• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Pande Putu Maya Arsanti (tengah) dan Nengah Jimat (kanan), didampingi Ayu Sri Undari selaku legal staff Bali Trust International Law Firm. -BALITOPIK.COM

Sudah Gelontorkan Ratusan Miliar, Investor Harap Sengketa Internal Desa Adat Bugbug Berakhir

2 bulan ago
Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta didampingi Bupati Jembrana saat mengunjungi rumah I Gede Yogi Agus Cahaya. -IST

Rumah Atap Bocor Lantai Tanah, Warga Desa Banyubiru Dapat Bantuan Rp75 Juta

20 menit ago
Petrus Naru Calon Kepala Desa Mukuvoka, Kabupaten Ngada, nomor urut 3. -IST

Misi Besar Petrus Naru Bangun Mukuvoka

1 jam ago
Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti saat menyerahkan pandangan fraksi kepada Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa. -IST

Setujui Empat Raperda, DPRD Badung Soroti Air Bersih hingga Kemacetan

18 jam ago
Ketua DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti. -BALITOPIK.COM

Krisis Air Bersih, DPRD Badung Ingin Air Laut Diolah Jadi Air Bersih

22 jam ago
Festival Seni dan Budaya Kabupaten Badung Tahun 2026

Setelah Dua Tahun Vakum, Badung Kembali Gelar Festival Seni dan Budaya Selama 13 Hari

23 jam ago
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). -IST

SBY: Kok Jadi Begini Negara Kita, Segala Cara Dihalalkan Demi Kekuasaan

2 hari ago
ILUSTRASI

Zaman Yesus: Sigit ini seperti Yudas, ketika orang terdekat justru berkhianat

2 hari ago
Anggota Komisi III dan Badan Legislasi DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, I Nyoman Parta. -IST

Edan, Bukannya Lindungi Presiden Malah Disadap, Polri Harus Direformasi

2 hari ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Sudah Gelontorkan Ratusan Miliar, Investor Harap Sengketa Internal Desa Adat Bugbug Berakhir

Reporter balitopik.com
20 September 2026 - 10:16 am
Pande Putu Maya Arsanti (tengah) dan Nengah Jimat (kanan), didampingi Ayu Sri Undari selaku legal staff Bali Trust International Law Firm. -BALITOPIK.COM

Pande Putu Maya Arsanti (tengah) dan Nengah Jimat (kanan), didampingi Ayu Sri Undari selaku legal staff Bali Trust International Law Firm. -BALITOPIK.COM

BALITOPIK.COM, KARANGASEM — Konflik internal yang berkepanjangan di Desa Adat Bugbug, Karangasem, Bali, disebut tidak hanya berdampak kepada kelompok warga yang berselisih. Pihak investor proyek Neano mengaku ikut menjadi korban karena pembangunan yang disebut telah mencapai sekitar 90 persen hingga kini belum dapat beroperasi.

Kuasa hukum investor, Pande Putu Maya Arsanti, mengatakan pihaknya berharap konflik internal Desa Adat Bugbug segera berakhir. Menurut Maya, investor tidak pernah menempatkan diri di salah satu kelompok yang sedang berkonflik.

“Dari awal kami tidak berpihak kepada salah satu kelompok. Kami justru ingin menjadi mediator agar kedua belah pihak bisa menyelesaikan persoalannya,” ujar Maya Arsanti saat ditemui, Sabtu (20/9/2026).

Maya mengatakan, sejak persoalan di Desa Adat Bugbug mencuat, pihak investor memilih pendekatan persuasif dan mengedepankan mediasi. Investor, kata dia, tidak ingin keberadaan proyek justru menambah panjang konflik yang terjadi di internal desa adat.

Sikap tersebut juga ditunjukkan ketika terjadi aksi perusakan dan pembakaran material proyek pada 30 Agustus 2023. Meski begitu, kata Maya, pihak investor tidak mengambil langkah hukum, justru berharap persoalan dapat diselesaikan melalui komunikasi dan mediasi agar tidak  memperpanjang pertentangan.

Berawal dari Kontrak Tanah Desa Adat

Proyek Neano dibangun di atas lahan yang dikontrakkan oleh Desa Adat Bugbug kepada pihak investor. Hubungan sewa-menyewa lahan tersebut telah berlangsung sebelum konflik terbuka mencuat pada 2023.

Namun, persoalan kemudian berkembang setelah sebagian krama mempersoalkan proses penyewaan tanah adat dan pembangunan proyek.

