• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
I Gede Ghumi Asvatham saat membacakan pandangan fraksi. -IST

Belanja Modal Baru 16 Persen, Demokrat-NasDem Wanti-wanti SiLPA

1 bulan ago
Pengurus PMKRI Cabang Denpasar. -BALITOPIK.COM

Masuk Hari Keempat Warga Ngantri Bensin Sampai Pingsan, PMKRI Denpasar Minta Pertamina Segera Lakukan 4 Hal

8 jam ago
Piagam penghargaan untuk BPD Bali kategori kinerja pembayaran pensiunan. -IST

Bank BPD Bali Raih Penghargaan Terbaik II Kinerja Pembayaran Pensiun dari TASPEN

10 jam ago
Antrean di salah satu pertamina di Singaraja. -BALITOPIK.COM

Bali WFH 3 Hari Akibat BBM Langka, Sekolah dan Kampus Belajar Daring

10 jam ago
Direktur YLPK Bali I Putu Armaya

Antrean BBM di Bali Berlarut, YLPK Usulkan Sistem Ganjil-Genap Jika Kondisi Darurat Berlanjut

20 jam ago
Antrean di salah satu pertamina di Singaraja. -BALITOPIK.COM

KMHDI Buleleng Desak Pemerintah Bertindak Tegas Atasi Gangguan Pasokan BBM di Bali

22 jam ago
Dr. Efatha Filomeno Borromeu Duarte, Dosen Ilmu Politik Universitas Udayana

Kisah Jangkar dan Antrean SPBU yang Mengular

1 hari ago
Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta. -BALITOPIK.COM

Wabup Bagus Alit Sucipta Serahkan Bantuan 439 Rumah dan Bansos untuk 599 Penyandang Disabilitas

2 hari ago
Jamsostek Award 2026, Adi Arnawa Paparkan Perlindungan Pekerja Rentan di Badung

Jamsostek Award 2026, Adi Arnawa Paparkan Perlindungan Pekerja Rentan di Badung

2 hari ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Belanja Modal Baru 16 Persen, Demokrat-NasDem Wanti-wanti SiLPA

Reporter balitopik.com
14 September 2026 - 1:56 pm
I Gede Ghumi Asvatham saat membacakan pandangan fraksi. -IST

I Gede Ghumi Asvatham saat membacakan pandangan fraksi. -IST

BALITOPIK.COM, DENPASAR – Rendahnya penyerapan belanja modal menjadi salah satu sorotan utama Fraksi Demokrat-NasDem DPRD Provinsi Bali terhadap Rancangan Perubahan APBD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun Anggaran 2026.

Hingga akhir Juli 2026, realisasi belanja modal disebut baru mencapai Rp129,8 miliar lebih atau sekitar 16,11 persen dari total anggaran yang ditetapkan sebesar Rp806 miliar lebih.

Persoalan tersebut menjadi perhatian Fraksi Demokrat-NasDem karena dalam rancangan perubahan APBD, alokasi belanja modal justru direncanakan meningkat menjadi Rp841 miliar lebih.

Fraksi menilai kondisi itu perlu mendapat penjelasan pemerintah daerah, terutama terkait potensi kegiatan yang tidak selesai atau bahkan tidak terlaksana hingga akhir tahun anggaran.

Jika kondisi tersebut terjadi, Demokrat-NasDem memandang terdapat kemungkinan belanja modal kembali digeser atau dilanjutkan pada tahun anggaran berikutnya. Fraksi juga mengingatkan bahwa kondisi semacam itu berpotensi menjadi salah satu sumber Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) yang kemudian digunakan untuk menutup defisit.

Selain belanja modal, Fraksi Demokrat-NasDem mencermati kenaikan belanja operasi yang menjadi komponen terbesar dalam struktur belanja daerah.

Belanja operasi direncanakan bertambah sekitar Rp160 miliar lebih, dari sebelumnya Rp5,2 triliun lebih menjadi Rp5,4 triliun lebih.

Kenaikan tersebut diminta tetap dikendalikan agar tidak mengurangi kemampuan fiskal pemerintah daerah dalam membiayai pembangunan infrastruktur maupun program-program yang memberikan dampak produktif bagi masyarakat.

Dari sisi pendapatan, persoalan lain muncul pada realisasi retribusi daerah. Sampai Juli 2026, penerimaan retribusi baru mencapai Rp230 miliar lebih atau 37,41 persen dari target Rp614 miliar lebih.

Namun, dalam rancangan perubahan APBD, target retribusi justru dinaikkan menjadi Rp649 miliar lebih atau 105,67 persen.

Atas kondisi tersebut, Fraksi Demokrat-NasDem meminta pemerintah menjelaskan penyebab rendahnya capaian retribusi. Fraksi mempertanyakan apakah kondisi itu berkaitan dengan rendahnya aktivitas pelayanan, sistem pemungutan yang belum optimal, atau penetapan target yang terlalu tinggi.

Hal serupa juga terlihat pada penerimaan dana transfer daerah. Dari target Rp407 miliar lebih, realisasinya hingga periode yang disampaikan baru mencapai Rp88 miliar lebih atau sekitar 21,76 persen.

Sementara itu, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam rancangan perubahan APBD mengalami peningkatan lebih dari Rp122 miliar atau sekitar 2,87 persen. PAD yang sebelumnya berada di kisaran Rp4,2 triliun lebih dirancang meningkat menjadi Rp4,3 triliun lebih.

Fraksi Demokrat-NasDem meminta Gubernur Bali memaparkan strategi peningkatan PAD secara berkelanjutan tanpa menjadikan masyarakat maupun pelaku usaha sebagai pihak yang menanggung tambahan beban.

“Fraksi Demokrat-Nasdem ingin mendapatkan penjelasan Saudara Gubernur terkait dengan strategi yang akan dilakukan untuk meningkatkan PAD secara berkelanjutan dengan tanpa menambah beban masyarakat dan pelaku usaha,” demikian disampaikan dalam pandangan umum fraksi.

Pandangan tersebut dibacakan I Gede Ghumi Asvatham, S.ST.Par., dalam Rapat Paripurna ke-50 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027 DPRD Provinsi Bali, Senin, 14 September 2026.

Tidak hanya menyangkut angka-angka dalam perubahan APBD, Demokrat-NasDem juga menyampaikan sejumlah persoalan yang dinilai perlu mendapat perhatian pemerintah daerah.

Fraksi meminta pengawasan terhadap harga kebutuhan pokok, terutama beras, diperkuat. Pemerintah juga didorong mengantisipasi potensi kriminalitas yang melibatkan jaringan internasional.

Di sektor lingkungan, perhatian diarahkan pada pencegahan kebakaran hutan di kawasan mangrove Bali Barat serta pengawasan terhadap pengolahan sampah menggunakan teknologi modern di seluruh kabupaten/kota.

Untuk sektor kesehatan, Demokrat-NasDem mendorong Pemprov Bali memberikan dukungan kepada rumah sakit umum daerah yang masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana. Dukungan tersebut dapat diberikan melalui skema bantuan keuangan khusus maupun hibah.

Fraksi juga meminta sistem layanan kesehatan antarrumah sakit daerah diperkuat, terutama menyangkut konektivitas layanan dan akses rujukan dalam kondisi emergensi, sehingga penanganan pasien dapat dilakukan lebih cepat dan terintegrasi. (*)

Tags: APBD Bali 2026BaliBelanja ModalDemokrat-NasDemDPRD BaliGubernur BaliPAD baliRetribusi DaerahSiLPA
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Chat WhatsApp

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • Masuk Hari Keempat Warga Ngantri Bensin Sampai Pingsan, PMKRI Denpasar Minta Pertamina Segera Lakukan 4 Hal
  • Bank BPD Bali Raih Penghargaan Terbaik II Kinerja Pembayaran Pensiun dari TASPEN
  • Bali WFH 3 Hari Akibat BBM Langka, Sekolah dan Kampus Belajar Daring
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist