• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya (enam dari kiri) bersama sejumlah tamu undangan lainnya saat membuka Jatiluwih Festival ke-6, pada Sabtu 19 Juli 2025, di objek wisata Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan.

Festival Jatiluwih 2025: Grow With Nature

1 tahun ago
Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi membuka Country to Country Capture The Flag (C2C-CTF) 2026 di Padma Resort Legian Kuta, Badung, Selasa (11/8/2026). -IST

Koster Buka Kompetisi Keamanan Siber 13 Negara di Bali

1 hari ago
Endang Hastuty Bunga, S.H.

Rp25 Miliar untuk Sebuah Pemberitaan: Ketika Hak Menggugat Berhadapan Dengan Kemerdekaan Pers

1 hari ago
Perjanjian Kerja Sama antara PT Bank Pembangunan Daerah Bali (Bank BPD Bali) dengan Kejaksaan Tinggi Bali. -IST

Bank BPD Bali dan Kejati Bali Perkuat Sinergi Hukum untuk Tata Kelola Perusahaan

1 hari ago
Servasius Bambang Pranoto alumni SMA Kolese De Britto Yogyakarta angkatan tahun 73. -IST

Bebas Bertanggung Jawab, Prinsip De Britto yang Membekas pada Babe Bambang Pranoto

1 hari ago
Peserta dari tiga desa (Tulamben, Kubu, dan Purwakerti) yang berada di kawasan wisata Karangasem mengikuti lokakarya penyelarasan kegiatan penanggulangan bencana ke dalam dokumen perencanaan desa (6/08/2026). -IST

Karangasem Dorong Risiko Bencana Masuk dalam Rencana Pembangunan Desa

2 hari ago
Anggota DPR RI, I Nyoman Parta. -Balitopik.com

Nyoman Parta: Menteri Imigrasi Agar Membawa Pejabat yang Berintegritas ke Bali

2 hari ago
Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi Bali Felucia Sengky Ratna (tengah) dan Kepala Kantor Imigrasi Badung Bugie Kurniawan (kiri). -IST

Kakanwil Imigrasi Bali dan Kakanim Ngurah Rai Akan Berganti

2 hari ago
Suasana Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi bagi pustakawan, guru, dan pegiat literasi Kabupaten Badung, Senin (10/8/2026). -IST

Literasi Informasi Jadi Bekal Penting di Era Digital, Diskerpus Badung Gelar Bimtek

2 hari ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Festival Jatiluwih 2025: Grow With Nature

Reporter balitopik.com
19 Juli 2025 - 2:34 pm
Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya (enam dari kiri) bersama sejumlah tamu undangan lainnya saat membuka Jatiluwih Festival ke-6, pada Sabtu 19 Juli 2025, di objek wisata Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan.

Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya (enam dari kiri) bersama sejumlah tamu undangan lainnya saat membuka Jatiluwih Festival ke-6, pada Sabtu 19 Juli 2025, di objek wisata Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan.

Balitopik.com, TABANAN – Festival Jatiluwih kembali digelar untuk keenam kalinya di kawasan Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, selama dua hari, Sabtu (19/7/2025) hingga Minggu (20/7/2025).

Mengusung tema “Grow with Nature” atau Tumbuh Bersama Alam, festival ini tak sekadar menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana menguatkan komitmen masyarakat untuk hidup selaras dengan alam dan budaya.

Digelar di lanskap sawah terasering yang telah diakui sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO, perayaan ini menjadi momen penting untuk merawat harmoni alam dan kearifan lokal.

Manajer DTW Jatiluwih, John Ketut Purna, menyebut tema tahun ini sebagai pengingat, apalagi popularitas Jatiluwih memang kian meningkat, namun seiring dengan itu, tanggung jawab menjaga kelestariannya juga semakin besar.

“Semakin banyak tamu datang, semakin besar pula tanggung jawab kita merawat alam. Kami ingin mengajak masyarakat kembali pada warisan leluhur dan hidup selaras dengan alam, sesuai filosofi Tri Hita Karana,” ujarnya usai pembukaan festival, Sabtu (19/7/2025).

Tahun ini, Jatiluwih tak hanya merayakan festival tahunan, namun juga keberhasilan besar, atas penghargaan sebagai Desa Wisata Terbaik Dunia 2024 oleh United Nations Tourism.

Untuk itu, berbagai atraksi baru disiapkan, menyasar terutama wisatawan domestik yang diharapkannya lebih banyak hadir dan turut menikmati keindahan serta kekayaan budaya agraris Bali.

Salah satu daya tarik utama festival kali ini adalah hadirnya ikon dan maskot baru yang diangkat dari mitologi lokal.

“Yang membedakan tahun ini adalah penekanan pada kearifan lokal. Kami juga menghadirkan tarian maskot Jatiluwih hasil kolaborasi dengan ISI Bali, serta kostum Dewi Sri dan Jatayu yang monumental,” jelas John.

Selain itu, sebagai bentuk penghormatan terhadap Dewi Sri, dewi kesuburan dalam kepercayaan masyarakat Bali, panitia juga membangun patung setinggi lima meter dari bahan alami. Patung ini menjadi ikon utama festival dan dikerjakan selama tiga bulan penuh.

Lebih lanjut, ia menyebut festival Jatiluwih juga menegaskan keberpihakan pada masyarakat lokal. Hampir seluruh pekerja dan seniman yang terlibat merupakan warga sekitar.

“Tahun ini hampir 99 persen pengisi acara hingga tim produksi berasal dari Jatiluwih. Sejak awal, kami ingin agar uang dari wisatawan kembali ke masyarakat, baik petani maupun seniman,” tegas John.

Target pengunjung pun cukup ambisius, yakni 3.000 orang pada hari pertama dan 4.000 pada hari kedua. Selama ini, kunjungan wisatawan domestik masih terbatas, hanya sekitar 10 persen dari total pengunjung. Festival ini diharapkan bisa meningkatkan kunjungan di hari biasa yang rata-rata hanya 200–300 orang per hari.

“Salah satu misi utama festival ini adalah meningkatkan jumlah kunjungan lokal di luar hari libur,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, menyambut baik penyelenggaraan festival yang dianggap mampu menjaga ruh budaya agraris Bali.

Ia menekankan pentingnya melestarikan tradisi pertanian seperti nengale (melihat sawah), nyekap (mengolah lahan), dan numu (memanen padi), yang diwariskan turun-temurun.

“Kami di Tabanan berpijak pada akar budaya agraris. Pariwisata hanyalah bonusnya. Yang utama adalah menjaga kearifan lokal yang telah diwariskan ribuan tahun,” ujar Sanjaya.

Menanggapi kekhawatiran akan alih fungsi lahan, Sanjaya memastikan komitmen pemerintah dalam menjaga keasrian kawasan Jatiluwih. Menurutnya, pemetaan zonasi telah dilakukan bersama pemerintah pusat, dan penguatan aturan dilakukan hingga ke tingkat desa adat.

“Kami dorong desa adat membuat pararem (aturan desa) agar lahan pertanian tetap lestari. Ini cara paling efektif untuk menjaga Jatiluwih dari alih fungsi lahan,” tandasnya. (*)

Tags: Festival Jatiluwih ke-VIJatiluwihJatiluwih Desa Wisata Terbaik DuniaJatiluwih Warisan Budaya Dunia
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Chat WhatsApp

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • Koster Buka Kompetisi Keamanan Siber 13 Negara di Bali
  • Rp25 Miliar untuk Sebuah Pemberitaan: Ketika Hak Menggugat Berhadapan Dengan Kemerdekaan Pers
  • Bank BPD Bali dan Kejati Bali Perkuat Sinergi Hukum untuk Tata Kelola Perusahaan
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?