BALITOPIK.COM, DENPASAR – Antusiasme masyarakat menyambut perayaan Hari Raya Tumpek Krulut atau Hari Kasih Sayang di Bali terlihat begitu tinggi. Ribuan warga memadati Kedai Kopi Jenar di Jalan Kaliasem, Denpasar, Sabtu (1/8/2026), untuk menikmati kopi gratis yang dibagikan Gubernur Bali Wayan Koster.
Sejak pagi, antrean pengunjung sudah mengular hingga belasan meter di depan kedai. Memasuki siang hari, jumlah warga yang datang justru terus bertambah. Mayoritas pengunjung didominasi kalangan anak muda yang rela mengantre demi mendapatkan secangkir kopi sekaligus merasakan suasana kebersamaan pada perayaan Tumpek Krulut.
Salah seorang pengunjung, Kadek Trisna, mengaku mengetahui informasi pembagian kopi gratis melalui media sosial.
“Kalau ke Jenar sebenarnya bukan pertama kali. Sudah pernah ke sini, cuma sekarang datang karena ada kopi gratis,” ujarnya sambil tersenyum.
Cerita serupa disampaikan Anton yang datang bersama rekannya, Satria, Ferry, dan Justine. Mereka mengetahui informasi tersebut dari akun TikTok Kosterpedia sebelum akhirnya memutuskan datang ke lokasi.
“Saya lihat di TikTok Kosterpedia, terus saya bagikan ke grup teman-teman,” katanya.
Mereka sengaja datang sekitar pukul 12.00 Wita dengan harapan antrean sudah berkurang. Namun kenyataannya, antrean tetap panjang sehingga mereka harus menunggu sekitar satu jam sebelum memperoleh kopi.
“Sebelumnya sudah pernah ikut juga. Ternyata sekarang masih seramai ini,” ujar Anton.
Ia berharap kegiatan berbagi seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin.
“Kalau bisa bukan cuma kopi, tapi ada camilan atau makanan juga,” tambahnya.
Gubernur Bali Wayan Koster tiba di lokasi sekitar pukul 13.29 Wita dan langsung menyapa masyarakat yang tengah mengantre. Ia menyalami pengunjung serta melayani permintaan swafoto dengan warga.
Koster mengaku bersyukur melihat tingginya antusiasme masyarakat dalam memaknai Tumpek Krulut, yang menurutnya merupakan hari suci untuk menumbuhkan kasih sayang dan kebersamaan.
“Tahun ini ada sekitar 15 titik UMKM yang ikut berbagi. Jumlahnya bertambah dibanding sebelumnya,” kata Koster.
Ia menjelaskan, program berbagi kopi gratis awalnya hanya dilaksanakan di Kopi Jenar. Seiring meningkatnya antusiasme masyarakat, kegiatan kemudian diperluas ke Kedai Kopi Tan Panama.
Kini, atas usulan para bupati dan wali kota, program tersebut dilaksanakan secara serentak di seluruh kabupaten dan kota di Bali dengan melibatkan lebih banyak pelaku UMKM.
“Sebelumnya hanya di Jenar, lalu ditambah di Tan Panama. Setelah itu para bupati minta supaya daerahnya juga ikut. Akhirnya sekarang dilaksanakan di seluruh kabupaten dan kota,” ujarnya.
Melihat respons masyarakat yang terus meningkat, Koster membuka peluang agar pelaksanaan berikutnya melibatkan lebih banyak UMKM lokal sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas.
Ia juga mengajak masyarakat menjadikan Tumpek Krulut sebagai momentum memperkuat rasa syukur, mempererat kasih sayang, serta menjaga nilai-nilai kearifan lokal Bali melalui konsep Sad Kerthi.
Sementara itu, Tim Kreatif Kopi Jenar, Wahyu Aryana, mengatakan antusiasme masyarakat tahun ini melampaui perkiraan.
Hingga siang hari, jumlah pengunjung diperkirakan telah mencapai sekitar 7.000 orang dan diprediksi terus bertambah hingga menyentuh angka 10.000 pengunjung.
“Hari ini estimasinya ada sekitar 10.000 orang. Kalau sekarang, seingat saya, sudah sekitar 7.000,” katanya.
Menurut Wahyu, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang menikmati kopi gratis, tetapi juga menghadirkan ruang berkumpul bagi masyarakat.
“Senang sekali melihat antusias teman-teman yang hadir hari ini. Harapannya selain datang ngopi, mereka juga bisa ngobrol dan menikmati suasana,” ujarnya.
Ia menilai program Gubernur Koster Berbagi juga memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM karena mampu menghadirkan ribuan pengunjung dalam satu hari.
“Kalau untuk membantu UMKM dan dari sisi ekonomi, tentu sangat membantu,” tutupnya. (*)









