• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Gubernur Bali Wayan Koster saat pimpin rapat evaluasi OSS. -Balitopik.com

Bali Gelisah, Segera Usulkan 6 Alasan Daerah Harus Intervensi OSS

10 bulan ago
Kuasa hukum janda lansia Anastasia Lotu, Primus Klau, S.H. -IST

Kuasa Hukum Janda Lansia Soroti Legalitas Sertifikat yang Dipegang Wakil Ketua DPRD Belu

2 jam ago
Solidaritas Jurnalis Bali saat melakukan aksi damai depan Monumen Bajra Sandhi, Renon, Denpasar. -BALITOPIK.COM

Solidaritas Jurnalis Bali Kecam Pernyataan Prabowo soal ‘Londo Ireng’

3 jam ago
Gubernur Bali, Wayan Koster saat menyapa sejumlah anak muda yang datang ke acara traktiran di perayaan Hari Raya Tumpek Krulut atau Hari Kasih Sayang di Bali. -BALITOPIK.COM

Antrian Mengular, 10 Ribu Warga Serbu Kopi Gratis Traktiran Koster di Tumpek Krulut

22 jam ago
Ilustrasi sengkata lahan antara Wakil Ketua DPRD Belu Januaria Awalde Berek dan seorang janda lansia Anastasia Lotu.

Klaim Wakil Ketua DPRD Belu atas Tanah Janda Lansia “Dibantah” BPN

1 hari ago
Pengamat komunikasi Publik, Emanuel Dewata Oja.

Klarifikasi Hasan Nasbi Justru Lebih “Biadab” dari Stigma “Londo Ireng”

1 hari ago
Sekda Dewa Indra saat menghadiri penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang pemberian dokumen kependudukan kepada anak telantar di Auditorium ST. Burhanuddin, Kejaksaan Tinggi Bali, Kamis (30/7). -IST

Pemprov Bali dan Kejati Bersinergi Penuhi Hak Administrasi Anak Telantar

2 hari ago
Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menghadiri peringatan Hari Anak Nasional dengan tajuk Ambawarna Raya, yang digelar di Wantilan Kantor Desa Ayunan, Kecamatan Abiansemal, Jumat (31/07/2026). -IST

Rasniathi Adi Arnawa Dorong Anak Berani Berkarya Sejak Dini

2 hari ago
Bupati Badung Adi Arnawa saat menyerahkan santunan kedukaan kepada ahli waris. -IST

Bupati Badung Serahkan Penghargaan dan Reward Rp10 Juta kepada Ahli Waris yang Tertib Urus Akta Kematian

2 hari ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Bali Gelisah, Segera Usulkan 6 Alasan Daerah Harus Intervensi OSS

Reporter balitopik.com
10 Oktober 2025 - 6:34 am
Gubernur Bali Wayan Koster saat pimpin rapat evaluasi OSS. -Balitopik.com

Gubernur Bali Wayan Koster saat pimpin rapat evaluasi OSS. -Balitopik.com

Balitopik.com, DENPASAR – Pemerintah Provinsi Bali akan mengusulkan ke pemerintah pusat dan DPR RI agar Sistem Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik atau Online Single Submission (OSS) dievaluasi.

Bahwa kewenangan OSS yang selama ini tersentralisasi di pusat telah merugikan daerah. Pemerintahan Bali tidak diam, dinilai sistem ini telah banyak merugikan sehingga perlu dievaluasi.

Hal ini dibahas dalam rapat koordinasi evaluasi OSS yang dipimpin Gubernur Bali Wayan Koster bersama Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra, Dinas PMTSTP Kabupaten/Kota se-Bali, dan Tim Pengkaji Regulasi OSS di Ruang Rapat Kerta Sabha, Jayasabha, Denpasar, Rabu (8/10/2025).

Rapat ini menghasilkan 6 usulan strategis yang akan disampaikan ke pemerintah pusat dan DPR RI sebagai bahan evaluasi OSS.

Pertama, sinkronisasi norma OSS dengan regulasi daerah (RTRW dan RDTR). Kedua, Pengembalian kewenangan verifikasi izin kepada pemerintah daerah. Ketiga, Klasifikasi ulang sektor usaha, terutama pariwisata dan perdagangan modern, menjadi risiko menengah atau tinggi.

Keempat, Kenaikan ambang modal PMA untuk daerah padat investasi seperti Bali. Kelima, Hak koreksi daerah terhadap izin yang melanggar tata ruang atau berkembang melebihi kapasitas. Keenam, Pemberian kewenangan daerah menentukan bidang usaha yang sudah jenuh.

“OSS yang terlalu tersentralisasi ini sudah tidak sesuai dengan semangat otonomi daerah. Semua kendali ada di pusat, daerah hanya jadi penonton. Kita harus ubah norma-normanya supaya daerah punya ruang untuk menjaga keberlanjutan ekonomi dan budaya Bali,” ujar Gubernur Koster.

Gubernur Koster menegaskan, sistem ini telah mengambil alih kewenangan daerah. Karenanya 6 usulan tersebut akan segera disampaikan ke pemerintah pusat dan DPR RI.

“Masalah utamanya bukan teknis, tapi normatif. OSS dalam bentuk sekarang telah mengambil alih kewenangan daerah dan menimbulkan banyak korban di lapangan,” katanya.

Apalagi, kata Koster, Bali sebagai daerah yang sudah matang investasinya, membutuhkan skema kebijakan khusus agar pengelolaan ruang dan investasi tidak menimbulkan ketimpangan sosial dan kerusakan lingkungan.

“Saya akan sampaikan langsung ke kementerian dan DPR agar norma dan pasal-pasal yang bermasalah disesuaikan. Bali tidak menolak investasi, tapi harus ada keberpihakan yang jelas pada ekonomi rakyat,” pungkasnya. (*)

Tags: Gubernur BaliOSS RBAWayan Koster
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Chat WhatsApp

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • Kuasa Hukum Janda Lansia Soroti Legalitas Sertifikat yang Dipegang Wakil Ketua DPRD Belu
  • Solidaritas Jurnalis Bali Kecam Pernyataan Prabowo soal ‘Londo Ireng’
  • Antrian Mengular, 10 Ribu Warga Serbu Kopi Gratis Traktiran Koster di Tumpek Krulut
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?