BALITOPIK.COM, BALI – Gubernur Bali, Wayan Koster memberikan apresiasi tinggi kepada warga diaspora asal Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menggelar aksi bersih sampah di Pantai Jerman pada Minggu (5/4/2026) sore.
Aksi sosial tersebut dinilai sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan sekaligus wujud kecintaan terhadap Bali sebagai destinasi wisata dunia.
“Saya sangat mengapresiasi inisiatif warga Alor-NTT di Bali yang telah menunjukkan kepedulian nyata menjaga kebersihan lingkungan. Ini contoh luar biasa bagaimana masyarakat ikut bertanggung jawab merawat Bali,” ujar Koster dikonfirmasi Bali Topik, Selasa (7/4/2026).
Kegiatan yang melibatkan hampir ribuan warga diaspora asal Alor tersebut dilakukan dengan menyisir area pesisir Pantai Jerman, mengumpulkan sampah plastik dan limbah lainnya yang mencemari pantai.
Menurut Koster, aksi seperti ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam menjaga pariwisata berbasis budaya yang bersih, berkualitas, dan berkelanjutan.
“Bali ini milik kita bersama, bahkan milik dunia. Karena itu, semua pihak harus ikut menjaga kebersihan dan kelestariannya. Saya mengajak semua pihak gotong-royong, kolaborasi, agar Bali tetap menjadi destinasi unggulan dunia,” tegasnya.
Aksi bersih pantai ini tidak hanya menjadi kegiatan sosial, tetapi juga simbol kebersamaan lintas warga dalam menjaga Bali.
Warga Alor yang tinggal dan bekerja di Bali menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Mereka secara sukarela turun langsung membersihkan sampah demi menjaga keindahan alam Bali.
Selain membersihkan pantai, kegiatan ini juga menjadi ajang edukasi kepada masyarakat sekitar dan wisatawan tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Koster berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dan menginspirasi komunitas lain.
“Saya berharap aksi seperti ini tidak berhenti sampai di sini. Harus terus digerakkan secara konsisten agar Bali tetap bersih, indah, dan lestari,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa kebersihan pantai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga citra Bali sebagai destinasi wisata internasional.
Untuk diketahui, pada Minggu 5 April 2026 sore, hampir ribuan warga Alor yang berdomisili di Bali melakuan aksi bersih-bersih sampah di Pantai Jerman. Bahkan aksi tersebut merupakan aksi lanjutan dari sebelumnya pada tanggal 15 Maret, mereka memberishkan sampah di Pantai Legian dan Pantai Kuta.
“Kami sadar bahwa memang kami berasal dari Alor, merantau ke sini, tinggal dan mencari hidup di sini. Karena itu, ada istilah di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Sudah sepatutnya kami ikut menjaga kebersihan lingkungan di tempat kami berpijak,” ujar koordinator kegiatan Yos Koilmo. (*)









