• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Sekretaris daerah (Sekda) Bali, Dewa Made Indra saat pimpin High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah, Selasa (15/7/2025). -Humas Pemprov Bali.

Bali Alami Inflasi? Jalan Ambruk Distribusi Logistik jadi Lambat

1 tahun ago
Pengurus PMKRI Cabang Denpasar. -BALITOPIK.COM

Masuk Hari Keempat Warga Ngantri Bensin Sampai Pingsan, PMKRI Denpasar Minta Pertamina Segera Lakukan 4 Hal

13 jam ago
Piagam penghargaan untuk BPD Bali kategori kinerja pembayaran pensiunan. -IST

Bank BPD Bali Raih Penghargaan Terbaik II Kinerja Pembayaran Pensiun dari TASPEN

15 jam ago
Antrean di salah satu pertamina di Singaraja. -BALITOPIK.COM

Bali WFH 3 Hari Akibat BBM Langka, Sekolah dan Kampus Belajar Daring

15 jam ago
Direktur YLPK Bali I Putu Armaya

Antrean BBM di Bali Berlarut, YLPK Usulkan Sistem Ganjil-Genap Jika Kondisi Darurat Berlanjut

1 hari ago
Antrean di salah satu pertamina di Singaraja. -BALITOPIK.COM

KMHDI Buleleng Desak Pemerintah Bertindak Tegas Atasi Gangguan Pasokan BBM di Bali

1 hari ago
Dr. Efatha Filomeno Borromeu Duarte, Dosen Ilmu Politik Universitas Udayana

Kisah Jangkar dan Antrean SPBU yang Mengular

2 hari ago
Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta. -BALITOPIK.COM

Wabup Bagus Alit Sucipta Serahkan Bantuan 439 Rumah dan Bansos untuk 599 Penyandang Disabilitas

2 hari ago
Jamsostek Award 2026, Adi Arnawa Paparkan Perlindungan Pekerja Rentan di Badung

Jamsostek Award 2026, Adi Arnawa Paparkan Perlindungan Pekerja Rentan di Badung

2 hari ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Bali Alami Inflasi? Jalan Ambruk Distribusi Logistik jadi Lambat

Reporter balitopik.com
15 Juli 2025 - 3:32 pm
Sekretaris daerah (Sekda) Bali, Dewa Made Indra saat pimpin High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah, Selasa (15/7/2025). -Humas Pemprov Bali.

Sekretaris daerah (Sekda) Bali, Dewa Made Indra saat pimpin High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah, Selasa (15/7/2025). -Humas Pemprov Bali.

Balitopik.com, BALI – Pemerintah Provinsi Bali menggelar High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah, Selasa (15/7/2025) membahas pengendalian inflasi akibat distribusi barang atau logistik terhambat. Hal ini disebabkan oleh ambruknya jalan nasional di Desa Bajera, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan yang menjadi jalur utama logistic selama ini.

Sekretaris daerah (Sekda) Bali, Dewa Made Indra menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam dan langsung bergerak cepat bersama seluruh pihak terkait untuk memastikan jalur tersebut segera dapat difungsikan kembali.

“Pertemuan kita hari ini secara khusus membahas dampak kerusakan jalan nasional di Bajera. Ini satu-satunya jalur nasional yang menghubungkan wilayah timur dan barat Bali serta menjadi rujukan utama pergerakan logistik.”

“Kami sudah menerima laporan dari semua pihak, dan penanganannya berjalan sangat cepat. Harapan kami, minggu ini jalur sudah bisa dibuka kembali untuk operasional,” tegas Dewa Made Indra.

Sekda Bali ini menyebut distribusi BBM, LPG, dan berbagai komoditas lainnya mengalami hambatan. Namun berkat kerja keras dan antisipasi cepat semua stakeholder, distribusi tetap terjaga.

Ia berharap, terkait kenaikan inflasi yang terjadi, dimana mengingat saat ini masih berada di pertengahan bulan Juli, diharapkan angka inflasi di Bali setidaknya dapat setara, atau bahkan lebih rendah dibandingkan rata-rata inflasi nasional.