Kelompok yang menolak mempertanyakan proses pengambilan keputusan terkait pemanfaatan tanah desa adat. Mereka berpendapat keputusan mengenai kekayaan komunal desa adat semestinya melibatkan krama dan mengikuti ketentuan adat yang berlaku.

Kelompok penolak menyatakan keputusan mengenai tanah desa adat seharusnya diketahui dan melibatkan krama dari 12 banjar. Mereka juga mempersoalkan proses sosialisasi serta penggunaan hasil penyewaan lahan.

Sementara pihak Desa Adat Bugbug yang mendukung pembangunan menyatakan proses penyewaan telah dilakukan sesuai aturan. Bahwa terdapat dokumen berupa Akta Perjanjian Sewa Menyewa Lahan Nomor 38 tanggal 30 Desember 2021, yang dibuat di hadapan notaris.

Persoalan lokasi proyek juga sempat dikaitkan dengan kawasan suci Pura Gumang, namun pihak yang mendukung pembangunan menyatakan lokasi proyek berada pada zona yang dapat dimanfaatkan.

Investor Mengaku Berada di Luar Konflik

Kuasa hukum investor lainnya, I Nengah Jimat, menambahkan, bahwa investor masuk ke Bugbug melalui hubungan kontraktual dengan Desa Adat Bugbug.

Pada awalnya, kata Jimat, keberadaan proyek tersebut diterima dengan baik.

“Awalnya diterima dengan baik. Kemudian ada konflik yang sama sekali Neano tidak terlibat,” ujar Jimat.

Menurut Jimat, konflik internal yang berkembang kemudian justru berdampak langsung terhadap proyek yang sedang dibangun.

Ia menyebut akses menuju areal proyek ditutup. Selain itu, aliran air dan listrik ke lokasi pembangunan juga disebut terputus sehingga aktivitas proyek terhenti.

“Harusnya kalau tidak ada penutupan, tidak ada konflik, proyek tersebut sudah beroperasi karena pembangunannya sudah 90 persen,” katanya.

Klaim Investasi Capai Ratusan Miliar

Terhentinya proyek tersebut, menurut kuasa hukum, berdampak terhadap investasi yang telah dikeluarkan.

Ia menyebut total dana yang telah digelontorkan pihak investor mencapai ratusan miliar untuk pembangunan dan berbagai fasilitas pendukung.

Di luar nilai pembangunan tersebut, pihak investor disebut telah membayarkan sekitar Rp57,5 miliar untuk kontrak tanah kepada Desa Adat Bugbug.

“Untuk bayar kontrak tanah terhadap desa adat sudah sekitar Rp57,5 miliar yang ditransfer ke rekening desa adat untuk kontrak tanah saja. Untuk pembangunan dan fasilitas lainnya sudah mencapai ratusan miliar,” ujar Jimat.

Menurut Jimat, investasi tersebut dikeluarkan ketika hubungan antara investor dan Desa Adat Bugbug berjalan secara normal. Karena itu, pihak investor merasa tidak semestinya proyek ikut terseret dalam konflik yang terjadi setelahnya.

Pilih Mediasi Sejak Awal

Maya kembali menegaskan pihak investor tidak ingin mengambil posisi dalam pertentangan antarkelompok di Desa Adat Bugbug.

Menurut dia, investor tidak berkepentingan memenangkan salah satu pihak. Yang diharapkan adalah kedua kelompok dapat menemukan jalan penyelesaian sehingga konflik tidak terus berdampak kepada masyarakat maupun investasi yang sudah berjalan.

“Kami berharap konflik ini segera berakhir. Kami tidak ada di dalam konflik itu. Kami hanya ingin investasi yang sudah berjalan bisa beroperasi dan berdampak kepada masyarakat setempat,” kata Maya.

Ia mengatakan pihak investor hingga saat ini terus membuka ruang untuk menjadi bagian dari proses mediasi apabila hal tersebut dapat membantu mempertemukan kelompok-kelompok yang sedang berkonflik. (*)

Tags: Desa Adat Bugbuginvestasi baliinvestor NeanoKarangasemkonflik adat Balikonflik Desa Adat BugbugNeanoPura Gumangsengketa tanah adat
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Chat WhatsApp

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • Rumah Atap Bocor Lantai Tanah, Warga Desa Banyubiru Dapat Bantuan Rp75 Juta
  • Misi Besar Petrus Naru Bangun Mukuvoka
  • Setujui Empat Raperda, DPRD Badung Soroti Air Bersih hingga Kemacetan
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist