island Flores

Balitopik.com – Warga dari Poco Leok, Ulumbu, Wae Sano Mataloko, Sokoria, Lesugolo, Atadei, dan semua wilayah yang kini diincar proyek geothermal, menolak dengan tegas segala bentuk kelicikan negara yang berupaya menutupi kekerasan eksploitasi energi dengan bahasa-bahasa teknokratis.

Pernyataan Gubernur NTT Melki Laka Lena bahwa proyek ini akan “ditinjau kembali” adalah manuver untuk mengalihkan perhatian publik dari fakta utama bahwa proyek ini telah ditolak oleh rakyat.

Warga Flores dan Lembata yang kini dikepung proyek geothermal, menolak dengan tegas karena tanah yang hendak dibor bukanlah lahan kosong, melainkan tubuh hidup tempat kami berpijak, bertani, berdoa, dan mewariskan kehidupan. Proyek ini mengancam sumber air, mencemari udara, dan merusak tempat-tempat sakral yang menjadi pusat iman dan kebudayaan kami.

Di wilayah lain yang telah lebih dulu menjadi lokasi proyek serupa, kami melihat bukti nyata: tanah ambles, penyakit muncul, dan ruang pangan hilang—sementara keselamatan dan suara kami diabaikan.

Atas nama energi terbarukan, kami dipaksa menyerahkan segalanya tanpa jaminan perlindungan, tanpa ruang bicara, dan tanpa penghormatan terhadap martabat kami sebagai penjaga tanah ini secara turun-temurun.

Di Wae Sano, bahkan Bank Dunia menarik diri dari pendanaan setelah berbagai penolakan. Di Poco Leok, proyek perluasan PLTP Ulumbu yang didanai Bank Pembangunan Jerman (KfW) telah diaudit secara independen.

Hasilnya jelas: banyak pelanggaran terjadi terhadap hak-hak ekonomi, budaya, lingkungan, dan politik masyarakat, termasuk pelanggaran atas berbagai regulasi investasi dan prinsip pembangunan berkelanjutan. Artinya, bukan hanya kami yang bersuara—lembaga internasional pun mengakui bahwa proyek-proyek ini cacat sejak awal.

Maka Melki tak perlu sibuk membentuk tim khusus untuk uji petik atau survei teknis yang pura-pura netral. Ruang hidup kami bukan kertas kosong yang bisa dirancang sesuka hati dari meja birokrasi atau ruang rapat kementerian.

Kami juga menolak keras narasi bahwa ada “pro dan kontra”. Tidak ada keraguan di sini: kami diusir, dibungkam, diancam, dipukul, dilaporkan ke Polisi, dan sejak awal tidak pernah dilibatkan secara bermakna.

Gubernur Melki bahkan menyebut WALHI NTT seolah-olah mewakili suara kami. Itu manipulatif. Kami menghormati kerja WALHI sebagai organisasi lingkungan dan selama ini bersama kami. Tetapi keterlibatan mereka bukan utusan komunitas, bukan delegasi rakyat korban.

Keterlibatan mereka tidak bisa digunakan untuk melegitimasi proyek ini atau dianggap sebagai bukti bahwa partisipasi masyarakat telah terpenuhi. Jangan geser kenyataan. Yang punya tanah, yang akan kehilangan sumber air, yang akan terpapar racun dan ledakan, adalah kami, bukan para pejabat dan teknokrat.

Kami juga mengecam keras ajakan gubernur agar kami tidak melakukan aksi atau unjuk rasa. Itu penghinaan. Ketika kami bicara, kami disebut memprovokasi. Ketika kami berdoa dan menjaga tanah, kami dicurigai. Ketika kami bertahan, kami dikriminalisasi. Apakah ini yang disebut pembangunan? Kami tidak butuh transisi energi yang menghancurkan hidup kami.

Kami tahu siapa yang diuntungkan dari proyek ini: korporasi energi, para investor, dan pejabat yang menumpang nama “energi hijau”. Sementara kami kehilangan kampung, kebun, hutan, mata air, ruang sakral dan situs adat, singkatnya masa depan kami. Ini bukan soal energi bersih, ini soal penjajahan gaya baru atas nama lingkungan.

Kami menuntut:

  1. Hentikan segera seluruh kegiatan eksplorasi dan proyek geothermal di Pulau Flores dan Lembata.
  2. Batalkan seluruh izin dan rencana pengembangan panas bumi yang sudah dikeluarkan.
  3. Tolak semua bentuk keterlibatan palsu yang menjadikan lembaga atau pihak luar sebagai pengganti suara rakyat.
  4. Hormati hak kami atas tanah, air, dan kehidupan yang diwariskan leluhur.

Kami tidak akan diam. Tanah ini bukan warisan negara, bukan milik perusahaan. Ini tanah kehidupan kami. Dan kami akan menjaganya sampai akhir. (Rls)

Tags: GeothermalGeothermal di FloresTolak Geothermal Flores
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Chat WhatsApp

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • Giri Prasta Ajak Laskar Bali Shanti Terus Tebar Kedamaian dan Mengabdi untuk Bali
  • Tanam saja tak cukup, Giri Prasta ajak IWO Bali rawat dan awasi Mangrove
  • Koster Luncurkan 11 Bus Listrik Trans Sarbagita, Bali Percepat Transisi Energi Bersih
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist