BALITOPIK.COM, BALI — DPW Partai NasDem Bali menanggapi keras pemberitaan Majalah Tempo yang mengangkat isu dugaan merger antara Partai NasDem dan Partai Gerindra. Isu tersebut dinilai tidak berdasar dan berpotensi mendiskreditkan tokoh serta institusi partai.
Ketua DPW Partai NasDem Bali, I Nengah Senantara, mengumpulkan seluruh kader partai, mulai dari anggota DPRD kabupaten/kota hingga provinsi, serta jajaran pengurus dari tingkat DPW, DPD hingga ranting. Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor DPW NasDem Bali di kawasan Civic Center Renon, Denpasar, Selasa (14/4/2026).
Dalam pernyataannya, Senantara menegaskan bahwa pemberitaan Majalah Tempo pada Senin (13/4/2026) telah mencoreng nama baik Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, serta merugikan citra Partai NasDem sebagai institusi politik.
“Kami meminta Majalah Tempo segera melakukan klarifikasi dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik. Jika tidak dilakukan dalam waktu sesingkat-singkatnya, Partai NasDem akan menempuh jalur hukum,” tegasnya.
Senantara juga meluruskan bahwa pertemuan antara Surya Paloh dan Prabowo Subianto tidak pernah membahas soal merger partai. Ia menyebut pertemuan antar elite politik merupakan hal biasa dalam dinamika politik nasional.
Menurutnya, penggunaan istilah “merger” dalam konteks partai politik sangat keliru. Ia menjelaskan bahwa dalam dunia politik, istilah yang dikenal adalah “fusi”, yakni penggabungan beberapa partai menjadi satu entitas baru.
“Istilah merger itu digunakan dalam dunia bisnis atau perusahaan. Mengapa Majalah Tempo menggunakan istilah tersebut? Dari mana data dan logikanya? Ini sangat dangkal dan tidak bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Senantara memastikan bahwa isu tersebut tidak memecah soliditas kader NasDem di Bali. Sebaliknya, ia menyebut para kader justru semakin solid dalam menghadapi informasi yang dinilai tidak akurat.
“Situasi ini justru membuat kader semakin bersatu. Memang sempat ada keinginan dari ribuan kader untuk mendatangi kantor Majalah Tempo, namun hal itu tidak jadi dilakukan setelah ada arahan dari pengurus pusat,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh kader NasDem di Bali tetap solid dan tidak terpengaruh oleh isu merger yang beredar. (*)









