• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
TNI dari Kodim 1611/Badung melakukan evakuasi korban banjir di Pasar Kumbasari, Badung - foto: Koranjuri.com

Beginikah (cara) Berempati Itu? Saling Salahkan Saat Musibah?

6 bulan ago
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali, Felucia Sengky Ratna didampingi Kakanim Imigrasi Ngurah Rai Bugie Kurniawan saat memantau situasi Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. -IST/BALITOPIK.COM

40 Penerbangan Timur Tengah Batal, Imigrasi Bali Beri Solusi bagi WNA Terdampak

12 jam ago
Suasan kegiatan “Mebanjaraan” yang dilaksanakan oleh Jimbaran Bersatu. -IST/BALITOPIK.COM

“Mebanjaraan” di Jimbaran Perkuat Kebersamaan Warga, Diharapkan Jadi Agenda Tahunan

12 jam ago
Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Badung I Gusti Made Dwipayana. -IST/Balitopik.com

Porsenijar Badung 2026 Resmi Ditutup, Ini Daftar Juara SMA, SMP, dan SD

13 jam ago
Gubernur Bali Wayan Koster. -Balitopik.com

CATAT! Batas Waktu Pengiriman Sampah ke TPA Suwung 31 Maret

15 jam ago
Gubernur Bali Wayan Koster saat memberikan arahan. -Balitopik.com

Koster Ancam Tahan BKK bagi Daerah yang Abai Kelola Sampah

16 jam ago
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali Felucia Sengky Ratna. -IST/BALITOPIK.COM

270 WNA di Bali Ajukan Izin Tinggal Darurat Akibat Konflik Timur Tengah

16 jam ago
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat memberikan arahan kepada tim. -IST/Balitopik.com

Badung Canangkan Gerakan Serentak Olah Sampah Berbasis Sumber

16 jam ago
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa beserta Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta menyerahkan Bantuan Sosial Berupa Uang sebesar Rp. 2 Juta Per KK Menjelang Hari Raya Keagamaan Idul Fitri Secara Simbolis Kepada Masyarakat Di Kabupaten Badung yang beragama Islam, bertempat di Musholla Nurul Hikmah, Banjar Kwanji, Desa Dalung, Kuta Utara, Senin (09/03/2026).

Bansos Idul Fitri Cair di Badung, 6.518 KK Muslim Terima Rp2 Juta

17 jam ago
BALI TOPIK
Selasa, Maret 10, 2026
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
No Result
View All Result
BALI TOPIK
No Result
View All Result

Beginikah (cara) Berempati Itu? Saling Salahkan Saat Musibah?

Catatan Paradoks: Wayan Suyadnya

Reporter balitopik.com
15 September 2025 - 8:48 am
0 0
TNI dari Kodim 1611/Badung melakukan evakuasi korban banjir di Pasar Kumbasari, Badung - foto: Koranjuri.com

TNI dari Kodim 1611/Badung melakukan evakuasi korban banjir di Pasar Kumbasari, Badung - foto: Koranjuri.com

Berbagi artikel balitopikredaksi@gmail.com

Nyaris seminggu sudah peristiwa banjir bandang melanda Bali.

Catatan duka masih basah: delapan belas jiwa meregang nyawa, empat orang masih hilang tak tentu rimbanya.

Kita semua larut dalam keprihatinan, apalagi sebagian turut menjadi korban.

Namun, seperti biasa, dunia paradoks segera menampakkan wajahnya: alih-alih bersatu, malah sibuk saling menyalahkan, merasa paling pintar, menuding pemerintah salah, merasa diri paling benar.

Media sosial pun berubah jadi arena adu mulut, seolah-olah yang paling keras bersuara adalah yang paling peduli. Padahal, kenyataannya, kepedulian itu sering hanya sebatas kata-kata.

Yang seharusnya menjadi prioritas justru terpinggirkan. Mereka yang kehilangan nyawa, siapa yang menenangkan keluarganya? Mereka yang mobilnya terendam, motornya hanyut, apa peduli orang lain dengan biaya servis yang mencekik?

Ada yang pontang-panting mencari towing untuk sekadar menggeser mobil ke bengkel, adakah yang peduli? Ada yang kebingungan membayar laundry pakaian penuh lumpur. Ada pula pelajar yang buku-bukunya basah, hanyut bersama arus, tapi hingga kini tak terdengar sepatah kata pun dari kepala sekolah atau dinas pendidikan untuk menenangkan hati siswa.

Di mana kepedulian? Adakah jaminan buku pengganti? Ataukah cukup sekadar membiarkan mereka izin ke sekolah karena seragamnya basah?

Ironisnya, di tengah derita itu, ada sekolah yang masih tega melaksanakan ujian tengah semester. Seakan-akan guru-gurunya tak tahu, atau pura-pura tak tahu, bahwa murid-muridnya sedang ditimpa bencana.

Di mana empati? Beginikah cara orang Bali menghadapi musibah?

Sementara itu, netizen ribut membicarakan gaya komunikasi pejabat. Seolah-olah itu yang paling penting. Apakah gaya berkomunikasi para pengkritik lebih baik?

Apakah pejabat negara sekelas anggota DPD hanya bisa menangis, marah-marah di media? Lalu dimana orientasinya pada korban? Pada yang meninggal, bagaimana biaya penguburannya, bagaimana upacara ngaben yang layak? Pada mereka yang di pengungsian, bagaimana makanan dan obat-obatan mereka?

Paradoks semakin nyata ketika sebagian orang tak mampu menundukkan kepala, tak mampu menyempatkan waktu untuk berempati.

Mereka dengan pongahnya berswafoto di tengah orang berduka, berfoto bersama pejabat sambil mengacungkan jempol. Dua jari dilambaikan, seolah kemenangan, padahal di sekitarnya masih bergelut dengan lumpur, duka masih terlihat pekat.

Nanti, setelah korban pulih, pengungsi kembali, barulah waktu tepat memberikan masukan, analisa apa yang menjadi penyebab terjadinya musibah.

Kalau saya lebih baik pengambil kebijakan membentuk tim investigasi. Mencari tahu penyebab yang sejatinya berdasarkan kajian para pakar. Bukan berdasarkan asumsi dangkal atau pengamatan sepintas. Kajian yang komprehensif dan akademis sangat diperlukan.

Bila perlu profesor-profesor diturunkan untuk meneliti, memaparkan sebab-musabab, lalu menawarkan solusi.

Jika ada alih fungsi lahan, harus ada jalan keluar. Jika ada bangunan tak berizin, harus dibongkar. Semua mesti didasarkan pada kajian serius, bukan omongan kosong.

Sebab dunia paradoks ini tak bisa kita biarkan. Musibah semestinya menundukkan hati, bukan meninggikan ego. Bencana mestinya menyatukan, bukan memecah.

Dan bila kita tak belajar dari air bah ini, jangan salahkan bila suatu hari alam kembali menagih dengan cara yang lebih murka. (*)

Tags: BaliBanjirBanjir di BaliKorban Banjir
SendSendScan

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Twitter

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • 40 Penerbangan Timur Tengah Batal, Imigrasi Bali Beri Solusi bagi WNA Terdampak
  • “Mebanjaraan” di Jimbaran Perkuat Kebersamaan Warga, Diharapkan Jadi Agenda Tahunan
  • Porsenijar Badung 2026 Resmi Ditutup, Ini Daftar Juara SMA, SMP, dan SD
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?