• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya (enam dari kiri) bersama sejumlah tamu undangan lainnya saat membuka Jatiluwih Festival ke-6, pada Sabtu 19 Juli 2025, di objek wisata Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan.

Festival Jatiluwih 2025: Grow With Nature

11 bulan ago
Penampilan Duta Kabupaten Badung pada Parade Gong Kebyar Anak-anak Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-48 Tahun 2026. -IST

Tabuh Bayung Bidak hingga Jong Jang Sir Sukses Hipnotis Penonton PKB 2026

2 jam ago
Ilustrasi Lone Wolf. -BALITOPIK.COM

Mengenal Kepribadian Lone Wolf, Sosok Mandiri yang Kerap Disalahpahami

8 jam ago
Sanggar Seni Waduk, Banjar Umakepuh, Desa Buduk, tampil membawakan Topeng Suluh sebagai Duta Kabupaten Badung pada PKB XLVIII 2026 di Kalangan Ratna Kanda, Taman Budaya Bali. -IST

Topeng Suluh Duta Badung Hidupkan Warisan Maestro Carangsari di Panggung PKB XLVIII 2026

10 jam ago
Komunitas Seni Nyenit-Nyenir Banjar Sulangai tampil sebagai Duta Kabupaten Badung dalam Pergelaran Semara Pagulingan pada PKB XLVIII 2026 dengan mengangkat filosofi Wong Samar. -IST

Filosofi Wong Samar, Pesan Spiritual sajian Semara Pagulingan

1 hari ago
Penampilan Bapang Barong Duta Kabupaten Badung sukses memukau ribuan penonton pada ajang Wimbakara (Lomba) Tari Barong Ket dalam rangka Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026. -IST

Tampil Terakhir, Bapang Barong Badung Bergelora di Panggung PKB 2026

1 hari ago
Ketua PHDI Provinsi Bali, I Nyoman Kenak saat menunjukan 8 rekomendasi PHDI Bali. -BALITOPIK.COM

8 Rekomendasi PHDI Bali soal Nasib Pura di BTID

2 hari ago
Sekaa Gong Gita Swastika dari Banjar Adat Tengkulung, Desa Adat Tengkulung, Kecamatan Kuta Selatan, tampil sebagai Duta Kabupaten Badung dalam Utsawa (Parade) Drama Gong Tradisi pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) 2026

Sekaa Gong Gita Swastika Tampil Memukau di PKB 2026, Drama Gong Badung Angkat “Tirta Usada Segara”

2 hari ago
Rektor STTI Cornerstone, Pdt. Dr. David Henry Parera, SE., MA.Ce., M.Th., MM

Kuliah Teologi Bisa Online, STTI Cornerstone Bali Buka Pendaftaran

2 hari ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Festival Jatiluwih 2025: Grow With Nature

Reporter balitopik.com
19 Juli 2025 - 2:34 pm
Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya (enam dari kiri) bersama sejumlah tamu undangan lainnya saat membuka Jatiluwih Festival ke-6, pada Sabtu 19 Juli 2025, di objek wisata Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan.

Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya (enam dari kiri) bersama sejumlah tamu undangan lainnya saat membuka Jatiluwih Festival ke-6, pada Sabtu 19 Juli 2025, di objek wisata Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan.

Balitopik.com, TABANAN – Festival Jatiluwih kembali digelar untuk keenam kalinya di kawasan Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, selama dua hari, Sabtu (19/7/2025) hingga Minggu (20/7/2025).

Mengusung tema “Grow with Nature” atau Tumbuh Bersama Alam, festival ini tak sekadar menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana menguatkan komitmen masyarakat untuk hidup selaras dengan alam dan budaya.

Digelar di lanskap sawah terasering yang telah diakui sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO, perayaan ini menjadi momen penting untuk merawat harmoni alam dan kearifan lokal.

Manajer DTW Jatiluwih, John Ketut Purna, menyebut tema tahun ini sebagai pengingat, apalagi popularitas Jatiluwih memang kian meningkat, namun seiring dengan itu, tanggung jawab menjaga kelestariannya juga semakin besar.

