• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Penampilan Janger Tradisi Remaja Duta Kabupaten Badung pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026. -IST

Bima Swarga Duta Badung Pukau Penonton PKB 2026, Angkat Kisah Bakti Bima kepada Leluhur

5 bulan ago
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). -IST

SBY: Kok Jadi Begini Negara Kita, Segala Cara Dihalalkan Demi Kekuasaan

16 jam ago
ILUSTRASI

Zaman Yesus: Sigit ini seperti Yudas, ketika orang terdekat justru berkhianat

18 jam ago
Anggota Komisi III dan Badan Legislasi DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, I Nyoman Parta. -IST

Edan, Bukannya Lindungi Presiden Malah Disadap, Polri Harus Direformasi

18 jam ago
ILUSTRASI

Mantan Kapolri Listyo Sigit dan Dua Irjen Jadi Tersangka Dugaan Penyadapan Presiden

1 hari ago
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat meninjau langsung lokasi proyek. -IST

Sidak Proyek di Badung Selatan, Adi Arnawa Target Pelebaran Simpang Rampung Desember

1 hari ago
Ketua Komisi IV DPRD Badung I Nyoman Graha Wicaksana. -BALITOPIK.COM

Badung Kurang 340 Guru, Komisi IV Dorong Optimalkan Mahasiswa Magang

2 hari ago
Sebanyak 17 pemangku memanjatkan doa untuk keselamatan dan kesejahteraan Indonesia di Rumah Kebangsaan dan Kebinekaan (Rumah KaKek), Pasraman Satyam Eva Jayate, Sabtu (31/10/2026).

17 Pemangku Panjatkan Doa untuk Keselamatan Indonesia

2 hari ago
Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta saat meninjau longsor di kawasan Eco Park Pelaga Glamping Retreat, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Badung. -BALITOPIK.COM

Giri Prasta Tinjau Longsor Pelaga, Pencarian Dua Korban Jadi Prioritas

2 hari ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Bima Swarga Duta Badung Pukau Penonton PKB 2026, Angkat Kisah Bakti Bima kepada Leluhur

Reporter balitopik.com
20 Juni 2026 - 12:04 pm
Penampilan Janger Tradisi Remaja Duta Kabupaten Badung pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026. -IST

Penampilan Janger Tradisi Remaja Duta Kabupaten Badung pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026. -IST

BALITOPIK.COM, DENPASAR – Penampilan Janger Tradisi Remaja Duta Kabupaten Badung pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 sukses memikat penonton yang memadati Kalangan Ayodya, Taman Budaya Provinsi Bali, Jumat (19/6/2026) malam.

Pementasan yang dibawakan Sanggar Seni Murti Kanti Swara, Banjar Tegeh, Kelurahan Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, itu menuai sambutan hangat dan tepuk tangan meriah dari para penonton.

Mengusung garapan bertajuk “Bima Swarga”, pertunjukan janger tersebut menghadirkan kisah spiritual tokoh Bima dalam upayanya membebaskan roh kedua orang tuanya, Sang Raja Pandu Dewata dan Dewi Madri, dari penderitaan di alam neraka.

Pelatih tari dan lakon, Ni Made Ayu Kesuma Dewi, menjelaskan bahwa kisah Bima Swarga diangkat dari epos pewayangan yang sarat nilai bakti, penghormatan kepada leluhur, dan pengorbanan keluarga.

“Cerita ini mengisahkan Bima yang awalnya tidak mau menyembah atma ibu dan bapaknya di swargan. Karena sikap itu, perjalanan roh kedua orang tuanya menjadi tertunda. Dari sanalah muncul siasat agar Bima mau memberikan penghormatan kepada leluhurnya,” ujarnya.

Kisah Bima Swarga diawali dari kegundahan Dewi Kunti yang dihantui mimpi melihat mendiang suaminya, Sang Pandu Dewata, bersama Dewi Madri menjalani siksa penebusan dosa di kawah Cambradimuka. Dalam kesedihan mendalam, Dewi Kunti menceritakan mimpi tersebut kepada putra-putranya.

Mendengar hal itu, Bima tergerak untuk membebaskan roh kedua orang tuanya dari penderitaan. Dengan kekuatan spiritual yang dimilikinya, Bima bersama ibunya dan saudara-saudaranya melakukan perjalanan menuju Nerakaloka.

Perjalanan itu tidak mudah. Dalam kisah yang dipentaskan, rombongan Bima sempat dihadang Sanghyang Catursanak yang tampil dalam wujud menyeramkan. Namun setelah dikenali, sosok tersebut justru memberikan petunjuk jalan menuju alam tujuan.

Setibanya di Nerakaloka, Bima menceburkan diri untuk mencari roh Sang Pandu Dewata dan Dewi Madri. Setelah melewati berbagai rintangan, kedua roh leluhur itu akhirnya ditemukan. Dewi Kunti bersama para putranya kemudian mempersembahkan sembah bhakti sebagai bentuk penghormatan dan kasih kepada leluhur mereka.

Namun, perjuangan belum selesai. Roh Sang Pandu Dewata dan Dewi Madri belum dapat mencapai Swargaloka karena diyakini belum seluruh keturunannya memberikan penghormatan. Di titik inilah konflik cerita mencapai puncaknya.

Bima, yang dikenal teguh pada keyakinannya, menolak menyembah dewa maupun leluhur selain kepada Sang Hyang Acintya. Sikap keras Bima kemudian memunculkan perdebatan hingga akhirnya ia mendapat sindiran dari kakaknya, Yudistira.

Tanpa disadari, dalam situasi tersebut Bima akhirnya mencakupkan kedua tangannya sebagai bentuk penghormatan kepada leluhurnya. Momen itu menjadi titik balik yang memungkinkan roh Sang Pandu Dewata dan Dewi Madri terangkat menuju alam Swargaloka.

Menurut Ayu Kesuma Dewi, kisah “Bima Swarga” dipilih bukan hanya karena kuat secara dramatik, tetapi juga menyimpan pesan moral yang relevan dengan kehidupan saat ini.

“Melalui kisah ini kami ingin menyampaikan pesan tentang bakti kepada orang tua, penghormatan terhadap leluhur, serta pentingnya menyeimbangkan keyakinan dengan kewajiban sebagai manusia,” katanya.

Untuk menghadirkan pertunjukan yang maksimal, Sanggar Seni Murti Kanti Swara menjalani proses latihan yang cukup panjang, yakni sekitar tiga bulan. Selama masa persiapan, para pemain menghadapi berbagai tantangan, mulai dari menyatukan jadwal latihan hingga membangun kekompakan antarpemain.

“Yang paling sulit adalah mengatur waktu latihan karena mereka sudah besar dan punya kesibukan masing-masing. Tantangan lainnya, mereka harus menari sambil membawakan vokal, sehingga perlu latihan yang lebih intens,” ungkap Ayu Kesuma Dewi.

Pementasan Janger Tradisi Remaja Duta Kabupaten Badung ini melibatkan 30 penari dan pelakon, serta didukung 23 penabuh. Kolaborasi tersebut berhasil menghadirkan sajian seni tradisi yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat makna spiritual dan nilai budaya.

Melalui garapan “Bima Swarga”, Duta Kabupaten Badung kembali menunjukkan bahwa seni tradisi Bali tidak sekadar menjadi tontonan, melainkan juga media pewarisan nilai, etika, dan spiritualitas kepada generasi muda.

Penampilan ini sekaligus menegaskan bahwa PKB 2026 tetap menjadi panggung penting bagi tumbuhnya kreativitas seni tradisi Bali yang berakar kuat pada warisan leluhur. (*)

Tags: Art Centre Denpasarberita budaya BaliBima SwargaBima Swarga PKBBudaya BaliDuta BadungJanger Tradisi RemajaKabupaten BadungKalangan AyodyaPesta Kesenian BaliPKB 2026Sanggar Seni Murti Kanti SwaraSeni Tradisi Bali
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Chat WhatsApp

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • SBY: Kok Jadi Begini Negara Kita, Segala Cara Dihalalkan Demi Kekuasaan
  • Zaman Yesus: Sigit ini seperti Yudas, ketika orang terdekat justru berkhianat
  • Edan, Bukannya Lindungi Presiden Malah Disadap, Polri Harus Direformasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist