• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Tim Duta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) PADAS saat sosialisasi di Karangasem. -Balitopik.com

Sosialisasi di Karangasem, Putri Koster: Mari Tinggalkan Cara Lama Atasi Sampah

9 bulan ago
Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan. -BALITOPIK.COM

Hutan Gundul di Gilimanuk Jadi Sorotan, Bupati Jembrana Mengaku Belum Terima Informasi Resmi

56 menit ago
Ketua DPRD Provinsi Bali Dewa Made Mahayadnya menerima laporan hasil pemeriksaan (LHP) atas laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) dari BPK RI dalam rapat paripurna ke-39 tahun 2025-2026, Senin (8/6/2026). -BALITOPIK.COM

DPRD Bali Terima LHP BPK, Pemprov Kembali Pertahankan WTP

13 jam ago
Gubernur Bali Wayan Koster. -Balitopik.com

Koster Diundang ke London dan Yunani, Presentasikan Konsep Pembangunan Berkelanjutan versi Bali

13 jam ago
Gubernur Bali, Wayan Koster dan Ketua DPRD Bali, Dewa Made Mahayadnya menerima penghargaan dari BPK RI dalam sidang Paripurna DPRD Bali. -BALITOPIK.COM

Pemprov Bali Kembali Raih WTP, Catat 13 Kali Berturut-turut sejak 2012

14 jam ago
Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima kunjungan Delegasi Parlemen Saint Petersburg, Rusia, yang dipimpin Ketua Parlemen Saint Petersburg, Alexandr Belski. -IST

Koster Terima Delegasi Parlemen Rusia, Dorong Promosi Pariwisata Bali-Saint Petersburg

14 jam ago
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta resmi menutup Pesta Kesenian Bali (PKB) Kabupaten Badung XLVIII Tahun 2026. -IST

Kelar di Badung, Adi Arnawa Utus 26 Duta Seni ke PKB Provinsi Bali

2 hari ago
Peserta korve yang dipimpin oleh Gubernur Bali dan Bupati Badung di Pantai Samuh, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan. -BALITOPIK.COM

Laudato Si’ bumi adalah rumah bersama, pesan Paus Fransiskus bergema di Bali

2 hari ago
Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat memimpin korve. -BALITOPIK.COM

Hari Lingkungan Hidup 2026, Bali Serukan Pertobatan Ekologis

3 hari ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Sosialisasi di Karangasem, Putri Koster: Mari Tinggalkan Cara Lama Atasi Sampah

Reporter balitopik.com
16 September 2025 - 4:58 am
Tim Duta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) PADAS saat sosialisasi di Karangasem. -Balitopik.com

Tim Duta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) PADAS saat sosialisasi di Karangasem. -Balitopik.com

Balitopik.com, KARANGASEM – Ketua TP PKK Provinsi Bali sekaligus Duta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) PADAS, Ny. Putri Suastini Koster, mengajak masyarakat untuk meninggalkan pola lama dalam mengurus sampah, yakni sistem “angkut, bawa, buang” ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Menurutnya, cara lama ini terbukti hanya menimbulkan persoalan baru, seperti menumpuknya sampah di TPA Suwung selama lebih dari empat dekade yang kini menjadi masalah besar bagi kesehatan dan lingkungan.

Ajakan itu disampaikan saat mengisi Sosialisasi Percepatan Pelaksanaan Pembatasan Penggunaan Plastik Sekali Pakai dan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) yang berlangsung di dua lokasi di Karangasem, yakni Gedung SP SKB Disdikpora Karangasem dan Wantilan Kantor Camat Kubu, Senin (15/9).

Ibu Putri Koster menegaskan, kunci utama penyelesaian persoalan sampah di Bali adalah pemisahan sejak dari sumbernya. “Sampah rumah tangga menyumbang sekitar 60 persen dari total timbulan sampah Bali. Kalau tidak dipilah sejak awal, sampah jadi tercampur, bau, sulit didaur ulang, dan berbahaya bagi kesehatan,” ujarnya.

Ia mengingatkan agar masyarakat tidak menunggu sampah tercampur baru dipilah. “Ibu-ibu harus pisahkan dari awal. Jangan menunggu bercampur, karena kalau sudah campur, kesannya tidak ada gunanya. Jadi sejak dari rumah, sekolah, pasar, hingga desa, semua harus dipisahkan,” tegasnya.

Untuk mendukung gerakan ini, pemerintah telah menyediakan dasar hukum yang kuat, mulai dari UU Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, Pergub Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai, hingga Instruksi Gubernur Bali Nomor 384 Tahun 2021 dan SE Gubernur Nomor 9 Tahun 2025 tentang Gerakan Bali Bersih Sampah.

Dalam sosialisasi tersebut, Ny. Putri Koster memperkenalkan konsep PSBS PADAS (Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber Palemahan Kedas) yang menekankan tiga langkah utama: pembatasan plastik sekali pakai, pemisahan sampah sejak dari sumber, serta tata kelola sampah yang berkelanjutan.

Ia juga memberikan contoh sederhana, seperti penggunaan komposter untuk sampah organik basah yang bisa menjadi pupuk, dan teba modern untuk sampah organik kering. “Desa adalah kunci. Kalau desa bersih, Bali pasti bersih. Kepala desa, lurah, dan bendesa adat adalah komandan dalam gerakan ini,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya pengolahan sampah organik melalui metode komposter untuk menghasilkan pupuk organik, sementara sampah residu akan ditangani khusus di TPS3R maupun TPST.

Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Udayana, Prof. Ni Luh Kartini, menambahkan bahwa bahaya terbesar dari sampah anorganik adalah pembakaran plastik yang menghasilkan dioksin, racun berbahaya yang berdampak serius pada kesehatan, terutama bagi ibu hamil.

Ia menekankan bahwa 60 persen sampah Bali bersifat organik sehingga sebenarnya dapat dikelola di rumah tangga dan komunitas, sementara pemerintah bertanggung jawab mengelola sampah anorganik.

“Kalau organik dikelola dari rumah dan desa, beban pemerintah dalam mengurus anorganik akan jauh lebih ringan,” jelasnya.

Sementara itu, Camat Karangasem, I Gusti Lanang Agung Wirawan, menyebut pihaknya sudah mulai melakukan langkah nyata seperti pembangunan teba modern dan penindakan terhadap warga yang masih membuang sampah ke sungai. Adapun Camat Kubu, I Gede Sukanta Winaya, mengatakan sosialisasi ini penting karena sampah telah menjadi isu nasional bahkan internasional.

“Kami sudah bersinergi dengan desa adat, Kapolsek, Danramil, dan masyarakat untuk mendukung pelaksanaan Pergub Bali 97,” katanya.

Dengan sinergi bersama masyarakat, desa adat, dan pemerintah, Ny. Putri Koster optimistis Karangasem bisa menjadi contoh sukses penerapan PSBS di Bali.

“Kalau semua bergerak, lingkungan bersih, ekosistem terjaga, pariwisata bermartabat, dan kualitas hidup masyarakat akan meningkat. Mari tinggalkan pola lama dan mulai dari rumah masing-masing,” pungkasnya. (*)

Tags: Bali Bebas SampahDuta PSBS PADASPutri Koster
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Twitter

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • Hutan Gundul di Gilimanuk Jadi Sorotan, Bupati Jembrana Mengaku Belum Terima Informasi Resmi
  • DPRD Bali Terima LHP BPK, Pemprov Kembali Pertahankan WTP
  • Koster Diundang ke London dan Yunani, Presentasikan Konsep Pembangunan Berkelanjutan versi Bali
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?