“Semakin banyak tamu datang, semakin besar pula tanggung jawab kita merawat alam. Kami ingin mengajak masyarakat kembali pada warisan leluhur dan hidup selaras dengan alam, sesuai filosofi Tri Hita Karana,” ujarnya usai pembukaan festival, Sabtu (19/7/2025).

Tahun ini, Jatiluwih tak hanya merayakan festival tahunan, namun juga keberhasilan besar, atas penghargaan sebagai Desa Wisata Terbaik Dunia 2024 oleh United Nations Tourism.

Untuk itu, berbagai atraksi baru disiapkan, menyasar terutama wisatawan domestik yang diharapkannya lebih banyak hadir dan turut menikmati keindahan serta kekayaan budaya agraris Bali.

Salah satu daya tarik utama festival kali ini adalah hadirnya ikon dan maskot baru yang diangkat dari mitologi lokal.

“Yang membedakan tahun ini adalah penekanan pada kearifan lokal. Kami juga menghadirkan tarian maskot Jatiluwih hasil kolaborasi dengan ISI Bali, serta kostum Dewi Sri dan Jatayu yang monumental,” jelas John.

Selain itu, sebagai bentuk penghormatan terhadap Dewi Sri, dewi kesuburan dalam kepercayaan masyarakat Bali, panitia juga membangun patung setinggi lima meter dari bahan alami. Patung ini menjadi ikon utama festival dan dikerjakan selama tiga bulan penuh.

Lebih lanjut, ia menyebut festival Jatiluwih juga menegaskan keberpihakan pada masyarakat lokal. Hampir seluruh pekerja dan seniman yang terlibat merupakan warga sekitar.

“Tahun ini hampir 99 persen pengisi acara hingga tim produksi berasal dari Jatiluwih. Sejak awal, kami ingin agar uang dari wisatawan kembali ke masyarakat, baik petani maupun seniman,” tegas John.

Target pengunjung pun cukup ambisius, yakni 3.000 orang pada hari pertama dan 4.000 pada hari kedua. Selama ini, kunjungan wisatawan domestik masih terbatas, hanya sekitar 10 persen dari total pengunjung. Festival ini diharapkan bisa meningkatkan kunjungan di hari biasa yang rata-rata hanya 200–300 orang per hari.

“Salah satu misi utama festival ini adalah meningkatkan jumlah kunjungan lokal di luar hari libur,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, menyambut baik penyelenggaraan festival yang dianggap mampu menjaga ruh budaya agraris Bali.

Ia menekankan pentingnya melestarikan tradisi pertanian seperti nengale (melihat sawah), nyekap (mengolah lahan), dan numu (memanen padi), yang diwariskan turun-temurun.

“Kami di Tabanan berpijak pada akar budaya agraris. Pariwisata hanyalah bonusnya. Yang utama adalah menjaga kearifan lokal yang telah diwariskan ribuan tahun,” ujar Sanjaya.

Menanggapi kekhawatiran akan alih fungsi lahan, Sanjaya memastikan komitmen pemerintah dalam menjaga keasrian kawasan Jatiluwih. Menurutnya, pemetaan zonasi telah dilakukan bersama pemerintah pusat, dan penguatan aturan dilakukan hingga ke tingkat desa adat.

“Kami dorong desa adat membuat pararem (aturan desa) agar lahan pertanian tetap lestari. Ini cara paling efektif untuk menjaga Jatiluwih dari alih fungsi lahan,” tandasnya. (*)

Tags: Festival Jatiluwih ke-VIJatiluwihJatiluwih Desa Wisata Terbaik DuniaJatiluwih Warisan Budaya Dunia
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Chat WhatsApp

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • Tabuh Bayung Bidak hingga Jong Jang Sir Sukses Hipnotis Penonton PKB 2026
  • Mengenal Kepribadian Lone Wolf, Sosok Mandiri yang Kerap Disalahpahami
  • Topeng Suluh Duta Badung Hidupkan Warisan Maestro Carangsari di Panggung PKB XLVIII 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?