• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
TNI dari Kodim 1611/Badung melakukan evakuasi korban banjir di Pasar Kumbasari, Badung - foto: Koranjuri.com

Beginikah (cara) Berempati Itu? Saling Salahkan Saat Musibah?

9 bulan ago
Ketua DPRD Provinsi Bali Dewa Made Mahayadnya menerima laporan hasil pemeriksaan (LHP) atas laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) dari BPK RI dalam rapat paripurna ke-39 tahun 2025-2026, Senin (8/6/2026). -BALITOPIK.COM

DPRD Bali Terima LHP BPK, Pemprov Kembali Pertahankan WTP

7 jam ago
Gubernur Bali Wayan Koster. -Balitopik.com

Koster Diundang ke London dan Yunani, Presentasikan Konsep Pembangunan Berkelanjutan versi Bali

7 jam ago
Gubernur Bali, Wayan Koster dan Ketua DPRD Bali, Dewa Made Mahayadnya menerima penghargaan dari BPK RI dalam sidang Paripurna DPRD Bali. -BALITOPIK.COM

Pemprov Bali Kembali Raih WTP, Catat 13 Kali Berturut-turut sejak 2012

7 jam ago
Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima kunjungan Delegasi Parlemen Saint Petersburg, Rusia, yang dipimpin Ketua Parlemen Saint Petersburg, Alexandr Belski. -IST

Koster Terima Delegasi Parlemen Rusia, Dorong Promosi Pariwisata Bali-Saint Petersburg

8 jam ago
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta resmi menutup Pesta Kesenian Bali (PKB) Kabupaten Badung XLVIII Tahun 2026. -IST

Kelar di Badung, Adi Arnawa Utus 26 Duta Seni ke PKB Provinsi Bali

1 hari ago
Peserta korve yang dipimpin oleh Gubernur Bali dan Bupati Badung di Pantai Samuh, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan. -BALITOPIK.COM

Laudato Si’ bumi adalah rumah bersama, pesan Paus Fransiskus bergema di Bali

2 hari ago
Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat memimpin korve. -BALITOPIK.COM

Hari Lingkungan Hidup 2026, Bali Serukan Pertobatan Ekologis

2 hari ago
Gubernur Bali, Wayan Koster dan Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa saat memimpin korve. -BALITOPIK.COM

Hari Lingkungan Hidup 2026, Gubernur Koster dan Bupati Adi Arnawa Pimpin Aksi Bersih Pantai di Benoa

2 hari ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Beginikah (cara) Berempati Itu? Saling Salahkan Saat Musibah?

Catatan Paradoks: Wayan Suyadnya

Reporter balitopik.com
15 September 2025 - 8:48 am
TNI dari Kodim 1611/Badung melakukan evakuasi korban banjir di Pasar Kumbasari, Badung - foto: Koranjuri.com

TNI dari Kodim 1611/Badung melakukan evakuasi korban banjir di Pasar Kumbasari, Badung - foto: Koranjuri.com

Nyaris seminggu sudah peristiwa banjir bandang melanda Bali.

Catatan duka masih basah: delapan belas jiwa meregang nyawa, empat orang masih hilang tak tentu rimbanya.

Kita semua larut dalam keprihatinan, apalagi sebagian turut menjadi korban.

Namun, seperti biasa, dunia paradoks segera menampakkan wajahnya: alih-alih bersatu, malah sibuk saling menyalahkan, merasa paling pintar, menuding pemerintah salah, merasa diri paling benar.

Media sosial pun berubah jadi arena adu mulut, seolah-olah yang paling keras bersuara adalah yang paling peduli. Padahal, kenyataannya, kepedulian itu sering hanya sebatas kata-kata.

Yang seharusnya menjadi prioritas justru terpinggirkan. Mereka yang kehilangan nyawa, siapa yang menenangkan keluarganya? Mereka yang mobilnya terendam, motornya hanyut, apa peduli orang lain dengan biaya servis yang mencekik?

Ada yang pontang-panting mencari towing untuk sekadar menggeser mobil ke bengkel, adakah yang peduli? Ada yang kebingungan membayar laundry pakaian penuh lumpur. Ada pula pelajar yang buku-bukunya basah, hanyut bersama arus, tapi hingga kini tak terdengar sepatah kata pun dari kepala sekolah atau dinas pendidikan untuk menenangkan hati siswa.

Di mana kepedulian? Adakah jaminan buku pengganti? Ataukah cukup sekadar membiarkan mereka izin ke sekolah karena seragamnya basah?

Ironisnya, di tengah derita itu, ada sekolah yang masih tega melaksanakan ujian tengah semester. Seakan-akan guru-gurunya tak tahu, atau pura-pura tak tahu, bahwa murid-muridnya sedang ditimpa bencana.

Di mana empati? Beginikah cara orang Bali menghadapi musibah?

Sementara itu, netizen ribut membicarakan gaya komunikasi pejabat. Seolah-olah itu yang paling penting. Apakah gaya berkomunikasi para pengkritik lebih baik?

Apakah pejabat negara sekelas anggota DPD hanya bisa menangis, marah-marah di media? Lalu dimana orientasinya pada korban? Pada yang meninggal, bagaimana biaya penguburannya, bagaimana upacara ngaben yang layak? Pada mereka yang di pengungsian, bagaimana makanan dan obat-obatan mereka?

Paradoks semakin nyata ketika sebagian orang tak mampu menundukkan kepala, tak mampu menyempatkan waktu untuk berempati.

Mereka dengan pongahnya berswafoto di tengah orang berduka, berfoto bersama pejabat sambil mengacungkan jempol. Dua jari dilambaikan, seolah kemenangan, padahal di sekitarnya masih bergelut dengan lumpur, duka masih terlihat pekat.

Nanti, setelah korban pulih, pengungsi kembali, barulah waktu tepat memberikan masukan, analisa apa yang menjadi penyebab terjadinya musibah.

Kalau saya lebih baik pengambil kebijakan membentuk tim investigasi. Mencari tahu penyebab yang sejatinya berdasarkan kajian para pakar. Bukan berdasarkan asumsi dangkal atau pengamatan sepintas. Kajian yang komprehensif dan akademis sangat diperlukan.

Bila perlu profesor-profesor diturunkan untuk meneliti, memaparkan sebab-musabab, lalu menawarkan solusi.

Jika ada alih fungsi lahan, harus ada jalan keluar. Jika ada bangunan tak berizin, harus dibongkar. Semua mesti didasarkan pada kajian serius, bukan omongan kosong.

Sebab dunia paradoks ini tak bisa kita biarkan. Musibah semestinya menundukkan hati, bukan meninggikan ego. Bencana mestinya menyatukan, bukan memecah.

Dan bila kita tak belajar dari air bah ini, jangan salahkan bila suatu hari alam kembali menagih dengan cara yang lebih murka. (*)

Tags: BaliBanjirBanjir di BaliKorban Banjir
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Twitter

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • DPRD Bali Terima LHP BPK, Pemprov Kembali Pertahankan WTP
  • Koster Diundang ke London dan Yunani, Presentasikan Konsep Pembangunan Berkelanjutan versi Bali
  • Pemprov Bali Kembali Raih WTP, Catat 13 Kali Berturut-turut sejak 2012
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?