BALITOPIK.COM, DENPASAR — Sensilaus Dore dipercaya menjadi Ketua Umum Ikatan Keluarga Besar (IKB) Flobamora Bali periode 2026–2029. Ia terpilih secara aklamasi dalam Rapat Tertinggi Anggota Luar Biasa (RTA LB) IKB Flobamora Bali di Sekretariat IKB Flobamora Bali, Jalan Tukad Musi, Denpasar, Senin (17/8/2026).
Pemilihan Sensilaus berlangsung bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. RTA LB tersebut memiliki agenda utama memilih kepengurusan baru IKB Flobamora Bali untuk menggantikan kepengurusan sebelumnya.
Nama Sensilaus menguat setelah melalui proses penjaringan yang dilakukan jajaran penasihat dan para sesepuh IKB Flobamora Bali. Mayoritas organisasi suka duka kabupaten yang tergabung dalam IKB Flobamora Bali kemudian memberikan dukungan kepadanya.
Dukungan mayoritas tersebut membuat Sensilaus akhirnya ditetapkan secara aklamasi sebagai ketua umum untuk periode tiga tahun mendatang.
RTA LB dihadiri mayoritas pengurus organisasi suka duka kabupaten dari berbagai wilayah NTT yang berada di Bali. Hanya dua organisasi suka duka kabupaten yang berhalangan hadir.
Sebelum RTA LB dilaksanakan, jajaran penasihat IKB Flobamora Bali terlebih dahulu membentuk tim penjaringan calon ketua umum. Proses tersebut dilakukan untuk mencari sosok yang dinilai mampu melanjutkan kepemimpinan organisasi setelah Herman Umbu Bily.
Tim penjaringan melibatkan sejumlah tokoh senior IKB Flobamora Bali, yakni Yoseph Yulius Dias atau Yusdi Diaz, mantan Ketua Umum IKB Flobamora Bali; Ardi Ganggas, mantan wakil ketua yang kemudian dipercaya memimpin sidang RTA LB; Frederik Bily, mantan sekretaris yang ditunjuk sebagai Ketua Tim Penjaringan; serta Agustinus Dei Segu, mantan wakil ketua IKB Flobamora Bali.
Setelah berkomunikasi dengan berbagai unsur organisasi suka duka kabupaten, proses penjaringan akhirnya mengerucut pada nama Sensilaus Dore.
Sensilaus memiliki pengalaman panjang di pemerintahan. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Biro Umum Sekretariat Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI sebelum memasuki masa purnabhakti sebagai pejabat eselon II pada 2024.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu modal bagi Sensilaus untuk mengemban amanah baru dalam organisasi yang menaungi keluarga besar warga NTT di Bali.
Usai terpilih, Sensilaus mengatakan jabatan tersebut merupakan mandat besar. Ia menyadari mengelola organisasi dengan anggota yang berasal dari berbagai kabupaten dan latar belakang membutuhkan kepemimpinan sekaligus waktu yang cukup.
“Mengurus keluarga sebesar IKB Flobamora Bali bukan hal mudah. Selain harus memiliki leadership kuat juga harus punya banyak waktu luang. Kebetulan saya sudah tidak terlalu banyak kesibukan seperti waktu masih dinas di Kementerian Kominfo. Saya menerima kepercayaan ini sebagai mandat untuk menyatukan seluruh keluarga warga NTT di Bali,” ujar Sensilaus.
Sementara itu, Herman Umbu Bily menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya RTA LB sekaligus menyambut kepemimpinan baru IKB Flobamora Bali.
“Saya ucapkan selamat dan sukses,” ujarnya.
Dengan terpilihnya Sensilaus Dore, IKB Flobamora Bali memasuki babak kepengurusan baru hingga 2029. Kepemimpinan tersebut diharapkan semakin memperkuat persatuan, kebersamaan, dan hubungan kekeluargaan warga NTT di Bali.
Momentum pergantian kepemimpinan yang berlangsung bertepatan dengan HUT ke-81 Kemerdekaan RI juga menjadi titik awal bagi Sensilaus bersama jajaran pengurus baru untuk menjalankan amanah organisasi selama tiga tahun ke depan. (*)