“Pengendalian inflasi membutuhkan kerja keras kita semua. Kuncinya terletak pada sinergi. Jalan boleh rusak, tetapi sistem dan kerja kita tidak boleh berhenti. Kita buktikan bahwa Bali tetap mampu menjaga stabilitas distribusi dan harga melalui kerja sama,” pungkasnya.

Sementara, Kasatker Pelaksana Jalan Nasional Wilayah I Bali, I Nyoman Jasmara, melaporkan bahwa amblesnya jalan di KM 38+725 disebabkan oleh runtuhnya struktur cross drain lama di bawah badan jalan akibat derasnya aliran air.

Saat ini penanganan dilakukan secara intensif sejak hari kejadian, dengan mengganti cross drain menggunakan box culvert berukuran 2 x 2 meter, disertai perkuatan struktur, timbunan material granular, pemasangan geotekstil, dan pengecoran beton. Hingga 14 Juli 2025, progres pekerjaan bahkan telah melampaui target harian.

“Dengan dukungan penuh seluruh stakeholder, termasuk pengaturan lalu lintas yang baik, kami berharap jalur ini sudah bisa dilewati paling lambat minggu depan, bahkan bisa lebih cepat,” ujar Jasmara.

Dari sisi distribusi energi, Sales Branch Manager Rayon III Bali Pertamina, Made Bulan Asasia Binov, memastikan tidak terjadi kekosongan pasokan BBM maupun LPG. Meskipun terjadi pengalihan jalur pengiriman ke arah utara, Depot Manggis dan Sanggaran tetap siaga, termasuk pada hari libur, untuk memastikan distribusi tetap lancar ke wilayah terdampak.

“Hari pertama kejadian kami langsung menindaklanjuti. Tidak ada kekosongan di SPBU. Operasional tetap kami buka khusus untuk wilayah terdampak,” terang perwakilan Pertamina.

Kondisi serupa juga disampaikan terkait distribusi pangan. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Sunada, menyebutkan bahwa pasokan pangan secara umum masih bisa dijaga.

Kenaikan harga komoditas seperti bawang merah, telur, dan cabai besar masih dalam kisaran wajar dan terkendali. Program pembagian bibit cabai juga tetap berjalan sebagai upaya memperkuat produksi lokal.

Menyambung dari itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, R. Erwin Soeriaatmadja, menyampaikan bahwa inflasi Bali secara bulanan (Juni 2025) tercatat sebesar 0,44% (mtm), lebih tinggi dari angka nasional (0,19% mtm), dengan penyumbang utama dari komoditas hortikultura seperti cabai rawit dan tomat.

Secara tahunan, inflasi Bali berada pada angka 2,94% (yoy), masih dalam sasaran inflasi nasional (2,5 ±1%), namun tetap memiliki potensi risiko ke depan yang perlu diantisipasi.

“Salah satu risiko utama ke depan adalah kelancaran distribusi, terutama terkait kondisi infrastruktur. Selain itu, kenaikan biaya pendidikan, harga emas, dan faktor cuaca juga menjadi perhatian,” ungkap Kepala BI Bali.

Meski demikian, menurut BI, terdapat juga sisi positif atau downside risk yang dapat membantu menahan tekanan inflasi, seperti panen bawang merah di NTB dan Bali, serta penyaluran Minyakita dan beras SPHP oleh pemerintah. (*)

Tags: Bali InflasiCegah InflasiDewa Made IndraInflasiJalan AmbrukSekda Bali
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Chat WhatsApp

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • Masuk Hari Keempat Warga Ngantri Bensin Sampai Pingsan, PMKRI Denpasar Minta Pertamina Segera Lakukan 4 Hal
  • Bank BPD Bali Raih Penghargaan Terbaik II Kinerja Pembayaran Pensiun dari TASPEN
  • Bali WFH 3 Hari Akibat BBM Langka, Sekolah dan Kampus Belajar Daring
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist