Balitopik.com, BADUNG – Bank Rakyat Indonesia Branch Office Kuta menunjukan komitmen serius dalam mengutamakan keselamatan karyawan dengan menggelar simulasi penanganan kebakaran pada Jumat (20/2/2026).
Kegiatan yang dilangsungkan di halaman kantor BRI Branch Office Kuta ini merupakan bagian dari upaya kesigapan karyawan dalam mengatasasi situasi darurat.
Simulasi ini menandai langkah strategis BRI Branch Office Kuta dalam mempersipkan seluruh karyawan menghadapi potensi bencana kebakaran.
Kegiatan yang melibatkan seluruh karyawan ini di rancang secara komperhensif untuk memberikan pemahaman mendalam tentang aspek kritis dalam penanganan kebakaran.
Pimpinan Cabang BRI Branch Office Kuta, Azdy fransedo dalam sambutannya menekankan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat.
“Harapan kami dengan mengikuti simulasi ini, paling tidak seluruh pekerja BRI Branch Office kutapunya kemampuan dalam melakukan penanganan pertama saat terjadi kebakaran. Ini merupakan bagian dari tanggung jawab kami dalam memastikan keselamatan seluruh karyawan dan nasabah,” ujarnya.
Program pelatihan yang dilaksanankan mencakup berbagai aspek penting dalam penanganan kebakaran. Para peserta mendapatkan pemahaman mendalam tentang prosedur evakuasi , termasuk identifikasi titik-titik keluardarurt dan rute evakuasi yang aman.
“Mereka juga dibekali pengetahuan tentang berbagai protocol keselamatan yang harus diikuti dalam situasi darurat,” ungkapnya.
Sesi praktik menjadi bagian dari inergral dari simulasi ini, dimana karyawan mendapatkan pengalaman langsungdalam menggunakan peralatan keselamatan.
Pelatihan Hands-On mencaakup penggunaan alat pemadam api ringan(APAR) dan berbagai peralatankeselamatan lainnya. Para instruktu memastikan setiap peserta memahami cara penggunaan peralatan dengan efektif dan tepat, serta mampu mengambil tindakan cepat dalam situasi darurat.
Lebih dari sekedar pelatihan teknis, simulasi ini juga memberikanedukasi komperhensif tentang berbaagai penyebab kebakaran dan langkah-langkah pencegahan. Karyawan dibekali pengetahuan tentang faktor-faktor resikoyang perlu diwaspadaidilingkungan kerja, serta tindakan-tindakan preventif yang dapat dilakukan untuk meminimalisir risiko kebakaran.
“Simulasi ini merupakan bentuk investasi kami dalam keselamatan dan kesejahteraan karyawankami percaya bahwa lingkungan kerja yang aman adalah pondasi utama dalam produktifitas dan kepuasan kerja karyawan” tambah Azdy Fransedo. (*)















